Jadwal SIM Keliling Sleman 24 Oktober 2026 di SCH Malam Ini, Cek Jadwalnya
SIM Keliling Malam Sleman hadir di Sleman City Hall pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 19.00–21.00 WIB. Simak jadwal dan syaratnya.
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat revitalisasi infrastruktur pendidikan di berbagai daerah dengan target tidak ada lagi bangunan sekolah rusak, terutama kategori rusak berat, pada 2028. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga memperkuat peran keluarga dalam membatasi penggunaan gawai pada anak untuk menjaga kesehatan mental generasi muda.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan pembenahan sarana dan prasarana sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung proses pendidikan.
"Bapak Presiden menjanjikan di tahun 2028 sudah tidak ada lagi bangunan sekolah rusak, terutama yang rusak berat," ujar Fajar saat menghadiri Groundbreaking TK Aisyiyah Pembina, Banguntapan, Bantul, Jumat (24/7/2026).
Rp90 Triliun untuk Perbaiki 71.000 Sekolah
Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp90 triliun pada tahun ini. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki sekitar 71.000 sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Program revitalisasi diprioritaskan bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat, berada di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), serta sekolah yang terdampak bencana alam.
Secara bertahap, pemerintah menargetkan perbaikan terhadap 86.000 sekolah hingga akhir 2026. Program tersebut kemudian akan terus dipercepat agar seluruh sekolah yang mengalami kerusakan dapat ditangani paling lambat pada 2028.
Kemendikdasmen juga mengembangkan konsep sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik.
Kemendikdasmen Soroti Dampak Gawai terhadap Anak
Selain membenahi infrastruktur pendidikan, Kemendikdasmen menilai penguatan peran keluarga menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Fajar menyoroti kondisi ketika penggunaan media sosial dan gawai semakin mendominasi kehidupan Generasi Z. Menurutnya, situasi tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan mental apabila tidak disertai pengawasan dari keluarga.
"Sekarang ini banyak studi yang mengatakan, sebagian besar generasi hari ini—Generasi Z—itu dibesarkan oleh media sosial, dibesarkan oleh gawai. Mereka diasuh oleh internet, mereka diasuh oleh handphone, bukan diasuh oleh orang tuanya," tegas Fajar.
Pemerintah Perkuat Regulasi Pembatasan Gawai
Sebagai langkah penguatan perlindungan anak, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dan Perlindungan Anak (PP Tunas).
Selain itu, Kemendikdasmen juga mengeluarkan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai sebagai pedoman bagi satuan pendidikan dan orang tua.
Menurut Fajar, kebijakan tersebut sejalan dengan langkah yang telah diterapkan sejumlah negara, seperti Singapura, Australia, Denmark, dan Norwegia yang melarang penggunaan telepon seluler bagi anak berusia di bawah 16 tahun.
Peran Keluarga Masuk Draf Perubahan UU Sisdiknas
Fajar menjelaskan keterlibatan keluarga juga akan diperkuat dalam draf Perubahan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).
Konsep Tri Pusat Pendidikan, yang selama ini mencakup keluarga, sekolah, dan masyarakat, akan diperluas dengan menambahkan peran media sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.
Melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, orang tua, dan media, Kemendikdasmen berharap pembiasaan penggunaan gawai secara proporsional dapat diterapkan sejak usia dini sehingga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat sekaligus menjaga kesehatan mental anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SIM Keliling Malam Sleman hadir di Sleman City Hall pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 19.00–21.00 WIB. Simak jadwal dan syaratnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 25 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Juan Martínez Munuera ditunjuk memimpin El Clasico Barcelona vs Real Madrid. Simak rekam jejak, kontroversi, dan catatan kedua tim.
Kongo memulai uji klinis TUMAINI untuk menguji kandidat vaksin Ebola Bundibugyo. WHO mencatat 9.552 kasus terkonfirmasi per 21 Oktober 2026.
Veda Ega Pratama meraih pole position Moto3 Australia 2026 dengan waktu 1 menit 35,299 detik. Ia mengaku senang dan siap menghadapi balapan.
Pengiriman PC global turun 21% pada kuartal III 2026. Lenovo masih memimpin, sedangkan Apple dan Asus mencatat kenaikan pangsa pasar.