Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama Pendidikan Berbasis AI

Newswire
Newswire Minggu, 26 Juli 2026 13:27 WIB
Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama Pendidikan Berbasis AI

Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee memperkuat kerja sama pendidikan, AI, pembaruan MoU, dan akses belajar. /Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersama Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan. Pembahasan kedua negara mencakup pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam pembelajaran, pembaruan nota kesepahaman (MoU) pendidikan, hingga penguatan akses layanan pendidikan bagi peserta didik.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Singapura menjelang 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027.

AI Dinilai Mampu Perluas Akses Pendidikan

Abdul Mu’ti mengatakan Indonesia menghadapi tantangan besar sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 50 juta peserta didik, termasuk banyak siswa yang tinggal di wilayah pelosok.

Sejalan dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia, Kemendikdasmen terus mendorong pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang lebih fleksibel melalui pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mengurangi kesenjangan layanan pendidikan antardaerah.

"Kita bisa menggunakan teknologi untuk memiliki akses ke internet, kita bisa menggunakan teknologi, termasuk AI, sebagai bagian dari strategi untuk menghilangkan kesenjangan antara pelajar yang tinggal di kota dan pelajar yang tinggal di pelosok negeri," ujar Mu’ti.

AI Tidak Bisa Gantikan Kemampuan Berpikir Kritis

Meski mendorong pemanfaatan AI dalam pembelajaran, Mu’ti menegaskan teknologi tersebut tidak dapat menggantikan kemampuan berpikir reflektif dan berpikir kritis peserta didik.

Menurutnya, AI memiliki keterbatasan dalam memahami bahasa, budaya, maupun konteks lokal sehingga tetap membutuhkan peran manusia.

"Kadang-kadang, AI bisa membantu mereka, untuk memiliki narasi atau deskripsi, tetapi jika berpikir refleksif, dan berpikir kritis, itu tidak banyak," tegas Mu’ti.

Peluang Kolaborasi dengan Temasek dan Perusahaan Singapura

Mendikdasmen juga membuka peluang kerja sama dengan Temasek maupun perusahaan-perusahaan Singapura yang beroperasi di Indonesia untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan pendidikan, terutama bagi peserta didik di wilayah yang berdekatan dengan Singapura seperti Sumatera, sekaligus membantu mengatasi tantangan learning loss.

Selain itu, Mu’ti berharap kedua negara dapat menemukan solusi terbaik agar layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia yang bersekolah di Singapura tetap berjalan dengan baik.

Pertemuan itu juga membahas peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan pekerja migran Indonesia agar semakin profesional selama bekerja di Singapura.

Singapura Usulkan Pembaruan MoU Pendidikan

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee mengusulkan pembaruan MoU kerja sama pendidikan yang terakhir disepakati pada 2017.

Menurutnya, perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial, dan berbagai tantangan global membuat kerja sama pendidikan perlu disesuaikan agar lebih adaptif dan berorientasi ke masa depan.

"Sejak 2017, banyak yang berubah. Teknologi, AI, fokus kita terhadap masalah di seluruh dunia, sehingga secara domestik, kita mengambil peluang, memperbaiki MoU-nya, menyesuaikan, dan membuatnya berorientasi ke masa depan, untuk kolaborasi Indonesia-Singapura," kata Desmond Lee.

Selain pemanfaatan teknologi dan pembaruan kerja sama pendidikan, kedua menteri juga membahas keberlanjutan Sekolah Indonesia Singapura (SIS) yang masa penggunaan lokasinya akan berakhir pada April 2027.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online