Timbulsloko Demak Jadi Percontohan Pemulihan Pesisir Pantura
Desa Timbulsloko, Demak, menjadi percontohan pemulihan pesisir berbasis alam setelah satu dekade menghadapi abrasi dan banjir rob.
Penyerahan simbolis voucher pelatihan oleh Direktur Utama GETI Inkubator Amalia S. Prabowo kepada Rektor UMY Gunawan Budiyanto disaksikan oleh Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari./Istimewa
JOGJA—Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) GeTI dengan program GeTI Incubator memberikan voucher pelatihan di lembaganya pada mahasiswa UMY. Program tersebut bagian dari program Kartu Prakarja sekaligus bentuk tanggung jawab sosial LPK GeTI untuk meningkatkan waktu tunggu kerja di kalangan mahasiswa.
LPK GeTI memberikan 10.000 voucher pelatihan dengan dua pilihan, yaitu pelatihan entrepreneur dan pemasaran digital. Pemberian voucher tersebut diintegrasikan dengan program Kartu Prakerja. Sinergi LPK GeTI dengan Kartu Prakerja tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa agar makin singkat waktu tunggu kerjanya.
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menyampaikan pihaknya akan terus memaksimalkan programnya. “Keterampilan adalah kunci bagi angkatan kerja, makanya kami sekarang juga akan sediakan kelas offlinenya, terutama untuk bagian unjuk keterampilan,” katanya di Gedung AR Fachrudin UMY, Jumat (3/2/2023).
Denni menyebut kerja sama multisektor antara pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi diperlukan untuk terus memaksimalkan program Kartu Prakerja. “UMY ini kami uga kerjasama meminta mereka jadi tim assesment silabus pelatihan, agar kualitas pelatihan yang kami berikan juga dapat lebih maksimal,” jelasnya.
Direktur Utama GeTI Incubator Amalia S. Prabowo menjelaskan pemberian pelatihan gratis tersebut sebagai bentuk ikhtiarnya untuk mensukseskan program Kartu Prakerja.
“Program Prakerja dari pemerintahan ini telah terbukti meningkatkan keterampilan masyarakat dan mengurangi pengangguran, ini ikhtiar kami dari sektor swasta, dimana dari perguruan tinggi juga ada. Artinya program Prakerja ini program gotong royong bersama yang harus disukseskan bersama untuk itu kami turut berpartisipasi,” jelasnya, Jumat (3/2/2023).
Amalia menjelaskan mahasiswa UMY yang ingin melatih keterampilan wirausaha dan pemasaran digital dapat menggunakan layanan pelatihannya. “Mahasiswa itu kan punya waktu yang cukup sebenarnya untuk melakukan persiapan sebelum terjun ke dunia kerja, harapannya dengan layanan pelatihan kami ini mempersingkat waktu tunggu kerja,” ujarnya.
Layanan pelatihan yang diberikan GeTI Incubator, jelas Amalia, dilakukan secara online. “Jadi kelasnya online dan dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan waktu pesertanya, artinya sangat fleksibel tidak mengganggu kesibukan mahasiswa justru membantu dan memudahkan mereka untuk meningkatkan keterampilannya,” katanya.
Program pembagian voucher pelatihan, lanjut Amalia, akan dilanjutkan. “Harapan kami tidak berhenti di sini, kedepan program ini semoga diperbanyak lagi sehingga pengentasan pengangguran terdidik dapat dilakukan secara gotong royong oleh siapa saja, termasuk pemerintah dan swasta,” terangnya.
Rektor UMY Gunawan Budiyanto mengapresiasi kerja sama tersebut. “Tentu ini program yang bagus karena dapat membantu mahasiswa kami mempersiapkan diri dengan baik sebelum terjun ke dunia kerja,” katanya, Jumat siang.
Gunawan berharap agar mahasiswanya dapat mengikuti program tersebut dengan baik dan memaksimalkan keterampilannya. “Kebutuhan dunia kerja sekarang memang terus berkembang dan meningkat, keterampilan ini juga harus ditingkatkan maka saya mendorong mahasiswa mengikutinya,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desa Timbulsloko, Demak, menjadi percontohan pemulihan pesisir berbasis alam setelah satu dekade menghadapi abrasi dan banjir rob.
KKMP Demangan memanfaatkan jaringan rumah kos anggota untuk memasarkan produk UMKM dan mengusulkan bantuan kendaraan guna memperluas usaha koperasi.
Lima kambing milik warga Desa Tengklik, Karanganyar, mati atau hilang. BKSDA dan kepolisian dijadwalkan mengecek lokasi dugaan serangan satwa liar.
Lahan kritis di DIY mencapai 70.518 hektare. Gus Hilmy menyoroti alih fungsi hutan, ancaman habitat satwa, dan pentingnya prosedur perizinan.
DPRD DIY berharap pemerintah pusat mendengar aspirasi mahasiswa dalam aksi 20 Oktober 2026 yang membawa tujuh tuntutan evaluasi pemerintahan.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Rabu (21/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.