Begini Praktik Literasi dan STEM Berbasis PISA di Sekolah Jogja

Newswire
Newswire Sabtu, 12 September 2026 14:27 WIB
Begini Praktik Literasi dan STEM Berbasis PISA di Sekolah Jogja

Ilustrasi anak-anak tengah belajar membaca/magnific

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah sekolah di Jogja memperkuat pembelajaran literasi, numerasi, dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan mengacu pada kompetensi Program for International Student Assessment (PISA). Penguatan tersebut diarahkan tidak sekadar meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk murid yang mampu berpikir kritis dalam menghadapi persoalan di sekitarnya.

Praktik transformasi pembelajaran tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan budaya literasi dan numerasi serta integrasi pendekatan STEM berbasis kompetensi PISA.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan transformasi kualitas pendidikan terus diperkuat melalui pendekatan Belajar Mendalam. Pendekatan tersebut mendorong proses pembelajaran berlangsung secara lebih sadar (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful).

Penguatan pembelajaran juga didukung peningkatan kompetensi guru di bidang AI, coding, STEM, dan pendidikan karakter. Selain itu, Kemendikdasmen mengembangkan tata kelola data pendidikan, melakukan revitalisasi satuan pendidikan, serta memanfaatkan teknologi pembelajaran yang lebih interaktif.

SMPN 9 Yogyakarta Terapkan Pendampingan Literasi dan Numerasi

Salah satu praktik tersebut diterapkan SMPN 9 Yogyakarta melalui program Pendampingan Literasi dan Numerasi. Program ini secara khusus diarahkan untuk memperkuat kemampuan murid berdasarkan kompetensi PISA.

Kepala Sekolah SMPN 9 Yogyakarta Agus Margono mengatakan program tersebut diterapkan melalui integrasi soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam asesmen harian. Pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan STEM juga menjadi bagian dari penerapannya.

“Kami menerapkan program Pendampingan Literasi dan Numerasi yang berfokus pada penguatan kemampuan literasi dan numerasi murid berbasis PISA. Program ini diwujudkan melalui pengintegrasian soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) ke dalam asesmen harian, penguatan pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan STEM,” kata Agus Margono.

Menurut Agus, penerapan program berbasis PISA membawa dampak terhadap pola pikir murid sekaligus capaian sekolah. Perubahan signifikan terlihat pada pola pikir dan daya kritis para murid.

Murid tidak lagi sekadar menghafal materi, tetapi mulai mampu menganalisis persoalan lingkungan dan sosial di sekitar mereka menggunakan pendekatan logis dan matematis.

“Ini berdampak langsung pada peningkatan skor capaian Asesmen Nasional pada indikator Literasi dan Numerasi sekolah, serta peningkatan jumlah murid yang meraih prestasi dalam kompetisi sains dan teknologi,” kata Agus.

Untuk mengoptimalkan pembelajaran STEM, SMPN 9 Yogyakarta juga meningkatkan kapasitas guru melalui Komunitas Belajar internal dan in-house training mengenai modul ajar interaktif. Kolaborasi lintas mata pelajaran, seperti IPA, Matematika, dan Informatika, turut didorong dalam proses pembelajaran.

“Sekolah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dan pendampingan sebaya antarguru untuk mengatasi tantangan keberagaman tingkat kesiapan awal murid serta perubahan pola mengajar dari metode konvensional,” kata Agus.

SMAN 5 Yogyakarta Perluas Literasi

Praktik serupa juga dikembangkan SMAN 5 Yogyakarta melalui kegiatan Literasi Terpadu. Program tersebut mencakup sejumlah literasi esensial, mulai dari literasi digital, literasi budaya dan kewargaan, literasi sains, literasi finansial, hingga literasi numerasi.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 5 Yogyakarta Rizky Puspitadewi mengatakan penguatan literasi tidak hanya dilakukan melalui pembiasaan mingguan. Sekolah mengintegrasikan literasi secara sistematis ke dalam evaluasi pembelajaran.

Salah satunya melalui pembiasaan penulisan dan pengerjaan soal berbasis literasi dan numerasi dalam setiap Asesmen Sekolah.

“Dampak nyata dari konsistensi penerapan program literasi dan pembiasaan asesmen tersebut terlihat pada indikator Rapor Pendidikan Sekolah, di mana capaian pada domain Literasi dan Numerasi berhasil mencatatkan, serta mempertahankan angka terbaik secara konsisten,” kata Dewi.

Peningkatan kompetensi guru juga menjadi perhatian SMAN 5 Yogyakarta. Sekolah memberikan berbagai pelatihan, antara lain Implementasi Pembelajaran STEM, Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial.

Penguatan tersebut ditunjang penyediaan media dan bahan ajar proyek agar penerapan pembelajaran dapat berjalan di kelas.

“Selain peningkatan kompetensi pedagogis dan teknis, sekolah secara konkret mendukung operasionalisasi di kelas dengan menyediakan berbagai media pembelajaran serta bahan ajar pendukung yang relevan untuk proyek-proyek STEM,” kata Dewi.

Literasi Diperkuat dengan Soft Skills dan Inovasi

SMAN 5 Yogyakarta tidak hanya mengejar pencapaian akademis. Pembentukan soft skills dan karakter siswa juga diperkuat melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Pada jalur kokurikuler, penguatan dilakukan melalui proyek bertema Rekayasa & Teknologi serta Inovasi Kewirausahaan. Dalam kegiatan tersebut, siswa dilatih berpikir kritis dan kreatif melalui sesi brainstorming ide secara langsung bersama narasumber yang berpengalaman di bidangnya.

Sementara melalui kegiatan ekstrakurikuler, minat dan kecakapan siswa dalam berinovasi, berkolaborasi, serta memecahkan masalah disalurkan melalui Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) dan Klub Robotik.

Berbagai praktik tersebut menunjukkan penguatan literasi, numerasi, dan STEM tidak hanya diarahkan pada capaian nilai. Pembelajaran juga didorong agar membentuk kemampuan siswa dalam menganalisis persoalan, berpikir kritis, berkolaborasi, berinovasi, dan memecahkan masalah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online