HUT Ke-6 PDAB Tirtatama, Pelayanan Air Minum Regional Terus Diperkuat
enam tahun perjalanan perusahaan menjadi bukti bahwa sinergi lintas wilayah mampu menghadirkan pelayanan air minum yang andal bagi masyarakat Kartamantul
Tim PKM-KC ITNY 2024 yang terdiri atas Bagas Nur Susanto sebagai ketua Tim, Muhammad Asad Catur Nasrulah (anggota 1), Yahya Ginanjar Endriawan (sebagai anggota 2), dan Asniar Aliyu, ST.M.Eng sebagai Dosen Pendamping
JOGJA–Mahasiswa D3 Teknik Elektronika, Tim PKM KC Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) 2024 menciptakan alat pendeteksi nominal mata uang kertas model virtual reality (Apinetra.Vr)
Seringnya penyandang tunanetra menjadi korban dalam hal jual beli menginspirasi mahasiswa Prodi D3 Teknik Elektronika yang merupakan Tim PKM-KC ITNY 2024 yang terdiri atas Bagas Nur Susanto sebagai ketua Tim, Muhammad Asad Catur Nasrulah (anggota 1), Yahya Ginanjar Endriawan (sebagai anggota 2), dan Asniar Aliyu, ST.M.Eng sebagai Dosen Pendamping untuk menciptakan suatu Alat Pendeteksi Nominal Mata Uang Kertas Model Virtual Reality (APINETRA.VR) yang dapat mendeteksi nominal uang kertas sehingga penyandang tunanetra ini terhindar dari penipuan.
APINETRA.VR didanai oleh Kemendikbudristek melalui skema Program Kreativitas Karsa Cipta (PKM-KC) dilaksanakan selama 4 bulan dimulai pada bulan April 2024.
.jpg)
Gambar 1 Tim APINETRA.VR
Komponen APINETRA.VR
APINETRA.VR terdiri atas dua bagian, yakni bagian depan yang terbuka ke arah bawah dan bagian belakang yang terbuka keatas.
Pada bagian depan terdiri atas camera dan panel LED UV seperti diperlihatkan dalam gambar berikut.
.jpg)
Gambar 2. Bagian depan APINETRA.VR yang terbuka ke arah depan
Bagian belakang yang merupakan letak komponen elektronika yang terdiri atas Baterai, UBEC, Raspberry Pi yang sudah dilengkapi kipas DC.
.jpg)
Gambar 3. Bagian belakang APINETRA.VR yang terbuka ke arah atas
APINETRA.VR ini juga dilengkapi saklar ON-OFF (tombol merah) untuk menghidupkan dan mematikan alat serta Push Button (tombol hijau) yang berfungsi untuk memulai deteksi pembacaan nomial uang kertas.
.jpg)
Gambar 4. Saklar dan Push Button
Prinsip kerja APINETRA.VR
APINETRA.VR (Gambar 5.a) bekerja dengan cara menekan saklar pada posisi ON yang terletak pada bagian atas alat dan panel LED posisi depan akan menyala. Letakkan uang kertas pada dudukannya di bagian depan APINETRA.VR. Camera akan mengambil gambar mata uang dengan cara menekan Push Button. Gambar yang terekan oleh Camera kemudian diolah melalui raspberry pi untuk kemudian dikonversikan ke dalam bentuk suara melalui headphone. Uji coba real APINETRA.VR diperlihatkan dalam Gambar 5.b.
.jpg)
a. APINETRA.VR tampak samping b. Ujicoba APINETRA.VR
.jpg)
Gambar 5. APINETRA.VR
Uji Coba APINETRA.VR
APINETRA. VR ini sudah diujicobaan kepada penyandang tunanetra bernama Tanjung yang berprofesi sebagai pedagan yang seringkali mangkal di POM Bensi Babarsari.
.jpg)
Gambar 6 Uji coba alat pada bapak Tanjung
Respon positif tim PKM-KC dapatkan dari bapak Tanjung yang menyatakan bahwa alat ini bagus dan merupakan hal baru karena sepengetahuan beliau karena belum banyak ada alat deteksi selain nominal mata uang kertas juga mencantumkan keaslian mata uangnnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
enam tahun perjalanan perusahaan menjadi bukti bahwa sinergi lintas wilayah mampu menghadirkan pelayanan air minum yang andal bagi masyarakat Kartamantul
KPK menyebut peluang pemanggilan Perry Warjiyo dalam kasus CSR BI dan OJK bergantung pada kebutuhan penyidik dalam mengungkap perkara.
Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM FEB UI) secara resmi meresmikan At Thohir Vidya Loka
Lebih dari 3.800 orang meninggal akibat gelombang panas di Spanyol. Kebakaran hutan juga memicu evakuasi puluhan ribu warga.
Pemkot Jogja akan menertibkan replika plang Jalan Malioboro yang digunakan jasa foto usai video wisatawan dimintai bayaran viral.
Polda Metro Jaya menegaskan AKP Pardiman tidak ditangkap dalam kasus narkoba dan saat ini masih menjalani pemeriksaan etik.