Hotel Santika Gunungkidul Salurkan 20 Tangki Air Bersih
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) di Dusun Klayu, Gude 1, dan Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungki
Dalam acara pembukaan tampak di tengah Kadinas Dikpora DIY, Didik Wardaya, SE, M.Pd didampingi Kepala BPO DIY, Drs. Priya Santosa, M dan Kasi Pemuda BPO DIY, Rini Admiwati, S.Sos. /Istimewa.
JOGJA—Balai Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (BPO Disdikpora) DIY menggelar Sosialisasi Sentra Kewirausahaan Pemuda (SKP) DIY dengan sasaran 100 peserta yang telah lolos kurasi. Tergabung dalam tim dengan keahlian usaha yang berbeda-beda, sosialisasi ini merupakan serangkaian dari kompetisi untuk mendapatkan bantuan permodalan usaha.
Akan ada total bantuan permodalan Rp126,5 juta untuk enam kelompok usaha. Datang membuka sosialisasi, Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya, mengatakan apabila pemuda perlu memiliki skill dan dukungan dari berbagai sisi.
BACA JUGA : 11 Pengusaha Muda dan 5 Profesional Terima Penghargaan
"Serangkaian kegiatan ini sebagai bekal dalam menjawab tantangan usaha kecil menengah saat ini, terutama untuk pengusaha pemula. Hadiah berupa bantuan permodalan bisa menjadi tambahan modal usaha pemuda," kata Didik di Kantor Disdikpora DIY, Jogja, Selasa (18/7/2023).
Kepala BPO Disdikpora DIY, Priya Santosa, mengatakan apabila kompetisi SKP merupakan agenda tahunan, dan sudah memasuki tahun kelima. "Seleksi Sentra Kewirausahaan Pemuda dalam rangka mendorong pertumbuhan jaringan enterpreneur pemuda," katanya.
Saat ini, tidak semua orang bisa terserap menjadi pegawai, baik di pemerintahan maupun swasta. Kuotanya semakin terbatas. "Maka pemuda yang memiliki ketertarikan dan potensi di bidang usaha perlu mendapat dukungan, untuk nantinya justru bisa membuka lapangan pekerjaan," kata Priya.
Wirausaha menjadi prioritas utama yang BPO Disdikpora DIY intervensi, dengan harapan tidak banyak pemuda yang menganggur. Dari tahun ke tahun ekonomi mulai pulih seiring membaiknya pandemi, intervensi sejenis ini setiap tahunnya juga terus ditingkatkan kuotanya. Dengan berbagai pembekalan dan dukungan, pemuda tidak terasing dalam berkompetisi di dunia yang serba mengandalkan teknologi.
Para pemateri merupakan praktisi dan juga bagian dari penyelenggara kompetisi. Wiyadi dari PT. Nabura Grup memberikan materi Prospek Kewirausahaan Bagi Pemuda. Dia banyak memberikan contoh usaha yang berawal dari bawah sampai bisa sukses. Melihat orang sukses hari ini, kata Wiyadi, maka lihatlah lima sampai sepuluh tahun yang dia lakukan sebelumnya. "Kemungkinan besar bukan kuli, bukan pula jadi karyawan, tapi menginisiasi sebuah peluang menciptakan mesin uang," katanya.
BACA JUGA : BPO Terus Cetak Ratusan Wirausahawan di DIY
Dalam membangun usaha, hanya perlu tiga modal berupa isi otak, fisik, dan jaringan. "Tiga itu saja sudah cukup modalnya," kata Wiyadi. "Ditambah dengan teori positive defiance atau penyimpangan positif. Saat ada permasalahan atau persoalan, maka pola pikirnya pasti ada cara menyelesaikannya, bukan justru menghindar atau menyerah."
Selain Wiyadi, ada pula materi Pentingnya Dunia Digital dalam Pengembangan dan Pemasaran Usaha oleh Andang Kirana (Jogja Digital Academy), Sosialisasi Fasilitas Modal Usaha KUR dan CSR oleh Adam Syadani Sutisna (Bank BPD DIY), Kisah Wirausaha Sukses dan Pengalaman Mengikuti Lomba SKP DIY tahun 2022 oleh Fahmi Nur Priambudi (PT. Sentosa Fishery Indonesia), serta Persyaratan Mengikuti Lomba SKP DIY oleh Sri Nurharyanti (BPO Disdikpora DIY).
Adapun para peserta merupakan kelompok yang berasal dari empat kabupaten dan kota di DIY. Beberapa syarat mengikuti kompetisi ini seperti memiliki legalitas usaha, usia maksimal 30 tahun, satu tim berisi dari tiga orang dengan jenis usaha berbeda-beda, usaha sudah dijalankan lebih dari setahun, sampai proposal usaha. Serangkaian kompetisi akan berlangsung dari Agustus sampai Oktober 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) di Dusun Klayu, Gude 1, dan Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungki
RSUP Dr. Sardjito, UGM, dan PERKI Cabang Jogja menggelar deteksi dini penyakit jantung di Gunungkidul untuk menemukan faktor risiko warga.
Bursa karbon menjadi instrumen ekonomi hijau Indonesia. Simak cara kerja, mekanisme perdagangan, peserta, dan peluang cuan dari unit karbon.
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.
Gempa NTT M7,7 menewaskan 47 orang dan memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi. BNPB mencatat kerusakan masif di sejumlah wilayah.
BNPB mengirim bantuan logistik lewat jalur laut ke Pulau Palue, Sikka, untuk menjangkau korban gempa NTT yang terkendala akses geografis.