CLASSY Modifest 2026 Yogyakarta: Panggung Kreativitas Perempuan
Setelah sukses menyambangi berbagai kota di Indonesia, CLASSY Modifest 2026 resmi menutup rangkaian kompetisinya di Yogyakarta pada 27–28 Juni 2026
Fakultas Agama Islam UAD terus berupaya meningkatkan kapasitas keilmuan terutama bidang studi Islam dalam perspektif internasional salah satunya melalui Guest Lecture bersama dengan Akrom Ridwan Fathullah Ali al Makki dari Universitas Ummul Quro' Makkah. /Istimewa.
JOGJA—Fakultas Agama Islam UAD terus berupaya meningkatkan kapasitas keilmuan terutama bidang studi Islam dalam perspektif internasional salah satunya melalui Guest Lecture bersama dengan Akrom Ridwan Fathullah Ali al Makki dari Universitas Ummul Quro' Makkah.
Dekan FAI UAD Arif Rahman mengatakan bahwa dalam rangka memperkuat kajian-kajian keislaman perlu dilakukan recharging dan penguatan berbagai konsep dan teori tentang Islamic Studies.
"Kehadiran ilmu-ilmu agama dalam kerangka berfikir sarjana muslim kontemporer perlu melihat berbagai perspektif untuk menyelesaikan berbagai problematika keumatan kontemporer" ujarnya dalam rilis Minggu (26/5/2024)
International Guest Lecturer yang mengusung tema "Qodhooya Mu'ashiroh fi ad Dirosaat al Islamiyah: Nazhoriyyat wa Tadbiiq" menarik bagi narasumber, Dr. Akrom Ridwan yang berkomentar bahwa tema ini menjadi relevan dengan keilmuan yang dimiliki FAI UAD.
Dalam penjelasan materinya, Akrom membagi tiga aspek garis besar terkait dengan problematika kontemporer umat Islam. Pertama, berkaitan tentang apa dan bagaimana "qadhaya mu'asarah" atau problematika kontemporer. Kedua contoh problematika kontemporer yang dihadapi. Ketiga, tentang beberapa hal yang harus digarisbawahi terkait dengan problematika kontemporer ini.
Akrom menjelaskan bahwa problematika kontemporer umat Islam adalah masalah baik yang terjadi secara lokal maupun secara global. Jika itu terjadi secara lokal maka tentu solusi-solusi yang perlu diambil akan berbeda dengan apa yang terjadi di tempat lain. "Namun jika terjadi secara global maka bisa diperlukan upaya berbagi pengalaman kajian, sehingga bisa menemukan solusi bersama," katanya.
Ia menambahkan hasil pemikiran dan solusi terhadap problematika kontemporer itu sebetulnya tidak sepenuhnya dapat diterapkan untuk seluruh tempat, apalagi jika memang bersifat lokal bukan bersifat global. Sehingga belum tentu fatwa Majma' Buhuth Islamiyah di Mesir atau Lajnan Daimah di Saudi bisa diterapkan di tempat lain atau di wilayah lain, bergantung pada lokal atau globalnya konteks sebuah problematika itu.
Pada asapek kedua, Akrom mengambil contoh masalah-masalah yang mengekor sampai hari ini terjadi, seperti kecanduan gadget, pornografi, hoaks. "Masalah-masalah ini justru perlu mendapat perhatian ekstra oleh sarjana muslim, karena semakin kesini cukup mengkhawatirkan," katanya.
Selanjutnya, aspek ketiga, ia menggarisbawahi dalam mengatasi problematika kontemporer harus diselesaikan dengan cinta dan ilmu (al hub wal ilm).
"Rasa cinta terhadap agama dan kebenaran akan memotivasi seseorang untuk mengatasi berbagai macam problematika yang ada. Namun rasa cinta itu tidak cukup tanpa ilmu. Karena tanpa ilmu maka seseorang tidak tahu apakah yang dia lakukan itu sudah tepat atau belum. Ilmu yang mengarahkan supaya problematika kontemporer itu bisa diselesaikan dengan cara yang tepat," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Setelah sukses menyambangi berbagai kota di Indonesia, CLASSY Modifest 2026 resmi menutup rangkaian kompetisinya di Yogyakarta pada 27–28 Juni 2026
Bank Indonesia mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai US$444,4 miliar atau Rp7.946,6 triliun per Mei 2026. Rasio terhadap PDB tercatat 29,9 persen dan ma
Hainan larang penjualan mobil bensin mulai 2030, target 45% EV. China uji coba elektrifikasi di provinsi kepulauan dengan insentif & kemandirian energi 54%.
Kontroversi halftime show final Piala Dunia 2026! Jeda 20-30 menit, melanggar aturan IFAB. BTS, Shakira, Madonna tampil gratis demi amal. Simak selengkapnya.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Preneur Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman saat ini masih berorientasi pada produksi.
GKJ Wonocatur Bantul menahbiskan Andreas Kurnianto sebagai pendeta baru. Momentum ini diharapkan memperkuat pelayanan gereja, toleransi, dan kerukunan antarumat