Hadapi TKA, Orang Tua Diminta Tak Paksa Anak Ikut Bimbel

Newswire
Newswire Rabu, 09 September 2026 13:22 WIB
Hadapi TKA, Orang Tua Diminta Tak Paksa Anak Ikut Bimbel

Ilustrasi bimbingan belajar/Magnific

Harianjogja.com, JAKARTA— Orang tua diminta tidak memaksakan anak mengikuti bimbingan belajar (bimbel) tambahan untuk menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dewan Pendidikan Nasional menilai bimbel bukan menjadi keharusan karena TKA tidak menentukan kelulusan siswa.

Ketua Dewan Pendidikan Nasional Suyanto mengatakan bimbel pada dasarnya memiliki sisi positif sebagai sarana tambahan untuk mendukung proses belajar siswa. Namun, keberadaan bimbel menjadi persoalan apabila sekolah mewajibkan siswa mengikutinya dan menarik biaya.

“Persoalannya adalah kalau itu diharuskan oleh sekolah, diadakan di sekolah, kemudian bayar, itu tidak boleh. Praktik yang malpraktik. Tapi kalau dilaksanakan oleh lembaga yang profesional dalam arti bimbel itu memang itu menjual jasa pendidikan. Undang-undangnya tidak ada yang melarang," kata Suyanto.

Menurut Suyanto, tingginya antusiasme orang tua mendaftarkan anak ke tempat les justru menunjukkan besarnya aspirasi masyarakat terhadap pendidikan. Kondisi tersebut dinilai lebih baik dibandingkan apabila anak dibiarkan menghabiskan waktu dengan kecanduan gawai.

Meski demikian, ia menegaskan bimbel tetap merupakan bagian dari pendidikan nonformal. Artinya, bimbel berfungsi sebagai tambahan pembelajaran dan bukan sesuatu yang harus dijadikan kewajiban bagi seluruh siswa.

TKA Bukan Penentu Kelulusan

Suyanto juga mengingatkan orang tua dan siswa agar tidak menempatkan TKA sebagai ujian yang menentukan masa depan peserta didik. Sebab, hasil TKA bukan menjadi penentu kelulusan siswa dari jenjang pendidikan yang sedang ditempuh.

Menurut dia, pemahaman tersebut penting agar siswa tidak menghadapi TKA dengan tekanan berlebihan. Orang tua juga diharapkan tidak menjadikan hasil tes sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan proses belajar anak.

Tes Kemampuan Akademik, lanjut Suyanto, lebih berfungsi memberikan informasi mengenai capaian akademik peserta didik melalui standar yang terukur. Hasil tersebut sekaligus dapat menjadi bahan refleksi bagi siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.

Dengan demikian, persiapan menghadapi TKA tidak semata-mata harus dilakukan melalui tambahan jam belajar di lembaga bimbingan belajar. Lingkungan belajar di rumah juga memiliki peran penting dalam membantu siswa memahami materi secara lebih baik.

Orang Tua Jadi Mitra Belajar

Karena itu, Suyanto menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawal proses pembelajaran anak di rumah. Namun, orang tua tidak harus mengambil peran sebagai guru dengan mengajarkan kembali seluruh materi pelajaran kepada anak.

Peran tersebut dapat dilakukan dengan cara yang lebih sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Orang tua dapat menjadi mitra belajar yang membantu menjaga semangat anak dalam mengikuti proses pembelajaran.

Menurut Suyanto, orang tua dapat mendukung semangat Pembelajaran Mendalam dengan mengajak anak berdiskusi mengenai materi yang dipelajari. Selain itu, orang tua juga dapat memberikan umpan balik dan motivasi agar anak tetap memiliki semangat untuk belajar.

Pembelajaran juga dapat diperkuat dengan membantu anak menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan pengalaman serta kehidupan sehari-hari. Cara tersebut diharapkan membuat proses belajar tidak hanya berorientasi pada persiapan menghadapi tes.

Dengan pendekatan tersebut, persiapan TKA dapat ditempatkan secara proporsional. Siswa tetap dapat mempersiapkan diri dan memahami capaian akademiknya tanpa harus mendapatkan tekanan untuk mengikuti bimbel hanya karena tes tersebut dianggap sebagai penentu kelulusan.

Suyanto pun menilai keberadaan lembaga bimbel tetap memiliki ruang dalam sistem pendidikan selama dijalankan secara profesional dan tidak dipaksakan oleh sekolah kepada siswa. Bimbel dapat menjadi pilihan bagi keluarga yang memang membutuhkan tambahan pembelajaran.

Pada saat yang sama, dukungan orang tua di rumah tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan anak. Pendampingan melalui diskusi, motivasi, umpan balik, serta pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari dinilai dapat membantu anak menjalani pembelajaran dengan lebih bermakna.

Dengan demikian, menghadapi TKA tidak harus selalu identik dengan menambah jam les. Yang tidak kalah penting adalah memastikan siswa memahami proses belajar yang dijalani, mengetahui capaian akademiknya, serta mendapatkan dukungan yang cukup dari lingkungan keluarga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online