Wamendiktisaintek: Perguruan Tinggi Harus Siapkan Lulusan Siap Kerja

Newswire
Newswire Minggu, 07 Juni 2026 04:37 WIB
Wamendiktisaintek: Perguruan Tinggi Harus Siapkan Lulusan Siap Kerja

Perguruan Tinggi - ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, MADIUN—Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof Fauzan menegaskan perguruan tinggi harus mampu membangun keberlanjutan kelembagaan sekaligus memastikan lulusannya relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat. Menurutnya, kampus tidak boleh kehilangan arah dalam memahami siapa yang akan memanfaatkan kompetensi para alumninya di masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Fauzan saat melakukan kunjungan kerja ke Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) di Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pentingnya tata kelola Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkelanjutan di tengah perubahan kebutuhan masyarakat dan tantangan lingkungan yang terus berkembang.

"Perguruan tinggi harus mampu membangun keberlanjutan kelembagaan dan tata kelola Tri Dharma di tengah tantangan dan kebutuhan masyarakat serta lingkungan. Jangan sampai perguruan tinggi tidak paham siapa yang akan menggunakan lulusannya," ujar Fauzan.

Fauzan menjelaskan bahwa institusi pendidikan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk masa depan mahasiswa. Karena itu, perguruan tinggi perlu memahami harapan masyarakat, termasuk para orang tua dan calon mahasiswa yang akan memilih kampus sebagai tempat menempuh pendidikan.

Ia mengungkapkan hasil riset Dewan Pendidikan Tinggi di Kementerian Diktisaintek menunjukkan terdapat sejumlah faktor utama yang menjadi pertimbangan masyarakat saat memilih perguruan tinggi.

"Jawabannya adalah perguruan tinggi harus memberikan kepastian kapan lulus, kemudian yang memiliki jaringan luas, dan perguruan tinggi yang bisa menjamin keberlangsungan hidup mahasiswa dalam arti mudah mencari pekerjaan," jelasnya.

Menurut Fauzan, temuan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Kemitraan dengan sektor pemerintah maupun swasta dinilai penting untuk meningkatkan daya saing lulusan sekaligus memperluas peluang kerja bagi mahasiswa setelah menyelesaikan studi.

Dalam kunjungan tersebut, Fauzan juga memberikan perhatian khusus kepada UMJT yang saat ini masih berada dalam fase pengembangan kelembagaan. Kampus yang sebelumnya bernama Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) itu dinilai memiliki peluang besar untuk menyusun strategi pengembangan sejak dini.

"Mumpung masih baru, harus bisa dipetakan hal-hal yang harus dilakukan," katanya.

Selain aspek kelembagaan dan penguatan jejaring, Fauzan menilai kualitas layanan kepada mahasiswa juga menjadi faktor penting dalam membangun perguruan tinggi yang berdaya saing. Menurut dia, pelayanan kampus tidak cukup hanya berorientasi pada urusan administratif, tetapi juga harus menghadirkan pengalaman belajar yang nyaman dan menyenangkan bagi mahasiswa.

"Pelayanan harus humanis, tidak hanya hanya melayani mahasiswa tapi melayani agar mahasiswa merasa senang," katanya.

Di hadapan sivitas akademika UMJT, Fauzan turut mengajak seluruh elemen kampus untuk optimistis terhadap masa depan institusi tersebut. Ia meyakini UMJT memiliki peluang berkembang menjadi perguruan tinggi besar apabila mampu menjalankan strategi pengembangan yang tepat dan berkelanjutan.

UMJT sebelumnya bernama Universitas Muhammadiyah Madiun. Perubahan nama menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur resmi ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 480/B/O/2026 tertanggal 5 Mei 2026 yang diselenggarakan oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Saat ini, UMJT memiliki sejumlah program studi strategis, antara lain Administrasi Kesehatan, Biokewirausahaan, Ilmu Aktuaria, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komunikasi, Ilmu Lingkungan, Kebidanan (D3), serta berbagai program unggulan lain yang terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online