Gempa M7,4 Guncang Kolombia, 6 Bandara Rusak dan Ditutup
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan merusak enam bandara. Aktivitas penerbangan dihentikan hingga evaluasi infrastruktur selesai.
Ilustrasi budaya li terasi membaca buku - ist/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Tanpa budaya literasi yang kuat akan mengakibatkan penguasaan pengetahuan yang tidak maksimal, dan menjadikan bangsa menjadi tidak produktif. Hal ini diutarakan Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Adin Bondar, Sabtu (30/9/2023).
"Kita semua tahu budaya literasi adalah esensial, terutama dalam menuju Indonesia Emas 2045," katanya saat ditemui seusai acara Diskusi Kelompok Terumpun (DKT) soal Budaya Literasi di Jakarta, Sabtu malam.
Adin mengatakan kebiasaan dalam membaca adalah perilaku yang bisa dibangun ketika ada stimulasi yang kuat, yang seharusnya berawal dari keluarga.
Seperti halnya pengembangan karakter, motorik, dan emosi, kata dia, budaya literasi harus diajarkan sejak dini kepada anak. Sehingga, budaya literasi dapat menjadi budaya yang dikembangkan seorang anak hingga dewasa.
Menurutnya, dengan budaya literasi yang baik, maka beberapa hal buruk lain yang saat ini menjadi persoalan bangsa Indonesia dapat dicegah.
"Seperti halnya mencegah gizi buruk dan stunting. Itu bukan hanya faktor kemiskinan, tapi juga karena ketidak tahuan ingin memberi anak makan apa. Padahal, resources kita bagus," ujarnya.
Adin menegaskan tidak ada negara maju yang tidak memiliki budaya baca dan literasi yang kuat, karena hal tersebut merupakan dasar yang harus dibangun.
BACA JUGA: Cuaca Panas, Dinas Kesehatan DIY Minta Warga Mewaspadai Gangguan Kesehatan Kulit
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Bahasa Kemendikbudristek Prof Aminudin Aziz mengatakan pembentukan budaya literasi sangat penting dan menjadi satu program prioritas nasional, dan diwujudkan dengan adanya Rencana Strategis Nasional yang telah dicanangkan.
Oleh karena itu, Aminudin mengatakan pihaknya telah berupaya dengan mengirimkan sebanyak 15,4 juta eksemplar buku bacaan ke berbagai satuan pendidikan di Indonesia untuk meningkatkan budaya literasi.
Buku yang dikirim untuk peningkatan budaya literasi ini, kata dia, bukan hanya sekadar dikirim tanpa dimanfaatkan. Untuk itu pihaknya mengadakan pelatihan kepada Kepala Sekolah dan guru di satuan pendidikan terkait untuk dapat memanfaatkan buku tersebut secara optimal. "Setelah pelatihan juga tidak dibiarkan, ada proses pendampingan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan merusak enam bandara. Aktivitas penerbangan dihentikan hingga evaluasi infrastruktur selesai.
Liverpool resmi meminjam Ronald Araujo dari Barcelona selama semusim. The Reds punya opsi mempermanenkannya senilai 55 juta euro.
PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) kembali memberangkatkan karyawan terbaik melalui program Trip Reward Umrah Best Employee.
Mensesneg Prasetyo Hadi membantah isu Pratikno sakit dan mundur dari jabatan Menko PMK. Pemerintah juga belum berencana reshuffle.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan Kapolda dan Pangdam bisa dimutasi jika gagal mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.