Lanjutan Proyek Taman Budaya Sleman Diusulkan Rp18 Miliar
Taman Budaya Sleman telah PHO pada 20 Juli 2026. Pemkab Sleman mengusulkan Danais Rp18 miliar untuk pembangunan lanjutan 2027.
Dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Profesor Eko Agus Suyono bersama istrinya ketika diwawancara di Fakultas Biologi UGM, Kamis (2/4/2026). Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN — Dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Eko Agus Suyono, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Bioteknologi Industri dan Lingkungan. Dalam pidato pengukuhannya di Balai Senat UGM, ia menyoroti potensi mikroalga sebagai “mesin biologis” yang dapat menjadi solusi energi masa depan.
Saat ditemui di kampus, Prof. Agus menjelaskan bahwa mikroalga kini mulai mendapat perhatian sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil. Organisme mikroskopis ini dinilai memiliki kemampuan unik karena menggabungkan karakteristik tumbuhan, bakteri, dan hewan, sehingga berpotensi dimanfaatkan di berbagai sektor industri.
Sumber Energi Alternatif Berkelanjutan
Menurutnya, mikroalga mampu menghasilkan beragam energi terbarukan seperti biodiesel, bioetanol, biojet, hingga biohidrogen. Di antara berbagai produk tersebut, hidrogen menjadi salah satu fokus utama karena dinilai sebagai energi bersih yang menjanjikan di masa depan.
Selain itu, mikroalga juga berpotensi menghasilkan bioelectricity atau listrik berbasis organisme hidup, yang saat ini masih terus dikembangkan dalam skala riset.
Tantangan Teknologi dan Ekonomi
Meski memiliki potensi besar, pemanfaatan mikroalga sebagai pengganti bahan bakar fosil masih menghadapi kendala. Salah satu tantangan utama adalah efisiensi produksi yang belum optimal serta biaya yang masih tinggi sehingga sulit bersaing secara komersial.
“Kemungkinannya memang belum bisa sepenuhnya menggantikan minyak dalam waktu dekat. Tapi potensinya tetap besar dan penting untuk dikembangkan,” ujar Agus.
Ia menegaskan, ketergantungan terhadap energi fosil tidak bisa berlangsung selamanya. Selain sumbernya terbatas, faktor geopolitik juga kerap memengaruhi stabilitas pasokan energi global.
Indonesia Punya Potensi Besar
Sebagai negara dengan keanekaragaman hayati tinggi, Indonesia dinilai memiliki peluang besar dalam pengembangan mikroalga. Bahkan, Indonesia disebut sebagai salah satu “hotspot” mikroalga dunia.
Namun demikian, kontribusi riset nasional masih tertinggal dibandingkan negara-negara seperti Amerika Serikat dan kawasan Eropa. Jumlah peneliti serta industri berbasis mikroalga di dalam negeri juga masih terbatas.
Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa spesies mikroalga asal Indonesia memiliki kualitas yang kompetitif, bahkan dalam beberapa aspek lebih unggul dibandingkan negara lain.
Solusi untuk Perubahan Iklim
Keunggulan lain mikroalga terletak pada kemampuannya menyerap karbon dioksida (CO2) dalam jumlah besar sekaligus menghasilkan oksigen. Kemampuan ini menjadikannya sebagai salah satu solusi potensial dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Mikroalga mampu menyerap CO2 jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman darat. Bahkan sekitar 40–50 persen oksigen di atmosfer dihasilkan oleh mikroalga,” jelasnya.
Dengan berbagai kelebihan tersebut, mikroalga dipandang memiliki peran strategis dalam mendukung transisi menuju energi bersih. Meski masih membutuhkan pengembangan teknologi dan investasi besar, para ilmuwan optimistis mikroalga akan menjadi bagian penting dalam masa depan energi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Budaya Sleman telah PHO pada 20 Juli 2026. Pemkab Sleman mengusulkan Danais Rp18 miliar untuk pembangunan lanjutan 2027.
24 lurah petahana dan 4 pamong maju Pilur Bantul 2026. Simak aturan cuti, pengunduran diri, serta jadwal tahapan pemilihan lurah.
Polda Metro Jaya mengungkap kronologi Bambang Setiyawan meninggal saat kericuhan Pejompongan. Keluarga menolak otopsi.
Collective Emergency Response Team (ERT) kawasan Malioboro merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui kegiatan The 2026 Amazing Safety Race.
Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Venezuela terkait pengembangan 65 miliar barel cadangan minyak dan investasi lebih dari US$100 miliar.
Buku Mustika Rasa kembali diperkenalkan kepada masyarakat melalui Festival Mustika Rasa 2026 di Alun-Alun Selatan Yogyakarta.