Advertisement

Beasiswa S2 Double Degree Kemenag-Australia Dibuka Januari 2026

Newswire
Sabtu, 24 Januari 2026 - 23:37 WIB
Sunartono
Beasiswa S2 Double Degree Kemenag-Australia Dibuka Januari 2026 Beasiswa pendidikan - ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Peluang studi internasional kembali dibuka Kementerian Agama melalui skema Beasiswa S2 Double Degree yang menghubungkan perguruan tinggi keagamaan Indonesia dengan universitas di Australia. Program ini resmi dibuka mulai 25 Januari hingga 15 Februari 2026 dan menyasar penguatan kapasitas sumber daya manusia pendidikan keagamaan.

Program beasiswa tersebut digagas melalui kolaborasi Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag bersama Australia Awards Indonesia serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sinergi ini diarahkan untuk memperluas jejaring global sekaligus meningkatkan mutu akademik dan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan.

Advertisement

“Program Beasiswa Master Gelar Ganda merupakan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, keunggulan akademik, dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia,” ujar Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin di Jakarta, Sabtu.

Kamaruddin Amin menjelaskan, peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan menempuh masa studi selama dua tahun dengan skema pembelajaran lintas negara. Tahun pertama dijalani di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, sedangkan tahun kedua dilaksanakan di Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL), University of Canberra, Australia.

Menurutnya, kerja sama antara University of Canberra dan UIN Sunan Ampel Surabaya ini merupakan pengembangan dari program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) berbasis co-funding yang selama ini diharapkan oleh LPDP. Skema tersebut dinilai mampu memperluas akses pendidikan internasional bagi sivitas akademika Kemenag.

“Melalui kemitraan dengan universitas-universitas terkemuka di Australia, termasuk University of Canberra, program ini mendukung pengembangan cendekiawan dan profesional yang memiliki jaringan global,” kata dia.

Ia berharap keluarga besar Kementerian Agama dapat memanfaatkan kesempatan strategis ini sebagai bagian dari penguatan kapasitas lembaga pendidikan keagamaan. Program beasiswa ini dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya pendidik.

“Beasiswa S2 Double Degree sangat strategis untuk mengembangkan karier dan memperkuat lembaga pendidikan keagamaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puspenma Kemenag Ruchman Basori menegaskan bahwa beasiswa ini diperuntukkan bagi keluarga besar Kementerian Agama. Sasaran program meliputi pendidik seperti guru, ustadz, dan kiai, tenaga kependidikan pada lembaga pendidikan dasar dan menengah keagamaan, dosen, alumni perguruan tinggi keagamaan (PTK), serta pegawai Kemenag.

Ruchman juga mengajak civitas akademika di bawah binaan Direktorat Jenderal Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, dan Pendidikan Islam untuk mempersiapkan diri secara optimal. Program ini diarahkan sebagai bagian dari kaderisasi guru dan dosen Bahasa Inggris di lingkungan pendidikan keagamaan.

Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree dibuka mulai 25 Januari hingga 15 Februari 2026 dan dilakukan secara daring melalui laman resmi https://beasiswa.kemenag.go.id. Proses seleksi meliputi tahapan seleksi administrasi, tes bakat skolastik, wawancara oleh Kementerian Agama, serta seleksi substansi lanjutan oleh Australia Awards Indonesia berupa tes IELTS dan wawancara khusus.

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi pelamar mencakup batas usia maksimal 40 tahun per 31 Desember 2026. Pelamar merupakan lulusan S-1 atau D-4 dari seluruh program studi dengan Indeks Prestasi Kumulatif minimal 3,00 pada skala 4,00.

Selain itu, pelamar belum pernah dan tidak sedang menempuh pendidikan magister (S-2), memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan skor IELTS minimal 6,0 atau TOEFL ITP 500, serta menyertakan surat rekomendasi dari instansi terkait dan/atau akademisi atau tokoh masyarakat. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaring kandidat terbaik untuk mengikuti program pendidikan internasional ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Militer Iran Siaga Penuh, Tegaskan Persatuan Hadapi Ancaman AS

Militer Iran Siaga Penuh, Tegaskan Persatuan Hadapi Ancaman AS

News
| Minggu, 25 Januari 2026, 00:37 WIB

Advertisement

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Festival Lampion Dinosaurus Zigong Tarik Wisatawan ke Sichuan

Wisata
| Sabtu, 24 Januari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement