TKA SMA Gunakan Soal HOTS, Ini Penjelasan Mendikdasmen Abdul Muti

Newswire
Newswire Senin, 26 Oktober 2026 10:07 WIB
TKA SMA Gunakan Soal HOTS, Ini Penjelasan Mendikdasmen Abdul Muti

Foto siswa SMA.- Ilustrasi dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT

Harianjogja.com, TANGERANG SELATAN—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengingatkan peserta Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA untuk menerapkan strategi 3M saat menghadapi ujian. Ketiganya meliputi menguasai materi, mengatur waktu pengerjaan soal, dan membangun mental percaya diri.

Pesan tersebut disampaikan Mu’ti saat meninjau pelaksanaan TKA gelombang pertama hari pertama di SMA Negeri 3 Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Senin.

“Pertama, dikuasai materi. Kedua, manajemen waktu. Karena sering mereka manajemen waktunya kurang bagus. Yang ketiga, mental,” kata Mendikdasmen Mu’ti.

Menurut Mu’ti, persiapan menghadapi TKA tidak cukup hanya dengan berdoa. Para murid juga perlu belajar secara optimal, beristirahat dengan cukup, dan menyiapkan strategi untuk mengerjakan soal.

Kesiapan mental turut menjadi perhatian karena dapat membantu murid mengerjakan soal dengan tenang dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Karena itu, peserta diharapkan mempersiapkan diri sebaik mungkin tanpa terbebani tuntutan hasil yang berlebihan.

TKA Mengukur Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi

Mu’ti menjelaskan TKA menggunakan pendekatan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau higher-order thinking skills (HOTS) sebagai tolok ukur kemampuan akademik murid.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu alasan peserta perlu mempersiapkan diri secara matang. Selain memahami materi, murid perlu mengatur waktu pengerjaan agar dapat menyelesaikan soal dengan baik.

Meski demikian, Mu’ti meminta para peserta tidak menjadikan hasil tes sebagai beban berlebihan. Hasil yang tidak sesuai dengan harapan bukan berarti kesempatan untuk berkembang telah berakhir.

“Tapi, kalau nanti hasil tesnya itu tidak sebagaimana diharapkan, itu bukan hasil segalanya. Masih ada waktu untuk mereka memperbaiki dan itu juga tidak menjadi penentu kelulusan,” kata Mu’ti.

Ia menegaskan hasil TKA bukan penentu kelulusan murid. Dengan demikian, peserta masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan memperoleh hasil lebih baik dalam proses pendidikan berikutnya.

Orang Tua Diminta Tidak Membebani Anak

Mu’ti juga mengingatkan orang tua agar tidak menetapkan target yang melampaui kemampuan anak. Tekanan berlebihan justru perlu dihindari agar murid dapat mengikuti tes dengan lebih tenang.

Sebaliknya, orang tua diharapkan memberikan motivasi dan menumbuhkan keyakinan pada diri anak. Dukungan tersebut diharapkan membantu peserta menjalani TKA dengan baik tanpa merasa terbebani oleh tuntutan hasil.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online