Jathilan hingga Heavy Metal Meriahkan Pesta Rakyat ISI Jogja

Yosef Leon
Yosef Leon Minggu, 30 Agustus 2026 12:47 WIB
Jathilan hingga Heavy Metal Meriahkan Pesta Rakyat ISI Jogja

Penampilan jathilan dalam acara puncak Dies Natalis ke-42 ISI Jogja pada Sabtu (29/8/2026). Harian Jogja-Yosef Leon

Harianjogja.com, BANTUL—Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja berubah menjadi ruang perjumpaan seni dan masyarakat selama dua hari, Sabtu dan Minggu (29-30/8/2026). Beragam kesenian rakyat mulai dari jathilan, ketoprak hingga pentas pedalangan menjadi bagian dari puncak Dies Natalis ke-42 ISI Jogja 2026.

Agenda bertajuk pagelaran seni dan pesta rakyat tersebut berlangsung sejak pagi hingga tengah malam. Kegiatan itu juga melibatkan pelaku UMKM di sekitar lingkungan kampus ISI Jogja dan mendapat antusiasme warga sekitar.

Ketua Panitia Pagelaran Seni dan Pesta Rakyat ISI Jogja, Adiyanto Aji, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian Dies Natalis ISI Jogja 2026 yang telah digelar oleh masing-masing fakultas sejak Mei lalu.

“Ini adalah acara puncak dari rangkaian Dies Natalis ISI Jogja 2026. Yang pertama membuka Fakultas Seni Media Rekam, kemudian Fakultas Seni Rupa dan Desain, dan ditutup oleh Fakultas Seni Pertunjukan,” kata Aji, Sabtu (29/8/2026).

Bukan Sekadar Pentas Seni

Menurut Aji, pemilihan kesenian tradisional sebagai bagian utama Pesta Rakyat ISI Jogja memiliki alasan tersendiri. Selama ini, sebagian masyarakat menilai ISI Jogja sebagai institusi seni yang eksklusif dan identik dengan karya-karya Barat.

Padahal, ISI Jogja memiliki program studi yang berkaitan langsung dengan seni tradisi, seperti karawitan dan pedalangan. Karena itu, Pesta Rakyat tahun ini diarahkan untuk membuka ruang interaksi antara kampus dan masyarakat.

“Padahal kami juga punya program studi karawitan, pedalangan dan seni tradisi lainnya. Tahun ini kami berusaha membuka ruang agar masyarakat bisa berkolaborasi dan mengenal ISI lebih dekat,” katanya.

Kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni. Pelaku UMKM di sekitar lingkungan kampus juga dilibatkan sehingga rangkaian acara menjadi ruang bagi masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam kegiatan Dies Natalis ke-42 ISI Jogja.

Dari Reog Kendang hingga Gamelan

Show Director Pagelaran Seni dan Pesta Rakyat ISI Jogja, Evi Purtianti, menjelaskan pertunjukan pada hari pertama diisi berbagai genre dan bentuk kesenian. Penampilan tersebut meliputi reog kendang, band, tari difabel, keroncong, jathilan, karawitan dan gamelan.

Memasuki hari kedua, panggung akan diisi sejumlah pertunjukan hasil open call mahasiswa. Ragam penampilannya mencakup tari, keroncong, musik pop hingga heavy metal.

“Setelahnya pertunjukan akan ditutup dengan pentas akbar empat komposer dalam format orkestra. Pertunjukan tersebut diperkirakan berlangsung sekitar 120 menit," jelasnya.

Dengan rangkaian tersebut, Pesta Rakyat menjadi bagian penutup yang mempertemukan beragam ekspresi seni dalam satu agenda. Pertunjukan tradisional hingga musik dengan karakter modern dijadwalkan hadir dalam rangkaian yang sama.

Penampil Melalui Proses Kurasi

Evi mengatakan panitia tetap melakukan kurasi untuk memastikan kualitas kegiatan. Sedikitnya 11 mitra program studi Fakultas Seni Pertunjukan yang menjadi pengisi acara juga melalui proses tersebut.

Selain melibatkan unsur internal dan mitra program studi, panitia menggandeng tiga mitra kampus. Ketiganya adalah Akademi Komunitas Negeri (AKN), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Negeri Jogja (UNY).

Rangkaian pagelaran seni dan pesta rakyat tersebut menjadi puncak Dies Natalis ke-42 ISI Jogja 2026 setelah agenda sebelumnya digelar oleh masing-masing fakultas sejak Mei. Melalui kegiatan itu, kampus sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat beragam seni yang berkembang di lingkungan ISI Jogja.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online