Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman Hampir 90%, Pengaspalan Segera Dimulai
Progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman mendekati 90%. Rigid pavement rampung dan pengaspalan mulai dikerjakan.
Universitas Gadjah Mada melantik sebanyak 901 insinyur baru pada periode II Tahun 2025 pada Selasa (13/1/2026) di Grha Sabha Pramana./Istimewa -- UGM
Harianjogja.com, SLEMAN—Kebutuhan bangsa terhadap sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pangan global kian mendesak, seiring perubahan iklim, tekanan populasi, dan tuntutan keberlanjutan.
Kondisi ini menempatkan peran insinyur bidang hayati sebagai garda depan dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sebagaimana disampaikan Universitas Gadjah Mada (UGM) saat melantik ratusan insinyur baru.
Universitas Gadjah Mada melantik sebanyak 901 insinyur baru pada Periode II Tahun 2025, Selasa (13/1/2026), di Grha Sabha Pramana. Dari jumlah tersebut, 762 lulusan berasal dari Fakultas Teknik, 104 dari Fakultas Peternakan, dan 35 dari Fakultas Kehutanan. Penambahan ini membuat total lulusan profesi insinyur UGM kini mencapai 7.314 orang.
Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Budi Guntoro, menegaskan bahwa tantangan global menuntut Indonesia memiliki sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh, inovatif, dan berintegritas. Menurutnya, insinyur bidang hayati memegang peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan bangsa.
Ia menilai, insinyur hayati berperan memastikan ketersediaan protein hewani dan nabati, meningkatkan produktivitas pangan nasional, serta menjamin keamanan dan kesejahteraan hewan. Indonesia, kata Budi, membutuhkan insinyur yang mampu membangun industri pangan yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.
“Bangsa ini memerlukan insinyur yang mampu menopang industri pangan berbasis teknologi, mulai dari sistem pangan, pakan, pertanian digital, bioteknologi, hingga tata kelola rantai pasok,” ujarnya.
Budi juga menekankan nilai moral yang melekat pada lulusan UGM. “Sebagai alumni UGM, saudara mewarisi integritas cendekiawan dan keberpihakan pada kepentingan bangsa. Nilai inilah yang menjadi kompas moral dalam setiap keputusan profesional yang saudara ambil,” katanya.
Salah satu lulusan Fakultas Kehutanan, Ir. Rudianta Cahyana Nugraha, mengaku gelar profesi insinyur menjadi bekal untuk berkontribusi lebih luas bagi bangsa, khususnya dalam mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
“Di era yang menuntut profesionalisme dan keahlian, kami mewakili rimbawan yang mengelola hutan, yang kini banyak disorot akibat berbagai bencana, menghadapi tantangan besar yang harus dijawab,” ujarnya.
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie, menambahkan bahwa insinyur masa kini tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan teknis. Menurutnya, insinyur baru juga harus memegang teguh integritas dan kepemimpinan.
“Insinyur tidak hanya dituntut untuk membangun, tetapi juga merancang masa depan yang tangguh, inklusif, dan berkeadilan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres konstruksi Tol Jogja-Solo segmen Trihanggo-Junction Sleman mendekati 90%. Rigid pavement rampung dan pengaspalan mulai dikerjakan.
Kajian renovasi Stadion Mandala Krida masuk tahap analisis. DPRD DIY menargetkan estimasi DED tersedia untuk penganggaran 2027.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.