Ini Rekayasa Lalu Lintas di Kronggahan Saat Pemasangan Girder Tol
Pemasangan girder Tol Jogja–Solo di Simpang Kronggahan memicu pengalihan arus lalu lintas dan skema U-turn sementara.
Suasana sosialisasi Beasiswa Sleman Pintar di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) pada Minggu (5/7/2026)./Istimewa -- Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman.
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman terus menggenjot upaya pemutusan kemiskinan struktural melalui sektor pendidikan. Salah satu langkah strategis yang diakselerasi adalah program Beasiswa Sleman Pintar, yang menargetkan lahirnya minimal satu sarjana dari setiap keluarga miskin di wilayah tersebut.
Program ini menjadi tulang punggung kebijakan jangka panjang Pemkab Sleman dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan antar generasi.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan beasiswa ini bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi investasi masa depan bagi masyarakat kurang mampu agar memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses perguruan tinggi.
“Kesempatan ini tidak dimiliki semua anak. Karena itu saya minta orang tua ikut mengawasi dan terus memotivasi anak-anaknya agar fokus belajar dan tidak menyia-nyiakan peluang,” ujar Harda saat sosialisasi Beasiswa Sleman Pintar di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Orang tua diminta aktif memantau perkembangan akademik anak serta memberikan dorongan moral agar mahasiswa tetap berkomitmen menyelesaikan studi tepat waktu.
Harda juga memastikan keberlanjutan program akan terus diperjuangkan bersama DPRD Sleman. Pendanaan Beasiswa Sleman Pintar berasal dari optimalisasi APBD, mulai dari pajak daerah, retribusi, pengelolaan aset, hingga dukungan dana insentif dari pemerintah pusat.
“Dana ini adalah milik rakyat yang dikembalikan untuk rakyat. Kami akan terus menjaga agar program ini berjalan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia pun berbagi pengalaman hidup sebagai anak dari keluarga prasejahtera. Keterbatasan, menurutnya, bukan penghalang untuk sukses, melainkan pemicu untuk bekerja lebih keras dan meraih masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), Danang Maharsa, menjelaskan bahwa pendidikan menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan.
Ia memaparkan tiga strategi utama Pemkab Sleman dalam pengentasan kemiskinan, yakni perlindungan sosial bagi kelompok non-produktif, peningkatan keterampilan bagi usia produktif, serta intervensi pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar.
“Secara empiris, kemiskinan sering diwariskan karena keterbatasan akses. Pendidikan dan keterampilan adalah cara paling efektif untuk memutus siklus tersebut,” jelas Danang.
Melalui program “Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana”, Pemkab Sleman menanggung biaya pendidikan mahasiswa sehingga keluarga tidak lagi terbebani biaya kuliah.
“Tugas mahasiswa hanya satu: belajar dengan sungguh-sungguh, tangguh, cepat lulus, dan berprestasi,” tandasnya.
Keunggulan lain dari program ini adalah konsep perkuliahan yang terintegrasi dengan magang industri. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di kelas, tetapi juga pengalaman langsung di dunia kerja, bahkan berpeluang memperoleh penghasilan selama masa studi.
Skema kolaborasi yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, orang tua, dan dunia usaha ini terbukti efektif. Model “gotong royong” tersebut bahkan menarik perhatian nasional.
Program Sleman Pintar mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dan menjadi rujukan berbagai daerah. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga telah melakukan studi banding untuk mempelajari implementasi program ini.
Dalam kegiatan sosialisasi, turut ditampilkan testimoni mahasiswa penerima beasiswa yang telah mencetak berbagai prestasi. Kisah mereka menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih kesuksesan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemasangan girder Tol Jogja–Solo di Simpang Kronggahan memicu pengalihan arus lalu lintas dan skema U-turn sementara.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Mendikdasmen ungkap skema kantin dalam program MBG masih dikaji, bantuan hanya untuk siswa yang membutuhkan.
Platform Sapa UMKM jadi strategi pemerintah untuk pembinaan berbasis data dan membuka kemitraan UMKM dengan industri besar.
Kemendag dorong UMKM penuhi syarat ekspor global. Regulasi ketat jadi tantangan utama, termasuk standar kesehatan dan lingkungan.