HUT Ke-6 PDAB Tirtatama, Pelayanan Air Minum Regional Terus Diperkuat
enam tahun perjalanan perusahaan menjadi bukti bahwa sinergi lintas wilayah mampu menghadirkan pelayanan air minum yang andal bagi masyarakat Kartamantul
Tim Pengabdian Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan penyuluhan dan pelatihan pengolahan limbah batik, penyuluhan dan pelatihan penggunaan teknologi pengolahan limbah serta penyuluhan dan pelatihan pewarna batik ramah lingkungan sejak Agustus 2023./ Istimewa
BANTUL—Tim Pengabdian Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan penyuluhan dan pelatihan pengolahan limbah batik, penyuluhan dan pelatihan penggunaan teknologi pengolahan limbah serta penyuluhan dan pelatihan pewarna batik ramah lingkungan sejak Agustus 2023.
Sasaran peserta pelatihan merupakan perwakilan pengrajin batik sekitar iroyudan, Bantul. Program kolaborasi antara tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UAD dan UMKM Erisa Batik, Bantul ini mengambil tema “Penyuluhan dan Pelatihan Teknologi Ramah Lingkungan dalam Mengolah Limbah Batik untuk UMKM Erisa Batik”.
Ketua Tim PkM, Shinta Amelia, mengatakan bahwa program penyuluhan dan pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan untuk mewujudkan gerakan pelestarian lingkungan perairan yakni sungai di sekitar Bantul. Rangkaian kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini telah dimulai sejak bulan Juni 2023 yang lalu.
“Kegiatan pelatihan diselenggarakan secara luring yang bertempat di CV Erisa Batik. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengolahan limbah batik di ikuti oleh pengrajin batik di daerah sekitar Iroyudan”, katanya.
Ketua pengrajin Erisa Batik, Ibu Eko Sumarni mengatakan senang sekali dapat berkolaborasi dengan tim PkM dari UAD. “Kegiatan pengabdian ini bermanfaat sekali dalam memberikan pemahaman tentang pengolahan limbah batik dengan teknologi IoT serta alternatif pewarna alami pada batik. Selain itu, kami pun sedang mencari solusi untuk limbah batik yang kami hasilkan dari kegiatan produksi karena selama ini hanya dibuang begitu saja tanpa diolah terlebih dahulu”, katanya.
BACA JUGA: PkM Fakultas Farmasi UAD Dampingi UMKM Jamu Asy Syifa
Narasumber pada kegiatan penyuluhan dan pelatihan adalah anggota tim PkM yang juga merupakan dosen Universitas Ahmad Dahlan dari Program Studi Teknik Kimia dan Teknik Elektro. Materi pengolahan limbah batik disampaikan oleh Shinta Amelia, S.T., M.Eng. Sedangkan materi teknologi IoT untuk pengolahan limbah disampaikan oleh Liya Yusrina Sabila, S.T., M.T. Adapun materi pewarna alami batik disampaikan oleh Rachma Tia Evitasari, S.T., M.Eng.
Shinta memaparkan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang digelar mendapat respon antusias dari peserta yang sangat tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian tersebut sangat bermanfaat untuk peserta yakni para pengrajin batik. Menurut Shinta, program penyuluhan dan pelatihan ini dapat berkembang untuk pelatihan-pelatihan lainnya.
Kegiatan ini diharapkan menambah pengetahuan dan pemahaman para pengrajin batik untuk menjaga kelestarian lingkungan khususnya sungai dan mulai beralih ke pewarna alami untuk meminimalisisr limbah yang dihasilkan. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
enam tahun perjalanan perusahaan menjadi bukti bahwa sinergi lintas wilayah mampu menghadirkan pelayanan air minum yang andal bagi masyarakat Kartamantul
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M