Beasiswa BPI GTK 2026 Dibuka, Guru dan Calon Guru Bisa Kuliah Gratis

Jumali
Jumali Rabu, 12 Agustus 2026 12:47 WIB
Beasiswa BPI GTK 2026 Dibuka, Guru dan Calon Guru Bisa Kuliah Gratis

Foto ilustrasi guru. - Foto dibuat oleh Artificial Intelligence ChatGPT

Harianjogja.com, JOGJA— Kabar baik bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia Guru dan Tenaga Kependidikan (BPI GTK) 2026.

Program yang dikelola melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) dan didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini memberikan kesempatan kepada calon guru maupun guru aktif untuk menempuh pendidikan jenjang Diploma 4 (D4) atau Sarjana (S1).

Melalui program tersebut, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi para pendidik di seluruh Indonesia.

Dalam informasi yang disampaikan melalui akun Instagram resmi @ppgkemendikdasmen, program ini menjadi peluang bagi para pendidik untuk meningkatkan kompetensi akademik sekaligus mempersiapkan diri menjadi bagian dari SDM pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas.

Dua Kategori Penerima Beasiswa

BPI GTK 2026 dibagi menjadi dua kategori utama sesuai dengan sasaran penerimanya.

Kategori pertama adalah BPI GTK D4/S1 Calon Guru, yang ditujukan bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 yang mengambil program studi prioritas bidang pendidikan.

Sementara kategori kedua adalah BPI GTK D4/S1 Guru, yang diperuntukkan bagi guru aktif yang telah lolos asesmen Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dari perguruan tinggi mitra.

Skema ini dirancang agar baik calon pendidik maupun guru yang belum memiliki kualifikasi akademik S1 atau D4 dapat memperoleh dukungan pembiayaan pendidikan.

Komponen Bantuan yang Diterima

Bagi penerima kategori Calon Guru, bantuan yang diberikan tidak hanya mencakup biaya kuliah, tetapi juga sejumlah komponen pendukung.

Beasiswa meliputi biaya pendaftaran, Uang Kuliah Tunggal (UKT), dana hidup bulanan, bantuan pembelian buku, asuransi kesehatan, hingga bantuan penyusunan skripsi.

Durasi pendanaan diberikan maksimal selama delapan semester atau 48 bulan.

Sementara itu, untuk kategori Guru melalui program RPL, bantuan difokuskan pada pembiayaan pendidikan yang berkaitan langsung dengan proses pembelajaran dengan masa pendanaan maksimal empat semester atau 24 bulan.

Namun, terdapat sejumlah biaya yang tidak ditanggung, seperti biaya Kuliah Kerja Nyata (KKN), magang, wisuda, asrama, jas almamater, penelitian mandiri, maupun kebutuhan pribadi lainnya.

Program Studi yang Menjadi Prioritas

Kemendikdasmen menetapkan sejumlah program studi prioritas untuk penerima kategori Calon Guru.

Program studi tersebut meliputi:

  • Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
  • Pendidikan Sekolah Dasar (SD)
  • Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK)
  • Pendidikan Khusus atau Pendidikan Luar Biasa (PLB)
  • Bimbingan dan Konseling (BK)
  • Program studi mata pelajaran kejuruan pada SMK

Sementara untuk kategori Guru melalui RPL, sasaran penerima mencakup guru mata pelajaran umum SMA dan SMK, guru muatan lokal jenjang pendidikan dasar, guru mata pelajaran kejuruan, serta guru pendidikan luar biasa.

Syarat Umum Pendaftaran

Pelamar wajib merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan melalui KTP atau Kartu Keluarga.

Batas usia pelamar berbeda sesuai kategori, yakni:

  • Calon Guru maksimal berusia 30 tahun
  • Guru mata pelajaran umum SMA/SMK dan guru muatan lokal maksimal 47 tahun
  • Guru mata pelajaran kejuruan maksimal 50 tahun
  • Guru pendidikan luar biasa maksimal 55 tahun

Khusus kategori Guru, peserta harus sudah tercatat di Dapodik minimal selama tiga tahun.

Selain itu, pelamar harus telah diterima sebagai mahasiswa baru pada perguruan tinggi atau program studi yang memiliki akreditasi minimal B atau Baik Sekali.

Peserta juga wajib memiliki ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL), transkrip nilai pendidikan sebelumnya, serta tidak sedang menerima beasiswa lain dari sumber pendanaan mana pun.

Dokumen yang Harus Disiapkan

Pendaftar diwajibkan melampirkan sejumlah dokumen pendukung, antara lain:

  • Surat Keterangan Sehat
  • Surat Keterangan Bebas Narkoba (maksimal terbit enam bulan terakhir)
  • Surat Pernyataan Pendaftaran bermaterai
  • Surat Rekomendasi Kepala Sekolah atau pihak akademik
  • Surat persetujuan dan komitmen sesuai kategori beasiswa

Khusus penyandang disabilitas, terdapat dokumen tambahan berupa surat keterangan disabilitas dari rumah sakit atau dokter, surat persetujuan orang tua/wali/pasangan, serta surat permohonan pendampingan.

Jadwal Pendaftaran BPI GTK 2026

Calon peserta perlu memperhatikan jadwal pendaftaran karena waktu yang tersedia cukup singkat.

Tahapan seleksi meliputi:

  • Pendaftaran daring: 7–15 Agustus 2026
  • Seleksi administrasi dan substansi
  • Pengumuman hasil seleksi administrasi
  • Seleksi wawancara
  • Pengumuman hasil wawancara
  • Pembekalan dan penandatanganan kontrak

Cara Mendaftar

Pendaftaran dilakukan secara online melalui: beasiswa.kemendikdasmen.go.id

Pelamar perlu membuat akun, mengisi data diri sesuai dokumen kependudukan, memilih kategori beasiswa yang sesuai, mengunggah seluruh dokumen persyaratan, lalu melakukan pengecekan akhir sebelum mengirimkan formulir pendaftaran.

Karena pendaftaran berakhir pada 15 Agustus 2026, calon peserta disarankan segera melengkapi dokumen dan tidak menunda proses pendaftaran hingga hari terakhir.

Program BPI GTK 2026 menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan melalui akses pendidikan tinggi yang lebih luas. Dengan dukungan biaya pendidikan hingga bantuan hidup bagi kategori tertentu, program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pendidik berkualitas untuk memperkuat sistem pendidikan nasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online