Pascagempa Flores, 12 Destinasi Wisata Labuan Bajo Kembali Dibuka
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.
Ilustrasi budaya li terasi membaca buku - ist/Freepik
Harianjogjacom, JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyiapkan buku sejarah tematik yang mengangkat tema kepahlawanan. Buku tersebut diharapkan dapat melengkapi buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global yang telah diterbitkan sebelumnya.
Fadli mengatakan penyusunan buku sejarah tematik tersebut akan melibatkan sejumlah sejarawan. Pemerintah berharap proses pengerjaannya dapat dilakukan pada tahun ini.
“Kita berharap bekerja sama dengan sejarawan lain yang mudah-mudahan bisa kita laksanakan tahun ini,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Menurut Fadli, buku tematik tersebut diperlukan untuk memperkaya cerita mengenai berbagai tokoh penting dalam perjalanan bangsa sekaligus momentum yang berperan dalam pembentukan Indonesia.
Salah satu tema yang akan diangkat adalah sejarah Kerajaan Majapahit. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembahasan mengenai perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Dan kita juga menginisiasi buku tentang mempertahankan kemerdekaan Indonesia terutama pada 1945-1950 itu sudah kita mulai prosesnya,” katanya.
Buku Biografi Pahlawan Nasional
Sebelumnya, Fadli Zon juga mengungkapkan Kementerian Kebudayaan tengah menyusun buku khusus mengenai para Pahlawan Nasional beserta biografi masing-masing tokoh.
Dalam penyusunannya, Kementerian Kebudayaan akan bekerja sama dengan Kementerian Sosial serta melibatkan para peneliti. Data dan hasil penelitian mengenai para tokoh menjadi salah satu dasar dalam penulisan buku tersebut.
“Kita sedang menyusun juga buku tentang para pahlawan dengan biografinya sendiri. Yang tadi kita sudah kerja sama dengan Kementerian Sosial, semua hasil penelitian dari tokoh-tokoh pahlawan itu, penelitian dari tokoh-tokoh ini, jadi tidak sembarangan gitu,” ujar Fadli (10/11).
Fadli mengatakan buku tersebut akan memuat kisah para pejuang yang telah memperoleh gelar Pahlawan Nasional dari masa ke masa.
Cakupannya dimulai sejak pemerintahan Presiden Soekarno hingga era Presiden Prabowo Subianto. Dengan demikian, buku tersebut diharapkan dapat menjadi dokumentasi mengenai perjalanan pemberian gelar Pahlawan Nasional di Indonesia.
“Nanti kita akan membuat buku khusus tentang para pahlawan yang telah diberikan dari masa Presiden ke Presiden, dari zaman Bung Karno sampai sekarang zaman Pak Presiden Prabowo,” jelasnya.
Fadli menambahkan Kementerian Kebudayaan bersama para sejarawan dari perguruan tinggi akan terus melakukan penelitian untuk mendukung penulisan ulang sejarah Indonesia, termasuk mengenai perjalanan hidup para Pahlawan Nasional.
Ia menegaskan penyusunan buku tersebut dilakukan berdasarkan penelitian panjang mengenai kehidupan dan perjuangan para pahlawan. Hasil penelitian itu nantinya menjadi bagian penting dalam penyusunan narasi sejarah yang lebih komprehensif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.
Restitusi PPN yang belum cair dikhawatirkan mengganggu cash flow industri hingga memicu PHK dan pailit.
Wisata dan pembangunan di hulu Gajah Wong Sleman dinilai perlu memperhatikan daya dukung lingkungan untuk menjaga air dan ekosistem.
Guru PPPK mendapat kesempatan ikut seleksi CPNS 2027. Pemerintah menegaskan prosesnya melalui seleksi, bukan pengangkatan otomatis.
Lionel Messi resmi pensiun dari Timnas Argentina setelah lebih dari 20 tahun. Ia meninggalkan La Albiceleste dengan sejumlah gelar bergengsi