Kasus Baru HIV di Kota Jogja Turun, Ada Temuan 41 Kasus hingga Juni 2026
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Gedung kampus UMY./ umy.ac.id
Harianjogja.com, BANTUL—Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memilih fokus untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tengah tingginya persaingan perguruan tinggi di DIY. UMY menilai kualitas pendidikan yang unggul jadi daya tarik bagi calon mahasiswa.
Rektor UMY Prof. Gunawan Budiyanto mengaku UMY menawarkan kualitas pendidikan untuk menjaring calon mahasiswa.
Menurut Prof. Gunawan, kualitas pendidikan yang unggul tersebut diwujudkan dalam berbagai bentuk, antara lain melalui kualitas pembelajaran yang memadai, penyediaan dosen yang berkualitas, fasilitas pembelajaran yang mendukung, dan lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan karakter dan keilmuan mahasiswa.
Prof. Gunawan mengaku saat ini 83% program studi yang ada di UMY memperoleh predikat unggul. Predikat tersebut diperoleh untuk program studi sarjana maupun pascasarjana.
"Sementara saat ini belum semua program studi di perguruan tinggi negeri [memiliki predikat] unggul," katanya, Jumat (20/12/2024)
Selain itu, menurut Prof. Gunawan, pihaknya terus meningkatkan fasilitas pembelajaran yang ada. Pihaknya beberapa bulan lalu telah meresmikan asrama mahasiswa yang diharapkan mampu mendukung pembelajaran mahasiswa.
BACA JUGA: Ini Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia Saat Duel Melawan Filipina di Manahan Besok
Kemudian, menurut Prof. Gunawan, 54% dosen yang ada di UMY saat ini telah menempuh program S3 atau bergelar doktor. Pihaknya menargetkan tahun 2026, 75% dosen UMY telah bergelar doktor. "Kami juga meningkatkan jumlah guru besar. Sekarang kita punya 50 orang guru besar," katanya.
Lebih lanjut, Prof. Gunawan menuturkan mahasiswa UMY juga diberikan kesempatan untuk pertukaran pelajar ke luar negeri. Hal itu menurutnya dilakukan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa.
Dari situ, Prof. Gunawan menilai, UMY tidak mengalami persoalan dalam menjaring calon mahasiswa baru. Setiap tahun, ada ribuan orang calon mahasiswa dari dalam negeri dan sekitar 5.000 orang calon mahasiswa dari luar negeri yang memperebutkan kursi untuk menjadi mahasiswa UMY.
"Tapi mahasiswa asing yang kita terima hanya 90-100 orang setiap tahun," katanya.
Dari situ, lantaran UMY daya tampung mahasiswa yang ada terbatas. Setiap tahun, UMY hanya menerima sekitar 4.000 mahasiswa dari dalam dan luar negeri baik di jenjang sarjana maupun pascasarjana.
"Kami tidak mungkin menerima [semua mahasiswa yang mendaftar], mau di mana tempatnya," katanya. Hal itu lantaran setiap kelas yang diselenggarakan maksimal menampung 30 orang mahasiswa. "Pasar kami sudah terbentuk," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.
Jalur pendakian Torean dan Senaru Gunung Rinjani masih ditutup sementara setelah kebakaran berdampak pada 1.098,75 hektare kawasan.
Dugaan politik uang Pilur Panggungharjo belum dapat disimpulkan. Bawaslu Bantul meminta penanganan mengacu regulasi Pilur.