Metranet Hadirkan Executive Dashboard Berbasis AI, Dukung Efektivitas Operasional DPR
Metranet mendukung penguatan pengelolaan data DPR RI melalui layanan Managed Operation Service Big Data yang mencakup big data, AI, analitik media sosial.
Dosen Gizi Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Nor Eka Noviani/Istimewa
JOGJA—Kasus keracunan yang terjadi di Tasikmalaya dan Bekasi membawa keprihatinan tersendiri, dimana lemahnya pengawasan dan edukasi pada jajanan anak sekolah telah membawa korban. Keracunan dari makanan chikbul atau chiki ngebul yang berasal dari zat nitrogen cair sangatlah berbahaya. Tampilan menarik, terlihat asap dari hasil penguapan gas nitrogen pada makanan memang menjadi daya tarik tersendiri, justru hal tersebut tidak aman untuk dikonsumsi.
Makanan yang mengandung nitrogen cair jika dikonsumsi dapat menimbulkan peradangan, luka bakar, kerusakan hingga kebocoran (perforasi/lubang) pada saluran cerna. Tanda dan gejala yang ditimbulkan mulai dari mual, pusing, sakit perut, hinga muntah darah dan kebocoran usus. Tentunya, penggunaan nitrogen cair pada makanan perlu pengawasan dan aturan penggunaannya.
Hal tersebut menjadikan keprtihatinan tersendiri bagi Dosen Gizi Universitas `Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Nor Eka Noviani, S.Gz. MPH. Novi saat ditemui pada Senin (09/01) memberikan tipsnya untuk memilih jajanan sehat untuk anak sekolah.
Bagaimana memilih jajanan anak sekolah yang aman dan sehat?
Menurut Novi, saat ini banyak makanan jajanan dan street food dengan beragam jenis, rasa, bentuk, warna termasuk produk franchise dari brand lokal mapupun impor. Sebagai masyarakat awam, mustahil untuk menghentikan perkembangan jajanan kekinian tersebut. Hal yang bijak dalam menyikapinya adalah bagaimana membentuk kesadaran dalam perilaku memilih jajanan yang aman dan sehat.
Bagi anak sekolah, sarapan merupakan prioritas dalam memenuhi kebutuhan gizi pagi harinya. Jika belum tercukupi dari sarapan, maka pangan jajanan anak sekolah (PJAS) menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi tersebut. Ada 4 jenis PJAS yakni makanan utama/ sepinggan, camilan (snack), minuman serta buah. PJAS yang sesuai, harus memenuhi kaidah yang aman, bermutu serta bergizi yang disukai oleh anak. Selain itu, kehalalan juga hal yang penting untuk diperhatikan. Berdasarkan Pedoman Jajanan Anak Sekolah untuk Pencapaian Gizi Seimbang dari BPOM, berikut aneka tips memilih jajanan anak sekolah yang aman dan sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metranet mendukung penguatan pengelolaan data DPR RI melalui layanan Managed Operation Service Big Data yang mencakup big data, AI, analitik media sosial.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 7 November 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.
BPS mencatat IPM DIY 2026 mencapai 83,43 atau tumbuh 1,15%. Kota Jogja mencatat nilai tertinggi sebesar 90,28.
FIPGB menyoroti pembatasan gas oleh PGN yang dinilai membuat industri tak sepenuhnya menikmati harga LNG US$13 per MMBTU hingga akhir 2026.
Pemerintah menargetkan revisi keempat aturan DHE SDA rampung akhir November 2026, termasuk relaksasi konversi valas ke rupiah hingga 100%.