AS Perketat Sanksi, Iran Diperingatkan Bisa Bangkrut dalam Hitungan Bulan
AS memperingatkan ekonomi Iran bisa runtuh dalam hitungan minggu atau bulan akibat tekanan sanksi yang terus diperketat.
Foto ilustrasi anak-anak - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Peneliti di Jepang mengembangkan program pendidikan yang dirancang untuk membantu anak menghadapi kesepian dan isolasi sosial. Program tersebut tidak hanya berupaya mengurangi dampak negatif kesepian, tetapi juga mengajarkan anak untuk memahami bahwa menghabiskan waktu seorang diri tidak selalu merupakan sesuatu yang buruk.
Program yang dikembangkan peneliti dari University of Tsukuba, Hirosaki University, dan Toyo Gakuen University itu menyasar siswa sekolah menengah pertama. Hasil penelitian menunjukkan peserta program mengalami penurunan gejala depresi dan kesepian, sekaligus mengalami peningkatan kemampuan untuk mencari bantuan ketika menghadapi persoalan.
Persoalan kesepian dan isolasi sosial pada masa remaja menjadi perhatian karena kondisi tersebut kerap dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan mental. Para ahli menyebut pengalaman tersebut dapat berhubungan dengan depresi, bunuh diri, serta kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial dan meningkatkan risiko masalah kesehatan mental pada masa mendatang.
Program tersebut diberi nama e-Bocchi, singkatan dari Education for Boosting Communication and Confidence for Healthy Independence atau Pendidikan untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Kepercayaan Diri demi Kemandirian yang Sehat.
e-Bocchi dirancang dalam tiga sesi pembelajaran. Masing-masing sesi berlangsung selama 50 menit dan berisi materi yang membantu siswa memahami hubungan antara kesendirian, relasi sosial, serta kesehatan mental.
Dalam program tersebut, siswa diajak mengenali stigma yang melekat pada kesendirian sekaligus memahami sisi positif dari menghabiskan waktu seorang diri. Mereka juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya hubungan dengan orang lain serta cara menikmati waktu sendiri tanpa harus sepenuhnya terputus dari lingkungan sosial.
Selain itu, siswa diberikan pengetahuan mengenai kapan dan bagaimana meminta bantuan kepada orang lain ketika menghadapi masalah.
Metode pembelajaran dibuat agar materi yang relatif abstrak lebih mudah dipahami siswa. Program memadukan aktivitas kelompok dan bermain peran yang difasilitasi guru dengan berbagai materi pembelajaran, termasuk video.
Salah satu pendekatan yang digunakan dalam e-Bocchi adalah pengenalan empat karakter beruang. Karakter tersebut digunakan untuk membantu siswa memahami berbagai cara pandang terhadap kesendirian dan hubungan sosial.
Salah satunya adalah Koko. Karakter tersebut digambarkan menikmati isolasi sosial, tetapi tetap bersedia mencari bantuan ketika membutuhkannya.
Sementara itu, terdapat Kodokun yang memiliki pandangan negatif terhadap kesendirian. Penggunaan karakter dengan karakteristik berbeda tersebut membantu siswa melihat bahwa seseorang dapat memiliki pengalaman dan pandangan berbeda terhadap kondisi ketika sedang sendirian.
Pendekatan tersebut juga membuat pembahasan mengenai kesepian dan hubungan sosial menjadi lebih mudah diterima oleh siswa sekolah menengah pertama.
Para peneliti kemudian menganalisis respons siswa sebelum dan sesudah program diterapkan di sejumlah sekolah menengah pertama di Jepang.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pada sejumlah indikator. Gejala depresi dan perasaan kesepian siswa mengalami penurunan setelah mengikuti program.
Pada saat yang sama, harga diri dan kemampuan siswa untuk mencari bantuan mengalami peningkatan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan mengenai kesendirian dan keterampilan membangun hubungan sosial berpotensi menjadi salah satu pendekatan untuk membantu menjaga kesehatan mental anak dan remaja.
Program e-Bocchi diharapkan dapat tersedia di seluruh Jepang sekitar tahun fiskal 2027.
Hirokazu Tachikawa, profesor psikiatri di University of Tsukuba, mengatakan perubahan cara pandang terhadap kesendirian dapat menjadi bagian penting dalam mencegah persoalan kesehatan pada anak.
"Jika [siswa] dapat mengubah pandangan bahwa mereka harus bergaul dengan semua orang dan memandang kesendirian secara positif, hal ini akan membantu mencegah masalah kesehatan mental dan fisik," kata Hirokazu Tachikawa, profesor psikiatri di University of Tsukuba dilansir Antara, Rabu (2/9/2026).
Program tersebut menunjukkan bahwa kesendirian tidak selalu harus dipandang sebagai kondisi yang negatif. Kemampuan untuk menikmati waktu sendiri, tetap menjaga hubungan dengan orang lain, serta mengetahui kapan harus mencari bantuan menjadi bagian penting dari kemandirian yang sehat.
Dengan pendekatan tersebut, pendidikan mengenai kesehatan mental tidak hanya diarahkan untuk menangani masalah setelah muncul. Pembekalan sejak usia sekolah diharapkan dapat membantu anak mengenali kondisi dirinya, membangun kepercayaan diri, dan mencari dukungan ketika diperlukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
AS memperingatkan ekonomi Iran bisa runtuh dalam hitungan minggu atau bulan akibat tekanan sanksi yang terus diperketat.
Bobot TKA dalam SNBP 2027/2028 berpeluang meningkat setelah evaluasi pelaksanaan TKA 2026 dan pembahasan MRPTNI.
Seto Nurdiantoro dipercaya menjadi Direktur PSS Muda Akademi untuk memperkuat pembinaan dan mencetak talenta baru bagi PSS Sleman.
Bencana Nepal-China menewaskan 1.130 orang. Pakar mengingatkan risiko pembangunan bendungan besar di kawasan pegunungan Himalaya.
Sebanyak 75 ribu orang mengikuti seleksi petugas haji 2026. Dari jumlah itu, kurang dari 1.000 orang akan diterima sebagai PPIH.
Peneliti Jepang mengembangkan program e-Bocchi untuk membantu anak menghadapi kesepian, meningkatkan kemampuan mencari bantuan, dan mencegah depresi.