Hotel Santika Gunungkidul Salurkan 20 Tangki Air Bersih
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) di Dusun Klayu, Gude 1, dan Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungki
Para siswa SD Tumbuh 4 menampilkan karya pentas seni dalam Tumbuh Fair, di Bale Bankar Sangkring, Rabu (14/12/2023)- Harian Jogja-Lugas Subarkah
BANTUL–Menutup semester satu Tahun Ajaran 2023/2024, seluruh Siswa SD Tumbuh 4 menampilkan pentas seni dalam Tumbuh Fair, di Bale Banjar Sangkring, Rabu (13/12/2023) malam. Karya para siswa merupakan hasil belajar selama satu semester.
Kepala Sekolah SD Tumbuh 4, Indah Dwi Kurniawati, menjelaskan Tumbuh Fair digelar rutin setiap akhir semester, yang kali ini mengangkat tema Nyawiji Anjagi Bumi. “Ini untuk merayakan bersama hasil belajar selama satu semester,” ujarnya.
Dengan tema ini, para siswa didorong untuk mengkampanyekan isu lingkungan, lebih peduli terhadap bumi dan menjaga harmoni dengan alam. Hal ini diimplementasikan dalam karya-karya yang ditampilkan para siswa, yakni bertemakan alam.
Salah satunya tari Lir-ilir, yang menceritakan tentang kehidupan sehari-hari. Ada beberapa penggembala atau dalam bahasa jawa yaitu cah angon dan anak-anak perempuan yang hidup di desa. Tarian ini mengajak untuk hidup sederhana, bekerja sama, saling mendukung, dan bersyukur atas segala sesuatu yang telah kita punya atau sesuatu yang kita terima.
BACA JUGA: Dibangun Pusat, Pemkab Kulonprogo Bakal Ambil Alih Pengelolaan SPAM Kamijoro
Kemudian siswa Upper A menampilkan karya berjudul Menjaga Bumi Mulai dari Diri Sendiri. Karya ini menceritakan kondisi alam kita yang kini semakin rusak dalam sebuah geguritan yang dikemas dalam tarian dan mengajak kita semua untuk mulai merawat alam kita dimulai dari diri.
“Lalu siswa Lower A menampilkan medley gerak dan lagu yang mengajak kita mencintai lingkungan dengan memilah sampah. Kita juga diajak memainkan permainan tradisional dan menari bersama,” kata dia.
Sedangkan siswa Lower B akan menyanyi dan menari dengan tema wiwitan. Wiwitan adalah sebuah perayaan ungkapan rasa syukur hasil bumi masyarakat Jawa. Penampilan ini juga mengajarkan tentang tata krama.
“Berbagai penampilan yang telah kita saksikan mengingatkan dan mengajak kita untuk mencintai dan menjaga lingkungan di sekitar kita dengan berbagai cara, seperti memilah sampah, menjaga hutan dan bersyukur akan hasil bumi yang kita peroleh,” katanya.
Selain pentas seni, dalam Tumbuh Fair juga dipamerkan sejumlah karya siswa hasil belajar. “Jiga dari klub atau ekskul SD Tumbuh 4, ada klub Art and Local Craft dan Batik. Kemudian ada aikido dan tradisional yang sudah ditampilkan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) di Dusun Klayu, Gude 1, dan Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungki
Kawah Sikidang dipadati wisatawan saat libur HUT RI. Kunjungan ke Dieng meningkat hingga 10.000 orang per hari saat akhir pekan.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.