Penelitian UI Ungkap Lumut Epifit Efektif Jadi Bioindikator Lingkungan
Penelitian doktoral UI mengungkap lumut epifit berpotensi menjadi bioindikator kualitas lingkungan di kawasan urban yang terdampak polusi udara.
Foto ilustrasi Siswa SMA - dibuat menggunakan artificial intelligence ChatGpt
Harianjogja.com, JAKARTA— Tim Olimpiade Fisika Internasional Indonesia menorehkan prestasi membanggakan dengan membawa pulang lima medali dari ajang 56th International Physics Olympiad (IPhO) 2026. Raihan tersebut terdiri atas satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menilai capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan talenta yang dilakukan secara berkelanjutan sekaligus menunjukkan dedikasi tinggi para peserta dalam bersaing di tingkat internasional.
Kemendikdasmen Sampaikan Apresiasi
Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, mengatakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan perhatian khusus terhadap perjuangan para delegasi Indonesia pada ajang tersebut.
"Bapak Menteri secara khusus menitipkan salam dan ucapan terima kasih banyak. Beliau memberikan atensi yang begitu besar kepada para murid kita yang telah berjuang di ajang International Physics Olympiad ini," ujar Mariman Darto di Jakarta, Rabu.
Mariman berharap prestasi yang diraih para siswa tidak berhenti pada kompetisi semata, tetapi menjadi bekal untuk berkembang sebagai peneliti, inovator, maupun pemimpin masa depan yang mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan bagi kemajuan bangsa.
Ia juga menegaskan pemerintah berkomitmen mendukung keberlanjutan pendidikan para delegasi, termasuk melalui kesempatan melanjutkan studi di perguruan tinggi terbaik sebagai bentuk apresiasi negara.
Pembinaan Berjenjang Dinilai Jadi Kunci
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan keberhasilan tim Indonesia tidak lepas dari proses pembinaan yang dimulai sejak tingkat sekolah hingga Pelatihan Nasional (Pelatnas).
Menurut Irene, pengembangan potensi peserta secara berkelanjutan turut membuka akses terhadap berbagai bentuk dukungan pendidikan, termasuk Beasiswa Talenta Indonesia.
"Melalui pengembangan potensi yang terus ditingkatkan, anak-anak akan mendapatkan manfaat nyata seperti Beasiswa Talenta Indonesia agar karier belajar mereka tetap terjamin," kata Irene.
Peraih Emas Ungkap Tantangan di Kolombia
Salah satu anggota tim Indonesia, Evan Syatia To dari SMAK Penabur Gading Serpong, berhasil mempersembahkan medali emas pada IPhO 2026.
Evan mengungkapkan perbedaan waktu hingga 12 jam di Kolombia sempat menjadi tantangan karena memengaruhi waktu istirahat. Namun, materi yang diperoleh selama Pelatihan Nasional membantunya tetap fokus saat menghadapi ujian teori maupun eksperimen.
Keberhasilan Tim Olimpiade Fisika Internasional Indonesia diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelajar di seluruh Indonesia untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang sains serta berprestasi di tingkat dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penelitian doktoral UI mengungkap lumut epifit berpotensi menjadi bioindikator kualitas lingkungan di kawasan urban yang terdampak polusi udara.
Budaya membaca dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk memperkuat ketahanan keluarga.
Pemanfaatan media sosial sebagai strategi pemasaran dinilai menjadi kunci bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar
Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih satu emas, dua perak, dan dua perunggu pada International Physics Olympiad 2026 di Kolombia.
Umbulharjo menjadi percontohan pengelolaan sampah organik di Jogja. Warga dilatih mengolah sisa dapur dengan metode Losida Vermicompos.
Psikolog menegaskan perlindungan anak harus melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah agar anak tidak menjadi korban kesalahan orang dewasa.