Misa Kenaikan Yesus di Katedral Ramai, Pengamanan Diperketat
Katedral Jakarta gelar 4 misa Kenaikan Yesus 2026, 2.300 umat hadir. Polisi amankan 860 gereja selama libur panjang.
Ilustrasi ASN - Freepik
Harianjogja.com, SUMEDANG—Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mengusulkan penerimaan sebanyak 1.410 praja baru pada 2026. Usulan tersebut disampaikan kepada pemerintah untuk menjaga keberlanjutan proses pendidikan serta mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas kampus.
Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Halilul Khairi, mengatakan kebutuhan penerimaan praja tersebut telah diajukan kepada pemerintah dan diharapkan dapat disetujui.
“Tahun ini kami mengusulkan penerimaan praja sebanyak 1.410 orang dan mudah-mudahan dapat disetujui oleh pemerintah,” kata Halilul saat menerima kunjungan Komisi II DPR RI di Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu.
Menurutnya, jumlah penerimaan praja memiliki pengaruh besar terhadap efektivitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan kampus.
Fasilitas Kampus Berpotensi Tidak Optimal
Halilul menjelaskan, jumlah praja yang terlalu sedikit dapat menyebabkan berbagai fasilitas pendidikan tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Fasilitas tersebut meliputi asrama praja, ruang kelas, serta kegiatan pengajaran dosen yang berkaitan langsung dengan aktivitas akademik di kampus.
“Kalau penerimaan di bawah 1.200, banyak fasilitas yang menganggur, asrama kosong, dan dosen juga tidak memiliki jam mengajar yang cukup,” ujarnya.
Ia mencontohkan pada beberapa tahun sebelumnya jumlah penerimaan praja yang relatif kecil berdampak pada rendahnya beban mengajar dosen.
“Pada semester genap ada dosen yang hanya mengajar sekitar 3 sampai 6 SKS, padahal idealnya minimal 9 sampai 16 SKS,” kata Halilul.
Perkuat Kualitas Pendidikan Praja
Selain mengusulkan tambahan praja baru, IPDN juga terus memperkuat kualitas pembelajaran melalui pengembangan kurikulum serta peningkatan aktivitas akademik para praja.
Kampus tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan, seperti laboratorium pemerintahan, perpustakaan, sarana olahraga, ruang perkuliahan, serta asrama praja yang dirancang untuk mendukung proses pendidikan secara terpadu.
Halilul menambahkan, IPDN saat ini telah meraih akreditasi unggul serta mendorong praja dan dosen untuk aktif melakukan publikasi ilmiah dan kerja sama akademik dengan perguruan tinggi luar negeri.
Ia berharap usulan penerimaan praja sebanyak 1.410 orang tersebut dapat disetujui pemerintah agar proses pendidikan dan aktivitas akademik di kampus dapat berjalan lebih optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Katedral Jakarta gelar 4 misa Kenaikan Yesus 2026, 2.300 umat hadir. Polisi amankan 860 gereja selama libur panjang.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.