Ranking PISA 2025 ASEAN: Singapura Juara, Indonesia di Posisi 6

Jumali
Jumali Jum'at, 11 September 2026 23:47 WIB
Ranking PISA 2025 ASEAN: Singapura Juara, Indonesia di Posisi 6

Ilustrasi anak-anak tengah belajar membaca/magnific

Harianjogja.com, JOGJA—Singapura menjadi negara dengan capaian PISA 2025 tertinggi di Asia Tenggara. Dari delapan negara ASEAN yang mengikuti asesmen tersebut, Negeri Singa mencatat skor 560 untuk sains, 563 untuk matematika, 535 untuk membaca, dan 563 untuk computational problem solving (CPS).

Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 dirilis Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada September 2026. Asesmen tersebut diikuti lebih dari 760.000 pelajar berusia 15 tahun dari 91 negara dan ekonomi. 

Di antara delapan negara Asia Tenggara yang tercantum dalam perbandingan, Indonesia berada di posisi keenam jika diurutkan berdasarkan skor sains. Indonesia memperoleh 389 poin untuk sains, 364 poin untuk matematika, 365 poin untuk membaca, dan 427 poin untuk computational problem solving.

Singapura Unggul di Tiga Bidang Utama

Capaian Singapura terlihat menonjol pada tiga bidang utama yang diukur PISA, yakni sains, matematika, dan membaca. Negara tersebut memperoleh 560 poin untuk sains, 563 poin untuk matematika, serta 535 poin untuk membaca.

OECD mencatat skor 560 poin menempatkan Singapura di antara negara dengan capaian sains tertinggi dalam PISA 2025. Untuk matematika, skor 563 juga menjadi salah satu capaian tertinggi secara global, sedangkan skor membaca 535 merupakan yang tertinggi di antara negara dan ekonomi peserta.  

Dalam computational problem solving, Singapura mencatat 563 poin. Angka tersebut juga termasuk yang tertinggi di antara peserta PISA 2025.  

PISA merupakan asesmen internasional yang diselenggarakan OECD secara berkala untuk mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan pada persoalan kehidupan nyata. PISA 2025 berfokus pada sains, sekaligus mengukur kemampuan matematika, membaca, dan pemecahan masalah secara komputasional. **

Vietnam hingga Malaysia Masih di Atas Indonesia

Setelah Singapura, Vietnam berada di posisi berikutnya dalam daftar delapan negara Asia Tenggara berdasarkan capaian sains. Vietnam mencatat 457 poin untuk sains, 443 poin untuk matematika, 392 poin untuk membaca, serta 461 poin untuk computational problem solving.

Brunei Darussalam menyusul dengan 439 poin sains, 435 poin matematika, 426 poin membaca, dan 496 poin CPS. Thailand kemudian mencatat 432 poin sains, 407 poin matematika, 392 poin membaca, serta 476 poin CPS.

Malaysia berada di urutan berikutnya dengan 419 poin sains, 397 poin matematika, 393 poin membaca, dan 484 poin computational problem solving. Capaian CPS Malaysia terlihat lebih tinggi dibandingkan negara tersebut pada tiga bidang akademik utama.

Setelah Malaysia, Indonesia mencatat 389 poin untuk sains. Posisi tersebut menempatkan Indonesia di urutan keenam dalam daftar delapan negara Asia Tenggara jika pemeringkatan menggunakan skor sains sebagai acuan.

Skor PISA 2025 Negara ASEAN

Berikut perbandingan skor PISA 2025 delapan negara Asia Tenggara yang mengikuti asesmen:

PeringkatNegaraSainsMatematikaMembacaCPS
1Singapura560563535563
2Vietnam457443392461
3Brunei Darussalam439435426496
4Thailand432407392476
5Malaysia419397393484
6Indonesia389364365427
7Kamboja382366347Tidak tersedia
8Filipina373371367434

Urutan tersebut mengikuti skor sains sebagai acuan utama, yang menjadi bidang fokus PISA 2025. Data perbandingan delapan negara Asia Tenggara menunjukkan Singapura berada di posisi teratas, sementara Indonesia berada di bawah Malaysia dan di atas Kamboja serta Filipina pada skor sains. 

Skor Indonesia Naik di Sains dan Membaca

Hasil PISA 2025 juga menunjukkan perubahan capaian Indonesia dibandingkan asesmen sebelumnya. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat skor sains Indonesia naik dari 383 pada PISA 2022 menjadi 389 pada PISA 2025.

Skor membaca juga meningkat dari 359 menjadi 365. Sementara itu, skor matematika Indonesia berada di angka 364, turun dari 366 pada PISA 2022. 

Untuk computational problem solving, Indonesia mencatat 427 poin. Sementara itu, Kamboja tidak memiliki skor CPS dalam perbandingan tersebut karena asesmen yang digunakan negara itu tidak mencakup domain tersebut.

Hasil PISA 2025 memberikan gambaran mengenai kemampuan siswa Indonesia dibandingkan negara-negara lain di kawasan. Dalam daftar delapan negara Asia Tenggara berdasarkan skor sains, Indonesia berada di posisi keenam dengan capaian 389 poin, sedangkan Singapura tetap menjadi negara dengan skor tertinggi di kawasan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online