Roby Dwi Antono, Commission Artist ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERATIO
berbasis di Yogyakarta, Roby memulai praktik berkaryanya dengan menghadirkan dunia visual yang dipenuhi karakter khas, seperti kelinci, anak-anak, dan hewan
Dokter dari The Institute of Tropical Medicine (ITM) Belgia, Steven Van Den Broucke memaparkan materi dalam peluncuran platform WikiTropica yang berkolaborasi dengan UGM dan konsorsium HITIHE di Jogja, Kamis (7/9/2023)./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, JOGJA—Sebagai upaya menjawab tantangan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama konsorsium Health Information Technology for Indonesia in Higher Education (HITIHE) meluncurkan platform edukasi berbasis digital WikiTropica.
Peluncuran WikiTropica diharapkan bisa memenuhi kebutuhan para tenaga kesehatan dan berbagai institusi pendidikan kesehatan untuk meningkatkan kapasitas di bidang kedokteran tropis.
“WikiTropica ini open access platform untuk pendidikan kesehatan, terutama tentang pendidikan kedokteran tropis. Setiap orang bisa mengakses secara bebas,” kata Principal Investigator Project HITIHE di UGM, Elsa Herdiana Murhandarwati di sela-sela acara peluncuran WikiTropica di Jogja, Kamis (7/9/2023).
Sekilas, platform ini dikembangkan seperti Wikipedia, di mana semua orang bisa mengakses informasi secara bebas dan gratis, bahkan tanpa mendaftar. Namun, platform ini dikhususkan untuk sumber informasi mengenai penyakit tropis.
BACA JUGA: Career Day FEB UGM, BPKH Buka Kesempatan Mahasiswa Berkarir
Elsa menambahkan di situs WikiTropica ada sejumlah menu yang bisa dimanfaatkan para akademisi maupun profesional yang ingin mencari informasi mengenai penyakit tropis. Di antaranya ada lecture notes atau bahan perkuliahan, e-cases yaitu kasus maupun pengalaman pasien dengan penyakit tropis di Indonesia, hingga menu e-panoramas yang dibuat untuk mendukung dokter membuat keputusan klinis.
“Kami di UGM, bersama mitra lainnya dari Indonesia yaitu UNS, kami mengembangkan e-cases, yaitu konten berdasarkan kasus-kasus kedokteran tropis di Indonesia. Seperti kita ketahui, Indonesia masih punya banyak penyakit tropis, seperti demam berdarah, malaria, hingga TBC,” jelasnya.
Principal Investigator Project HITIHE di UNS, Prof. Ari Probandari menambahkan, sebelum diluncurkan, platform ini sudah diujicobakan kepada mahasiswa di UGM dan UNS. Selama dua tahun terakhir, kedua kampus ini aktif mengisi konten di WikiTropica untuk bisa dimanfaatkan oleh pembaca nantinya.
Menurutnya, pembuat konten ataupun pengunggah materi e-cases untuk WikiTropica harus berasal dari anggota konsorsium yang ditunjuk. “Karena kami buat agar bisa memenuhi standar kualitas untuk pembelajaran, maka kami libatkan para ahli di dalam menyusun e-cases. Konten yang kami upayakan dari platform ini sebenarnya adalah pembelajarannya. Jadi siapa saja, ada di mana saja, bisa mengakses ini supaya misalnya dokter yang ada di wilayah terpencil dan dia mendapatkan kasus yang mungkin sulit, dia bisa mengakses platform ini supaya bisa membantu arah diagnosisnya, pengobatannya seperti apa,” ucap Ari.
Adapun, HITIHE merupakan hasil kolaborasi 12 institusi pendidikan di Belgia, Kamboja, Indonesia, Spanyol, dan Belanda. Inisiator WikiTropica dari The Institute of Tropical Medicine (ITM) Belgia, Steven Van Den Broucke menerangkan bahwa mimpi membuat platform ini sudah muncul belasan tahun yang lalu.
Menurutnya, WikiTropica tidak hanya ingin memberi informasi kepada masyarakat tentang penyakit tropis, tetapi juga membantu memerangi penyakit tersebut. Platform ini memandu penyedia layanan kesehatan melalui segala macam tantangan yang terkait dengan diagnosis penyakit tropis. Melalui contoh praktis yang interaktif, penyedia layanan dapat menggali lebih dalam mengenai penyakit menular dan penyakit tropis
Dia juga menekankan pentingnya diagnosis yang akurat. “Diagnosis yang salah menyebabkan intervensi medis yang tidak perlu. Dengan WikiTropica, kami ingin memandu penyedia layanan kesehatan dan mahasiswa kedokteran langkah demi langkah dalam membuat keputusan klinis untuk mencapai diagnosis yang benar. Hal ini penting dalam situasi sumber daya terbatas, di mana tindakan medis berlebihan bukanlah suatu pilihan.".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
berbasis di Yogyakarta, Roby memulai praktik berkaryanya dengan menghadirkan dunia visual yang dipenuhi karakter khas, seperti kelinci, anak-anak, dan hewan
Gelombang panas ekstrem di Prancis tutup Menara Eiffel lebih awal dan pangkas etape Tour de France. Suhu di atas 35 derajat Celsius, siaga merah meluas.
Mario Aji terjatuh di lap 10 dan gagal finis di Moto2 Jerman 2026. Ivan Ortola juara setelah persaingan sengit di Sachsenring, David Alonso crash di lap 19.
Investor Jepang dan Tiongkok melirik KPI Semin di Gunungkidul. Namun hingga kini investasi baru masih sebatas penjajakan dan belum terealisasi.
Lionel Messi rekor 10 assist Piala Dunia, lewati Maradona. Bawa Argentina ke semifinal usai kalahkan Swiss 3-1. Kini siap hadapi Inggris.
Banjir di Guangxi membuat mobil listrik dimanfaatkan sebagai sumber listrik darurat. Fitur V2L membantu warga saat pemadaman listrik meluas.