Ratas di Istana Bahas Program Strategis Kampus, URI Kembali Disorot

Newswire
Newswire Senin, 27 Juli 2026 17:37 WIB
Ratas di Istana Bahas Program Strategis Kampus, URI Kembali Disorot

Mendiktisaintek Brian Yuliarto./Bisnis-Annisa Nurul Amara

Harianjogja.com, JAKARTA— Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri dan kepala badan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026), untuk membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan perguruan tinggi dan dukungan kampus terhadap program prioritas pemerintah.

Pembahasan dalam rapat tersebut turut menyoroti kesiapan perguruan tinggi dalam mendukung program strategis nasional melalui kajian dan riset berbasis data. Di sisi lain, Universitas Republik Indonesia (URI) kembali menjadi perhatian setelah pemerintah menegaskan perguruan tinggi tersebut tidak akan membawahi seluruh kampus di Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 12.50 WIB untuk memenuhi panggilan Presiden Prabowo.

Ia mengaku belum mengetahui secara rinci agenda pembahasan karena pertemuan dengan Presiden belum berlangsung. Namun, dirinya memperkirakan pembahasan berkaitan dengan progres program strategis di lingkungan perguruan tinggi.

"Saya belum tahu nih, dipanggil jam satu nanti kita lihat. Ya tentunya terkait dengan program-program strategisnya, karena kan Pak Presiden selalu berpesan universitas itu harus mem-back-up seluruh program strategis," ujar Brian.

Brian mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai data terkait program perguruan tinggi apabila dibutuhkan dalam rapat tersebut. Data tersebut disiapkan untuk mendukung kebijakan pemerintah yang berbasis kajian dan riset.

"Saya sudah siapkan data-data bagaimana program kampus kita siap untuk mem-back-up dari segi kajian, dari segi research, karena kan Bapak Presiden ingin setiap kebijakan memerlukan data yang valid," katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pembahasan terkait pendirian Universitas Republik Indonesia (URI), Brian membantah hal tersebut.

"Bukan, bukan kayaknya," ujar dia.

Selain Brian, rapat tersebut juga dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani serta Kepala BP BUMN sekaligus COO Dony Oskaria.

URI Tidak Membawahi Seluruh Perguruan Tinggi

Pada kesempatan terpisah, Brian Yuliarto menegaskan Universitas Republik Indonesia (URI) tidak akan membawahi seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

"Tapi bukan berarti URI itu membawahi seluruh kampus-kampus ya, tidak begitu," kata Brian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan peran dan posisi URI secara lebih rinci akan disampaikan oleh Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto.

Terkait rencana pembangunan 10 kampus di bawah naungan URI, Brian menyebut mekanisme pengelolaannya masih dalam tahap kajian.

"Nah, itu masih dalam kajian seperti apa," ujarnya.

Menurut Brian, URI dibentuk untuk menjalankan program afirmasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bertugas di lokasi maupun posisi strategis, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta mendukung berbagai program prioritas nasional.

Sebelumnya, pada Rabu (22/7/2026), Presiden Prabowo Subianto melantik Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur URI dan Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI di Istana Negara, Jakarta.

Usai pelantikan, Donny mengatakan pembentukan URI merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mencetak pemimpin masa depan.

"Jadi, Bapak Presiden ini sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan khususnya. Nah, inilah beliau menginginkan adanya pendidikan-pendidikan, baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan juga di pemerintahan," kata Donny.

Menurut Donny, penguatan kapasitas sumber daya manusia dilakukan melalui integrasi berbagai program dan lembaga pendidikan yang telah ada.

Upaya tersebut meliputi pengembangan Sekolah Unggul Garuda, pendirian Universitas Republik Indonesia, serta integrasi Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Selain itu, pemerintah akan membentuk Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan yang berada di bawah kewenangan Gubernur URI. Menurut Donny, badan tersebut akan membawahi tiga institusi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online