Kemendikdasmen Luncurkan PSPB, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Bermutu
Kemendikdasmen meluncurkan Gerakan PSPB untuk memperkuat kolaborasi pendidikan dasar dan menengah melalui tata kelola yang terstruktur dan akuntabel.
UIN Sunan Kalijaga memberangkatkan 3.725 mahasiswa ke berbagai daerah Indonesia, hingga empat negara. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta resmi melepas 3.725 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 120, Selasa (7/7/2026). Ribuan mahasiswa tersebut akan menjalankan kegiatan lapangan selama 45 hari di berbagai daerah di Indonesia hingga sejumlah negara, dengan target pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Prosesi pelepasan dipusatkan di halaman Gedung Pusat Administrasi Umum (PAU) UIN Sunan Kalijaga dan ditandai secara simbolis melalui pemukulan gong oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhaidi Hasan.
Menjangkau Indonesia hingga Mancanegara
Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga, Abdul Qoyum, menjelaskan pelaksanaan KKN Angkatan 120 tahun ini memberikan ruang pengabdian yang lebih luas dibanding sebelumnya. Selain ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia, sebagian mahasiswa juga menjalankan program KKN internasional di Malaysia, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan.
Menurutnya, perluasan lokasi tersebut merupakan strategi kampus untuk memperluas pengalaman lintas budaya sekaligus memperkuat jejaring pengabdian pada tingkat global.
Dengan cakupan wilayah yang semakin luas, ia mengingatkan seluruh peserta agar mempersiapkan kondisi fisik dan mental secara optimal. Mahasiswa juga diminta menjalankan seluruh program dengan komitmen tinggi serta selalu mengutamakan keselamatan selama menjalani pengabdian.
Sebaran Mahasiswa di Dalam Negeri
Abdul Qoyum memaparkan sebanyak 1.972 mahasiswa yang tergabung dalam 91 kelompok diterjunkan ke 20 kabupaten di luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sementara itu, 1.634 mahasiswa lainnya yang terbagi dalam 158 kelompok akan melaksanakan KKN di 27 kalurahan yang tersebar di wilayah DIY.
Selain wilayah di Pulau Jawa, lokasi pengabdian juga mencakup sejumlah daerah luar Jawa, yakni Sumba Barat Daya (Nusa Tenggara Timur), Bireuen (Aceh), Karangasem (Bali), Morotai (Maluku Utara), serta Sintang (Kalimantan Barat).
Sebaran tersebut dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman langsung memahami keberagaman budaya, mengenali potensi daerah, sekaligus menyusun program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
KKN Disebut Sebagai Laboratorium Sosial
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Abdur Rozaki, menilai KKN merupakan laboratorium sosial yang mempertemukan mahasiswa dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia.
Menurutnya, pengalaman hidup bersama masyarakat menjadi sarana untuk membangun kepemimpinan, meningkatkan kepekaan sosial, melatih kesabaran, sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
"KKN bukan sekadar Anda datang ke desa, tetapi kesempatan untuk mengenal Indonesia. Jangan menjadi beban bagi masyarakat, tetapi kenali kehidupan mereka dan ikut membangun masyarakat sesuai dengan aset yang mereka miliki," ujar Prof. Abdur Rozaki dilansir dari laman resmi UIN Sunan Kalijaga.
Rektor Dorong Program Berbasis SDGs
Dalam arahannya, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menegaskan tema Pengabdian Nyata, Inovasi Berkelanjutan harus diwujudkan melalui penerapan ilmu pengetahuan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia mengatakan, pelaksanaan KKN tahun ini juga sejalan dengan komitmen kampus dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) melalui Pusat SDGs UIN Sunan Kalijaga.
Berbagai persoalan seperti pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pemerataan akses pendidikan dan layanan kesehatan, pemanfaatan energi bersih, kesetaraan gender, hingga keadilan sosial dinilai menjadi tantangan yang membutuhkan kontribusi nyata perguruan tinggi.
"Karena itu, pahami nilai-nilai SDGs dan terjemahkan dalam berbagai program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Jadikan KKN sebagai ruang belajar sekaligus ruang untuk menghadirkan aksi nyata,” kata Prof. Noorhaidi.
Menutup sambutannya, ia berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater dengan mengedepankan moralitas, integritas, dan etika komunikasi selama berinteraksi dengan masyarakat.
Menurutnya, sikap, tutur kata, serta program kerja mahasiswa akan menjadi representasi nilai-nilai UIN Sunan Kalijaga sebagai perguruan tinggi unggul yang memiliki dampak luas dan bereputasi internasional.
Pemda Harapkan Kolaborasi dengan Masyarakat
Dukungan terhadap pelaksanaan KKN juga datang dari Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro', yang hadir mewakili pemerintah daerah untuk menerima mahasiswa secara simbolis.
Ia menilai kehadiran mahasiswa menjadi peluang untuk menghubungkan inovasi yang lahir dari lingkungan kampus dengan agenda pembangunan di daerah.
“Saya berharap mahasiswa tidak sekadar datang dan menyelesaikan program, tetapi mampu membangun kolaborasi bersama masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang telah dimiliki setiap desa,” tutur pria yang juga merupakan alumni Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jogja tersebut.
Ia juga mengajak mahasiswa agar aktif membangun komunikasi dengan pemerintah desa maupun kalangan pemuda sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
Sebelum diberangkatkan menuju lokasi masing-masing, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan istighasah dan doa bersama yang dipimpin Dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, Adib Sofia, bersama Katib Syuriah PWNU DIY, KH Eddy Mushoffa.
Prosesi tersebut menjadi penutup pelepasan KKN Angkatan 120 sekaligus mencerminkan komitmen UIN Sunan Kalijaga dalam menyeimbangkan penguatan akademik dengan nilai-nilai spiritual selama proses pengabdian kepada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemendikdasmen meluncurkan Gerakan PSPB untuk memperkuat kolaborasi pendidikan dasar dan menengah melalui tata kelola yang terstruktur dan akuntabel.
Sigit Mustofa memimpin Warkaban periode 2026–2029 dengan fokus memperkuat organisasi, kolaborasi, dan kontribusi diaspora Bantul bagi masyarakat.
Menhut Raja Juli Antoni mendorong sektor kehutanan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui konsep green growth tanpa mengabaikan kelestarian hutan.
BKAD Sleman mengajukan pemblokiran rekening yang dipakai dalam penipuan berkedok tagihan pajak daerah. Warga diminta hanya membayar lewat kanal resmi.
Kelurahan Wirobrajan menggencarkan Gerakan Bapak Asuh Trotoar melalui sosialisasi door to door untuk menjaga trotoar tetap bersih, rapi, dan nyaman.
Ribuan lansia masuk daftar tunggu sekolah lansia di Kota Jogja. Tingginya minat membuat Pemkot berupaya menambah sekolah baru.