200 Guru DIY Belajar AI, Siap Manfaatkan Copilot untuk Pembelajaran

Yosef Leon
Yosef Leon Kamis, 11 Juni 2026 09:27 WIB
200 Guru DIY Belajar AI, Siap Manfaatkan Copilot untuk Pembelajaran

Ratusan guru di DIY saya mengikuti pelatihan kecerdasan buatan untuk menunjang proses administrasi pendidikan, Selasa (9/6/2026). Dokumentasi Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA— Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mendapat perhatian serius di dunia pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebanyak 200 guru dari berbagai sekolah mengikuti pelatihan AI yang digelar melalui kolaborasi Pura Nusantara, Microsoft Elevate, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY, serta Dinas Pendidikan DIY guna memperkuat kompetensi digital tenaga pendidik.

Pelatihan tersebut tidak hanya mengenalkan teknologi AI kepada para guru, tetapi juga membuka akses terhadap berbagai fasilitas dan dukungan teknologi yang disediakan Microsoft Elevate. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi di DIY.

CEO Pura Nusantara, Brian Tobing, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, termasuk pemanfaatan AI dalam proses belajar mengajar.

"Hari ini kami bersama Solana, Microsoft Elevate, KADIN DIY, dan Dinas Pendidikan mengadakan workshop AI education. Ada sekitar 200 guru yang kami undang untuk belajar sekaligus mendapatkan akses dan dukungan teknologi dari Microsoft Elevate," katanya, Selasa (9/6/2026).

Menurut Brian, pelatihan ini merupakan tahapan awal dalam penyusunan kerangka kerja atau framework pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan DIY. Kehadiran teknologi tersebut diharapkan mampu mendukung implementasi kurikulum yang sudah berjalan tanpa menggeser peran utama guru sebagai pendidik.

Ia menegaskan AI bukanlah pengganti guru, melainkan alat bantu yang dapat mempercepat berbagai pekerjaan administratif sehingga tenaga pendidik memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan siswa.

"Kurikulum yang ada sudah sangat baik. Yang sering menjadi kendala adalah pengelolaan data dan administrasi yang bisa menimbulkan bottleneck. AI bisa menjadi sistem akselerasi agar guru tidak terlalu terbebani pekerjaan administratif," ujarnya.

Dengan berkurangnya beban administrasi, guru diharapkan dapat lebih fokus menjalankan fungsi utama mereka dalam mendampingi peserta didik serta meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah.

Salah seorang peserta pelatihan, guru SMAN 1 Imogiri, Wenang Herdama, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai pemanfaatan Microsoft Copilot dan berbagai fitur AI yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.

Menurut Wenang, sejumlah fitur yang diperkenalkan dalam pelatihan, seperti Reading Progress dan Math Progress, memiliki potensi besar untuk membantu guru melakukan evaluasi kemampuan siswa secara lebih cepat, akurat, dan terukur.

"Fitur-fitur ini sangat membantu guru, terutama dalam proses pengujian, penilaian, dan pengolahan hasil belajar siswa. Kami merasa pekerjaan menjadi jauh lebih mudah," katanya.

Ia menjelaskan penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang saat ini menjadi bagian dari sistem pendidikan menuntut guru melakukan penilaian dari berbagai aspek kemampuan siswa. Proses tersebut kerap memerlukan waktu yang cukup panjang, terutama dalam tahap koreksi dan evaluasi.

Karena itu, kehadiran teknologi AI dinilai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi kerja guru tanpa mengurangi kualitas pembelajaran maupun interaksi dengan peserta didik.

Selain fitur penilaian, Wenang menilai integrasi antara Microsoft Teams dan Copilot menjadi salah satu inovasi yang paling menjanjikan untuk diterapkan di lingkungan sekolah. Melalui platform tersebut, guru dapat mengelola kelas, membagikan tugas, memantau aktivitas belajar siswa, hingga mengolah nilai secara lebih praktis dalam satu sistem yang terintegrasi.

"Kami masih akan mempelajari lebih lanjut fitur-fitur lainnya, tetapi sejauh ini sangat menarik dan berpotensi mendukung kegiatan pembelajaran di sekolah," ujarnya.

Pelatihan AI untuk guru di DIY ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital sektor pendidikan sekaligus membekali tenaga pendidik dengan keterampilan yang relevan menghadapi perkembangan teknologi. Ke depan, pemanfaatan AI diharapkan mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik di era digital.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online