BNPB Hormati Proses Hukum KPK Usai OTT, 14 Orang Ditangkap
BNPB menghormati proses hukum KPK setelah operasi tangkap tangan di lingkungannya. Sebanyak 14 orang, termasuk Sestama BNPB, diamankan.
Ilustrasi ASN - Freepik
Harianjogja.com, SUMEDANG—Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mengusulkan penerimaan sebanyak 1.410 praja baru pada 2026. Usulan tersebut disampaikan kepada pemerintah untuk menjaga keberlanjutan proses pendidikan serta mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas kampus.
Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Halilul Khairi, mengatakan kebutuhan penerimaan praja tersebut telah diajukan kepada pemerintah dan diharapkan dapat disetujui.
“Tahun ini kami mengusulkan penerimaan praja sebanyak 1.410 orang dan mudah-mudahan dapat disetujui oleh pemerintah,” kata Halilul saat menerima kunjungan Komisi II DPR RI di Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu.
Menurutnya, jumlah penerimaan praja memiliki pengaruh besar terhadap efektivitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan kampus.
Fasilitas Kampus Berpotensi Tidak Optimal
Halilul menjelaskan, jumlah praja yang terlalu sedikit dapat menyebabkan berbagai fasilitas pendidikan tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Fasilitas tersebut meliputi asrama praja, ruang kelas, serta kegiatan pengajaran dosen yang berkaitan langsung dengan aktivitas akademik di kampus.
“Kalau penerimaan di bawah 1.200, banyak fasilitas yang menganggur, asrama kosong, dan dosen juga tidak memiliki jam mengajar yang cukup,” ujarnya.
Ia mencontohkan pada beberapa tahun sebelumnya jumlah penerimaan praja yang relatif kecil berdampak pada rendahnya beban mengajar dosen.
“Pada semester genap ada dosen yang hanya mengajar sekitar 3 sampai 6 SKS, padahal idealnya minimal 9 sampai 16 SKS,” kata Halilul.
Perkuat Kualitas Pendidikan Praja
Selain mengusulkan tambahan praja baru, IPDN juga terus memperkuat kualitas pembelajaran melalui pengembangan kurikulum serta peningkatan aktivitas akademik para praja.
Kampus tersebut juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan, seperti laboratorium pemerintahan, perpustakaan, sarana olahraga, ruang perkuliahan, serta asrama praja yang dirancang untuk mendukung proses pendidikan secara terpadu.
Halilul menambahkan, IPDN saat ini telah meraih akreditasi unggul serta mendorong praja dan dosen untuk aktif melakukan publikasi ilmiah dan kerja sama akademik dengan perguruan tinggi luar negeri.
Ia berharap usulan penerimaan praja sebanyak 1.410 orang tersebut dapat disetujui pemerintah agar proses pendidikan dan aktivitas akademik di kampus dapat berjalan lebih optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BNPB menghormati proses hukum KPK setelah operasi tangkap tangan di lingkungannya. Sebanyak 14 orang, termasuk Sestama BNPB, diamankan.
Menhut Raja Juli Antoni mengoptimalkan modifikasi cuaca dan water bombing untuk menangani karhutla di Kalimantan Tengah yang terkendala jarak pandang.
Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan menyerahkan penyelidikan kebakaran Kantor BPN Karawang kepada polisi. Delapan mobil damkar dikerahkan.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Kamis, 15 Oktober 2026. Simak daftar harga jual dan buyback semua ukuran.
KPK menjadwalkan pemeriksaan kedua Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB dan penerimaan lainnya.
Tim basket Bank Jateng menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara Divisi 3 Liga Jasa Keuangan (LJK) 2026