Ribuan Pohon Ditanam di Kawasan Rawan Longsor Lereng Jono
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Kampus Unisa Yogyakarta./Istimewa
SLEMAN—Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta kembali meraih prestasi gemilang dengan memperoleh akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Pengumuman tersebut disampaikan melalui Surat Keputusan BAN-PT No. 8/SK/BAN-PT/Ak/PT/I/2024 pada hari Selasa (16/1/2024).
Akreditasi unggul yang diraih oleh Unisa Yogyakarta merupakan bukti kualitas pendidikan tinggi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi tersebut. Proses akreditasi melibatkan penilaian menyeluruh terhadap berbagai aspek, termasuk kurikulum, tenaga pengajar, fasilitas, manajemen, dan kualitas lulusan.
Rektor Unisa Yogyakarta, Dr. Warsiti, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat menyambut gembira prestasi ini. Akreditasi unggul ini adalah hasil dari kerja keras seluruh civitas academica Unisa Yogyakarta.
“Alhamdulillah Unisa Yogyakarta berhasil meraih Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) Unggul dengan nilai total 369. Artinya Unisa Yogyakarta memiliki prestasi dan kemampuan unggul dilihat dari mutu pendidikannya. Pengakuan Unggul oleh pihak BAN-PT memberi jaminan akan kualitas mutu pendidikan Unisa Yogyakarta. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” kata Warsiti.
BACA JUGA: UNISA Yogyakarta Menggelar Silaturahmi Dengan Orang Tua Wali Mahasiswa Baru
Pencapaian ini juga menunjukkan komitmen Unisa Yogyakarta dalam menjaga standar pendidikan tinggi yang tinggi dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan akreditasi unggul, diharapkan Unisa Yogyakarta dapat terus menjadi pusat pendidikan unggul dan menghasilkan lulusan yang berkualitas, menjadi lulusan yang mampu bersaing di skala nasional maupun internasional.
Dengan perolehan akreditasi unggul, Unisa Yogyakarta diharapkan dapat semakin berkontribusi dalam mencerahkan bangsa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.