Penyerapan Kerja Lulusan Vokasi Capai 77 Persen
Wamen Diktisaintek Stella Christie mengungkap tingkat penyerapan kerja lulusan vokasi mencapai 77%, lebih tinggi dibanding lulusan akademik yang berada di angka
Universitas Gadjah Mada melantik sebanyak 901 insinyur baru pada periode II Tahun 2025 pada Selasa (13/1/2026) di Grha Sabha Pramana./Istimewa -- UGM
Harianjogja.com, SLEMAN—Kebutuhan bangsa terhadap sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pangan global kian mendesak, seiring perubahan iklim, tekanan populasi, dan tuntutan keberlanjutan.
Kondisi ini menempatkan peran insinyur bidang hayati sebagai garda depan dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sebagaimana disampaikan Universitas Gadjah Mada (UGM) saat melantik ratusan insinyur baru.
Universitas Gadjah Mada melantik sebanyak 901 insinyur baru pada Periode II Tahun 2025, Selasa (13/1/2026), di Grha Sabha Pramana. Dari jumlah tersebut, 762 lulusan berasal dari Fakultas Teknik, 104 dari Fakultas Peternakan, dan 35 dari Fakultas Kehutanan. Penambahan ini membuat total lulusan profesi insinyur UGM kini mencapai 7.314 orang.
Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Budi Guntoro, menegaskan bahwa tantangan global menuntut Indonesia memiliki sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh, inovatif, dan berintegritas. Menurutnya, insinyur bidang hayati memegang peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan bangsa.
Ia menilai, insinyur hayati berperan memastikan ketersediaan protein hewani dan nabati, meningkatkan produktivitas pangan nasional, serta menjamin keamanan dan kesejahteraan hewan. Indonesia, kata Budi, membutuhkan insinyur yang mampu membangun industri pangan yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.
“Bangsa ini memerlukan insinyur yang mampu menopang industri pangan berbasis teknologi, mulai dari sistem pangan, pakan, pertanian digital, bioteknologi, hingga tata kelola rantai pasok,” ujarnya.
Budi juga menekankan nilai moral yang melekat pada lulusan UGM. “Sebagai alumni UGM, saudara mewarisi integritas cendekiawan dan keberpihakan pada kepentingan bangsa. Nilai inilah yang menjadi kompas moral dalam setiap keputusan profesional yang saudara ambil,” katanya.
Salah satu lulusan Fakultas Kehutanan, Ir. Rudianta Cahyana Nugraha, mengaku gelar profesi insinyur menjadi bekal untuk berkontribusi lebih luas bagi bangsa, khususnya dalam mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
“Di era yang menuntut profesionalisme dan keahlian, kami mewakili rimbawan yang mengelola hutan, yang kini banyak disorot akibat berbagai bencana, menghadapi tantangan besar yang harus dijawab,” ujarnya.
Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie, menambahkan bahwa insinyur masa kini tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan teknis. Menurutnya, insinyur baru juga harus memegang teguh integritas dan kepemimpinan.
“Insinyur tidak hanya dituntut untuk membangun, tetapi juga merancang masa depan yang tangguh, inklusif, dan berkeadilan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wamen Diktisaintek Stella Christie mengungkap tingkat penyerapan kerja lulusan vokasi mencapai 77%, lebih tinggi dibanding lulusan akademik yang berada di angka
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.