KA Bandara YIA Layani 24 Perjalanan pada Minggu 25 Oktober Ini Jadwal Lengkapnya
Jadwal KA Bandara YIA Minggu, 25 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Bulan Purnama - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Fenomena bulan purnama Hunter’s Moon atau Bulan Pemburu dapat diamati pada Senin (26/10/2026) malam. Masyarakat bisa menyaksikannya dengan mata telanjang tanpa alat bantu khusus, selama cuaca cerah dan pandangan ke arah langit tidak terhalang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini di Jakarta mulai pukul 20.00 WIB. Pada waktu tersebut, posisi Bulan sudah cukup tinggi di langit sehingga lebih mudah terlihat dibandingkan sesaat setelah terbit.
Berdasarkan informasi BMKG, Bulan terbit dari arah timur di Jakarta pada pukul 17.53 WIB. Bulan kemudian mencapai posisi tertinggi pada pukul 23.58 WIB dan diperkirakan terbenam pada Selasa (27/10/2026) pukul 05.10 WIB.
Jadwal tersebut khusus untuk wilayah Jakarta. Waktu terbit dan terbenam Bulan dapat berbeda di daerah lain, sehingga masyarakat perlu menyesuaikan waktu pengamatan dengan lokasi masing-masing.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan Bulan Pemburu, berikut jadwal pengamatan berdasarkan informasi BMKG untuk wilayah Jakarta.
17.53 WIB: Bulan terbit dari arah timur. Pada awal kemunculannya, Bulan masih dekat dengan garis horizon sehingga berpotensi terhalang gedung atau objek lain.
20.00 WIB: Waktu yang disarankan untuk mulai mengamati Bulan karena posisinya sudah cukup tinggi di langit.
23.58 WIB: Bulan mencapai posisi tertinggi di langit Jakarta.
05.10 WIB, Selasa (27/10/2026): Bulan diperkirakan terbenam.
Untuk mendapatkan pemandangan yang lebih jelas, pilih lokasi dengan pandangan langit terbuka dan minim penghalang. Kondisi cuaca juga menentukan keberhasilan pengamatan karena awan tebal dapat menutupi Bulan.
Hunter’s Moon merupakan sebutan tradisional untuk bulan purnama yang muncul setelah Harvest Moon. Istilah ini berasal dari tradisi penamaan bulan yang berkembang di kalangan penduduk asli Amerika, termasuk suku Algonquian, serta pemukim awal Eropa.
Jika Harvest Moon dikaitkan dengan masa panen, Hunter’s Moon berhubungan dengan kegiatan berburu untuk mengumpulkan persediaan makanan menjelang musim dingin di belahan Bumi utara.
Pada masa lalu, ladang yang telah dipanen membuat hewan seperti rusa dan rubah datang mencari sisa hasil panen. Cahaya bulan purnama yang terang juga membantu para pemburu melihat dan melacak hewan pada malam hari.
Nama tersebut tidak selalu merujuk pada bulan purnama di Oktober. Dalam tahun tertentu, Hunter’s Moon dapat muncul pada November, bergantung pada waktu terjadinya Harvest Moon.
Meski memiliki nama khusus, Hunter’s Moon tidak mempunyai karakteristik fisik yang berbeda dari bulan purnama lainnya. Keistimewaannya terletak pada latar belakang sejarah dan tradisi yang melandasi penamaannya.
Dengan demikian, istilah Bulan Pemburu bukan menandakan jenis Bulan yang berbeda. Sebutan itu merujuk pada urutan bulan purnama dalam tradisi penamaan yang berkembang di belahan Bumi utara.
BMKG menyatakan fenomena ini aman diamati secara langsung menggunakan mata telanjang. Masyarakat tidak memerlukan kacamata khusus atau pelindung mata untuk melihat bulan purnama.
Di balik fenomena langit tersebut, BMKG juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk mewaspadai potensi kenaikan muka air laut atau banjir rob.
Pada fase purnama, posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis atau hampir segaris. Kombinasi gaya gravitasi ketiganya dapat memicu pasang purnama, yakni kondisi ketika air laut pasang lebih tinggi dan surut lebih rendah dibandingkan kondisi biasa.
Meski demikian, potensi dan dampak banjir rob berbeda-beda di setiap wilayah pesisir. Masyarakat di kawasan rawan perlu mengikuti informasi kondisi laut dan peringatan resmi dari BMKG serta pihak berwenang setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu, 25 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
MotoGP Malaysia 2026 berlangsung 30 Oktober–1 November di Sepang. Simak jadwal latihan, kualifikasi, sprint race, serta balapan Marc Marquez dan Veda Ega.
Alfamidi mengoperasikan 49 PLTS Atap, memangkas 2.976 ton emisi karbon, dan menghemat 2,2 juta lembar kertas hingga Juni 2026.
Melalui Incess for Humanity, Dompet Dhuafa dan Syahrini mendorong kolaborasi antara lembaga filantropi dan figur publik untuk memperkuat kepedulian sosial.
Progres penggantian Jembatan Kewek mencapai 73,009% per 25 Oktober 2026. Proyek ini ditargetkan selesai pada 25 Desember 2026.
Vaksincom menemukan 69,6% host PHP di Indonesia menggunakan versi kedaluwarsa. Kenali risiko PHP2Shell dan langkah mencegah peretasan.