Gibran Tinjau Pabrik Motor Listrik, TKDN Tembus 60 Persen
Wapres Gibran tinjau pabrik kendaraan listrik di Tangerang, apresiasi TKDN di atas 60 persen untuk dorong industri nasional.
Presiden Prabowo Subianto. Antara/Galih Pradipta
Harianjogja.com, JOGJA—Akademisi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta menilai paparan Presiden Prabowo Subianto dalam Sarasehan Kebangsaan memberikan perspektif yang lebih utuh mengenai tata kelola negara, ideologi, hingga arah pembangunan nasional. Paparan tersebut dinilai memperkaya pemahaman peserta terhadap konsep kemandirian ekonomi yang menjadi fokus pembangunan Indonesia.
Sarasehan Kebangsaan bertema "Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia" digelar bersamaan dengan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.600 akademisi dari berbagai daerah yang terdiri atas rektor, dekan, dan dosen dari perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Rektor UPN Veteran Yogyakarta Mohammad Irhas Effendi, dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Sabtu, menyampaikan bahwa pemaparan Presiden Prabowo menghadirkan gambaran yang komprehensif mengenai berbagai pendekatan dalam penyelenggaraan negara. Menurutnya, materi yang disampaikan membantu peserta memahami bahwa setiap negara memiliki karakter dan strategi pemerintahan yang berbeda.
"Penjelasan Presiden mengenai ideologi, ekonomi, hingga realisme memberikan pemahaman bahwa setiap negara memiliki pendekatan dan karakteristik yang berbeda dalam menjalankan pemerintahan," kata Irhas.
Irhas berharap Indonesia mampu mengadopsi berbagai nilai terbaik dari beragam pendekatan tersebut sebagai bekal memperkuat pembangunan nasional. Selain itu, ia menilai keterbukaan pemerintah terhadap masukan dari berbagai elemen masyarakat menjadi faktor penting agar berbagai gagasan pembangunan dapat diimplementasikan secara efektif.
Sementara itu, Wakil Rektor UPN Veteran Yogyakarta Sutarto menilai pesan utama yang diterima kalangan akademisi dari pidato Presiden Prabowo adalah komitmen untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri secara ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Sutarto, komitmen tersebut perlu terus dikawal melalui sinergi seluruh komponen bangsa agar berbagai tantangan pembangunan dapat dihadapi secara bersama. Ia juga berharap target Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan melalui konsistensi kebijakan yang berorientasi pada penguatan ekonomi nasional.
Pandangan senada disampaikan Ketua Migas Center UPN Veteran Yogyakarta Sayoga Heru. Ia menilai paparan Presiden memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai arah pembangunan ekonomi nasional sehingga perguruan tinggi memiliki landasan yang lebih kuat dalam menyusun kontribusi akademik sesuai bidang keilmuan masing-masing. Pemahaman tersebut, menurutnya, penting untuk mendukung terwujudnya kedaulatan serta kemandirian ekonomi nasional melalui peran dunia pendidikan tinggi dan riset.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wapres Gibran tinjau pabrik kendaraan listrik di Tangerang, apresiasi TKDN di atas 60 persen untuk dorong industri nasional.
Dokter menjelaskan penyakit rematik jantung akibat infeksi radang tenggorokan dapat memicu kebocoran katup jantung hingga belasan tahun kemudian.
Guru Besar UMY menilai pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan harus dilakukan dengan membangun ekosistem perlindungan yang menyeluruh.
Siswi SMAN 1 Bantul Anggita Ayu Mahanani Hanifah lolos Paskibraka Nasional 2026 mewakili DIY setelah melewati seleksi berjenjang.
Dishub Solo memberi sanksi kepada jukir yang menarik tarif parkir Rp5.000 di atas ketentuan dan mencatut nama RT di Jalan Gajahmada.
GSI SMP Sleman 2026 menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda untuk memperkuat kontingen Sleman pada GSI tingkat DIY.