Gempa NTT Tewaskan 91 Orang, Pengungsi Capai 161.084 Orang
BNPB mencatat korban meninggal akibat gempa NTT mencapai 91 jiwa dan 161.084 pengungsi hingga Minggu, 23 Agustus 2026.
Kemendikdasmen meluncurkan Gerakan PSPB untuk memperkuat kolaborasi pendidikan dasar dan menengah melalui tata kelola yang terstruktur dan akuntabel. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB) sebagai langkah memperkuat tata kelola kolaborasi berbagai mitra dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah.
Peluncuran gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya mentransformasi pola kerja sama pendidikan nasional agar lebih terarah, efisien, dan memberikan dampak nyata bagi satuan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, maupun peserta didik.
Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan pemerintah ingin memastikan seluruh pihak yang ingin berkontribusi terhadap dunia pendidikan dapat terhubung melalui mekanisme kolaborasi yang lebih efektif.
“Kami ingin memastikan bermitra dengan semua, memastikan kolaborasi yang lebih efisien. Dari yang semula mungkin masih belum tepat sasaran, kami ingin mengubahnya menjadi kerja sama yang lebih bergerak dan berdampak,” katanya dalam kegiatan bertajuk "Aktivasi Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu" di Plaza Insan Berprestasi Gedung A Kemendikdasmen di Jakarta, Senin malam.
Kemendikdasmen Berperan sebagai Fasilitator
Melalui Gerakan PSPB, Kemendikdasmen akan bertindak sebagai fasilitator yang menghubungkan kebutuhan pendidikan dengan berbagai bentuk kontribusi dari para mitra.
Kolaborasi tersebut akan dijalankan melalui mekanisme yang terstruktur, dapat dipantau, serta mengedepankan prinsip akuntabilitas.
Dengan platform tersebut, Kemendikdasmen berupaya mempertemukan kebutuhan di bidang pendidikan dasar dan menengah dengan dukungan multipihak melalui tata kelola kolaborasi yang lebih sistematis.
Menjawab Berbagai Tantangan Pendidikan
Platform Gerakan PSPB dirancang untuk membantu menjawab sejumlah kebutuhan di sektor pendidikan dasar dan menengah.
Beberapa di antaranya meliputi pendampingan pelatihan guru dan tenaga kependidikan, penyediaan bahan ajar digital, pengembangan platform pembelajaran digital, penyediaan infrastruktur digital, hingga revitalisasi sekolah.
Bantuan Disalurkan Langsung kepada Penerima Manfaat
Suharti menegaskan Kemendikdasmen tidak menghimpun maupun mengelola dana yang diberikan oleh para mitra.
Seluruh bantuan, termasuk yang berbentuk uang, akan disalurkan langsung oleh mitra kepada penerima manfaat, baik satuan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, maupun murid.
“Jadi Kemendikdasmen tidak mengumpulkan uang, tidak mengumpulkan sumber dana, tetapi menjadi mitra yang menjadi jembatan antara mitra kontributor dengan penerima manfaat,” demikian Suharti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BNPB mencatat korban meninggal akibat gempa NTT mencapai 91 jiwa dan 161.084 pengungsi hingga Minggu, 23 Agustus 2026.
BMKG mengingatkan gelombang 1,25-2,5 meter di perairan utara RI akibat dampak tidak langsung Siklon Tropis ATSANI.
Polri menetapkan 72 tersangka kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan serta menelusuri dugaan pemodal di balik pembakaran lahan.
Rumah dua lantai di Mangkang, Semarang, terbakar. Ratusan botol minuman beralkohol yang disimpan untuk memasok karaoke ikut hangus.
BMKG mendeteksi 2.945 titik panas di Sumatra, dengan 491 titik berada di Riau. Asap karhutla mengganggu jarak pandang Pekanbaru.
Film Laut Bercerita tayang serentak di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026, sehari setelah peringatan Hari Sumpah Pemuda.