Pendidikan Karakter Tak Cukup Jadi Pelajaran
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V (LLDIKTI V) menggelar Anugerah Program Leapfrogging 2025 di The Malioboro Hotel & Convention Center, Selasa (2/12/2025). Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) meraih predikat Universitas Terbaik I untuk kategori kerja sama Joint Resources Program Leapfrogging 2025. /Istimewa.
JOGJA—Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V (LLDIKTI V) menggelar Anugerah Program Leapfrogging 2025 di The Malioboro Hotel & Convention Center, Selasa (2/12/2025). Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) meraih predikat Universitas Terbaik I untuk kategori kerja sama Joint Resources Program Leapfrogging 2025.
Program Leapfrogging merupakan strategi LLDIKTI V untuk mendorong percepatan transformasi sistem pendidikan tinggi yang dicanangkan pada Agustus 2024. Untuk memastikan strategi tersebut berjalan efektif, LLDIKTI V menyelenggarakan evaluasi dan memberikan penghargaan dalam empat kategori, yaitu kerja sama, peningkatan mutu program studi, tata kelola pencegahan dan penanganan kekerasan, serta pengelolaan usulan jabatan fungsional akademik dosen.
Kepala LLDIKTI V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., dalam sambutannya menyatakan bahwa Program Leapfrogging yang baru berjalan satu tahun diharapkan memberi kontribusi signifikan bagi peningkatan kualitas PTS melalui skema berbagi sumber daya, termasuk memungkinkan PTS tanpa laboratorium tetap menyelenggarakan praktikum.
Program ini ditujukan mengakselerasi capaian program studi unggul di wilayah LLDIKTI V hingga 51,15 persen pada 2028, sekaligus menumbuhkan budaya kolaborasi di antara “sedulur limo” sebagai semangat maju bersama. “Saya berharap program Leapfrogging mampu mempertahankan dan memulihkan kembali citra Yogyakarta sebagai barometer perguruan tinggi di Indonesia,” ujarnya.
Penghargaan tersebut diterima oleh Rektor UKDW, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T., yang menyampaikan bahwa capaian ini semakin memperkokoh posisi UKDW dalam bidang kerja sama. Ia mengingatkan Biro Kerja Sama dan Relasi Publik (Biro IV) untuk terus memperkuat tata kelola dan administrasi agar prestasi serupa dapat dipertahankan. “Capaian ini membanggakan, tetapi jangan lengah. Kita harus terus belajar dari banyak pihak agar tetap menjadi yang terbaik,” kata Wiyatiningsih.
Turut hadir Kepala Biro IV, Dr. Phil. Lucia Dwi Krisnawati, yang mendampingi dalam penerimaan penghargaan. Lucia menjelaskan bahwa sebelum penetapan pemenang, LLDIKTI V menyeleksi dan menominasikan tiga perguruan tinggi. Ketiganya kemudian diminta mempresentasikan program kerja sama Leapfrogging dan menjalani wawancara. “Proses seleksi ini memastikan program benar-benar berjalan baik, memberi dampak nyata, serta memiliki rencana pengembangan dan perluasan jejaring,” jelasnya.
Dalam sesi presentasi dan wawancara yang dilaksanakan seminggu sebelumnya, UKDW memaparkan tiga program kerja sama, yakni Interprofessional Education (IPE), sharing Lab Anatomi dari Fakultas Kedokteran, serta pertukaran dosen yang dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UKDW.
Predikat Universitas Terbaik I dalam kategori Kerja Sama Leapfrogging dari LLDIKTI V melengkapi deretan prestasi UKDW sepanjang 2025. Pada Anugerah Kerja Sama yang digelar Agustus lalu, UKDW meraih Terbaik I untuk Pengelolaan Data Kerja Sama, Terbaik II untuk Kerja Sama dengan Pemerintah Daerah/Lembaga Swadaya Masyarakat, dan Juara Harapan I untuk Kerja Sama Internasional.
Menutup pernyataannya, Kepala Biro IV, Dr. Phil. Lucia Dwi Krisnawati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Kami berterima kasih khususnya kepada Prodi Kedokteran dan PBI atas kerja kerasnya. Kemenangan ini adalah hasil kerja bersama; tanpa kontribusi banyak pihak, UKDW tidak akan meraih predikat ini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.