Ekspor DIY Tumbuh 8,74 Persen, Pemda Bidik Australia dan China
Ekspor DIY Januari-Juli 2026 tumbuh 8,74% menjadi US$352,58 juta. Pemda DIY mendorong perluasan pasar ke Australia dan China.
Komunitas mahasiswa Bakar Menyala melakukan kegiatan sosial di Panti Asuhan. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Komunitas Bakar Menyala menggelar kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Cipto Siswoyo Bangun Kerto, Kapanewon Turi, Sleman. Komunitas ini dibentuk oleh mahasiswa program studi (Prodi) public relation 2020 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (Fikom UMBY).
Salah satu anggota Bakar Menyala, Salahudin Ayubi menyampaikan melalui kegiatan ini diharapkan bisa mempererat tali persaudaraan dan kekeluargaan antara sesama.
"Bakar Menyala merupakan creative event yang dibentuk oleh Mahasiswa public relation 2020 Fikom UMBY guna membantu sesama," katanya, Senin (23/1/2023).
BACA JUGA : Berapa Biaya Hidup Mahasiswa di Jogja per Bulan?
Dia menjelaskan awal mula terbentuknya komunitas ini dari keresahan empat orang yang ingin mengembangkan kreativitas di berbagai aspek. Mulai dari seni hingga event event yang menarik lainnya.
"Pemikiran inti dari bakar menyala event ini enam orang akan tetapi bakar menyala akan terus mencari partisipan yang ingin mengembangkan kreativitas, event."
Salah satu penerima donasi Bakar Menyala, Usman Nur Chosim mengatakan kegiatan bakti sosial berjalan lancar. Anak-anak di panti senang dengan adanya kegiatan ini.
"Kegiatan ini sebagai acuan bagi keluarga panti asuhan dalam mewujudkan rasa cinta kasih kepada sesama yang nantinya juga dapat diterapkan dalam kehidupan mereka," ucapnya.
BACA JUGA : Ribuan Mahasiswa Kampus Negeri Jogja Kesulitan Bayar
Setelah kegiatan bakti sosial, komunitas Bakar Menyala akan mengadakan kemping selama dua hari di Kaliurang. Tujuannya untuk mempererat tali persaudaraan.
"Dengan kerja sama tim dan kekompakan yang dijalin dalam komunitas Bakar Menyala ini menjadi acuan dalam menggapai tujuan-tujuan yang positif."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor DIY Januari-Juli 2026 tumbuh 8,74% menjadi US$352,58 juta. Pemda DIY mendorong perluasan pasar ke Australia dan China.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.