Anak Sulit Membaca? Kenali Tanda Disleksia Sejak Dini

Newswire
Newswire Selasa, 15 September 2026 18:47 WIB
Anak Sulit Membaca? Kenali Tanda Disleksia Sejak Dini

Ilustrasi anak-anak tengah belajar membaca/magnific

Harianjogja.com, JAKARTA— Tanda disleksia pada anak perlu dikenali orang tua dan guru sejak anak mulai belajar membaca, termasuk ketika mempelajari bentuk serta bunyi huruf. Kesulitan membaca ini umumnya mulai lebih terlihat ketika anak memasuki sekolah dasar.

Dokter spesialis anak subspesialis tumbuh kembang pediatri sosial konsultan Farid Agung Rahmadi mengatakan gangguan belajar spesifik dengan hambatan membaca atau disleksia dapat mulai dikenali dari kesulitan anak membedakan dan mengidentifikasi huruf.

Hal tersebut disampaikan dr. Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A, Subsp. T.K.P.S.(K), yang merupakan anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dalam seminar tentang disleksia pada anak yang digelar IDAI secara daring pada Selasa.

Tanda Disleksia pada Anak Kelas 1-3 SD

Menurut Farid, tanda disleksia pada anak kelas 1 sampai 3 sekolah dasar dapat terlihat ketika anak mengalami kesulitan membedakan atau mengidentifikasi huruf beserta bunyinya.

"Ketika kelas 1 sampai 3 itu anak mengalami kesulitan belajar membedakan atau mengidentifikasi huruf ini bunyinya bagaimana. Ketika ditambah dengan huruf vokal, maka juga sulit untuk mengeja," kata anggota IDAI tersebut.

Selain kesulitan mengenali huruf dan mengeja, anak dengan disleksia bisa mengalami hambatan ketika membaca kata sederhana. Anak juga dapat membaca dengan lebih lambat, menghindari kegiatan membaca dan menulis, serta mengeluh cepat lelah, pusing, atau mengantuk ketika membaca.

Pada anak kelas 4 sampai 6 sekolah dasar, gangguan belajar tersebut dapat terlihat dari nilai mata pelajaran tertentu yang konsisten rendah. Kondisi tersebut dapat terjadi meskipun anak sebenarnya memahami informasi yang disampaikan.

Anak juga bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk mengerjakan soal atau pekerjaan rumah. Selain itu, mereka dapat mengalami stres ketika ujian hingga merasa dirinya bodoh.

Hasil Tes Lisan dan Tertulis Bisa Berbeda

Farid mengatakan tanda disleksia juga dapat dilihat dari adanya perbedaan hasil antara tes lisan dan tes tertulis.

"Ketika soalnya dibacakan, anak jauh lebih baik hasilnya daripada tes yang tertulis," katanya.

Karena itu, orang tua dan guru perlu memperhatikan pola kesulitan belajar anak, termasuk kesenjangan antara kemampuan memahami informasi secara lisan dengan hasil akademik pada bidang tertentu.

Namun, Farid mengingatkan orang tua agar tidak langsung menganggap anak mengalami gangguan belajar spesifik ketika anak mengalami hambatan belajar membaca saat masih berada di taman kanak-kanak (TK).

"Jangan menegakkan istilahnya, anak ini gangguan belajar spesifik padahal masih TK," katanya.

Stimulasi Mengenal Huruf Bisa Dilakukan Sejak Dini

Farid menyampaikan stimulasi dan pengenalan huruf boleh dilakukan sejak dini. Apabila anak mengalami hambatan ketika diajari mengenal huruf dan membaca pada usia TK, pembelajaran secara berulang dan lebih terstruktur dapat menjadi salah satu opsi solusi.

Orang tua dan guru juga perlu memperhatikan tanda-tanda kesulitan belajar yang menetap selama sedikitnya enam bulan. Hal tersebut termasuk melihat kesenjangan antara pemahaman lisan dan nilai akademik anak pada bidang tertentu.

Menurut Farid, perhatian lebih juga perlu diberikan kepada anak yang memiliki orang tua dengan riwayat gangguan belajar spesifik, keterlambatan perkembangan bahasa atau bicara, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), prematuritas dengan berat badan lahir sangat rendah, dan masalah perinatal.

Kapan Anak Perlu Dikonsultasikan?

Ketika menemukan anak mengalami kesulitan belajar, Farid menyarankan orang tua segera berkomunikasi dengan guru mengenai masalah tersebut.

Apabila kesulitan belajar anak dirasakan konsisten, orang tua sebaiknya mengonsultasikan kondisi anak dengan tenaga profesional. Dengan demikian, anak dapat menjalani penilaian dan memperoleh intervensi yang sesuai dengan kebutuhannya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online