Dana MBG Belum Cair, Dapur SPPG Cirebon Hentikan Layanan
Dana MBG belum cair, dapur SPPG Pegambiran 1 Cirebon menghentikan layanan. Sebanyak 2.239 penerima manfaat terdampak.
Foto ilustrasi siswa berangkat sekolah menaiki sepeda, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA—Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pada 2026, jumlah siswa yang akan diterima melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan, lebih dari 32.000 siswa akan menjadi bagian dari Sekolah Rakyat pada tahun ini. Angka tersebut meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 15.000 siswa.
“Kami laporkan bahwa tahun lalu sekitar 15 ribu lebih siswa, dan tahun ini meningkat menjadi lebih dari 32 ribu siswa Sekolah Rakyat. Peningkatan ini seiring dengan pembangunan gedung permanen yang terus dilakukan atas arahan Presiden,” ujar Gus Ipul saat bertemu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, peningkatan kapasitas ini tidak lepas dari percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan berupa sekolah berasrama (boarding school) yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang putus sekolah.
Gus Ipul menambahkan, pada Juli 2026 program Sekolah Rakyat genap berjalan satu tahun. Momentum tersebut akan dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari tata kelola, kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga berbagai tantangan implementasi di lapangan.
“Kami ingin memastikan Sekolah Rakyat ini tidak hanya berjalan, tetapi juga terus membaik dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan terampil,” katanya.
Ia juga meminta dukungan penuh dari Kantor Staf Presiden agar program ini bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.
Sementara itu, Kepala KSP Dudung Abdurachman menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung penuh program tersebut. Ia menilai Sekolah Rakyat menjadi salah satu solusi strategis untuk mengatasi persoalan anak putus sekolah dan kesenjangan akses pendidikan.
“Anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah akan ditampung dan dididik melalui sistem berasrama di Sekolah Rakyat,” ujar Dudung.
Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan hidup, sehingga para siswa memiliki bekal yang cukup untuk masa depan.
Dudung menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk memastikan pembangunan fasilitas, penyediaan tenaga pengajar, serta proses pembelajaran berjalan optimal dan berkelanjutan.
Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung target besar Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda diharapkan menjadi lebih kompetitif, produktif, dan berdaya saing tinggi.
Dengan peningkatan jumlah siswa dan penguatan sistem pendidikan, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi solusi nyata bagi anak-anak kurang mampu agar tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dana MBG belum cair, dapur SPPG Pegambiran 1 Cirebon menghentikan layanan. Sebanyak 2.239 penerima manfaat terdampak.
Job Fair Jogja 2026 hadirkan 1.671 lowongan dari 43 perusahaan. Pemda DIY dorong generasi muda siap kerja global.
UGM temukan anomali bawah tanah di lokasi api misterius Sleman. Diduga terkait gas dan rekahan geologi.
GAC mulai produksi AirCab, pesawat listrik tanpa pilot seharga Rp4,5 miliar. Disiapkan untuk wisata udara premium.
PSIM Jogja melepas Deri Corfe dan Ikhsan Chan usai musim 2025/2026. Langkah awal perombakan skuad untuk musim depan.
Jumlah siswa Sekolah Rakyat 2026 tembus 32 ribu. Pemerintah fokus tingkatkan akses pendidikan anak kurang mampu.