Ini Makna Kelereng dan Karet dalam Suvenir HUT RI
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan alasan kelereng dan karet loncat masuk dalam goodie bag HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Boy Thohir selaku Ketua KIKC, Jend Purn Hendropriono selaku Ketua YWBI menyerahkan beasiswa kepada 3 calon mahasiswa yang diberangkatkan ke Univ Tianjin China September / Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Program beasiswa yang dijalankan Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) bersama Yayasan Warga Bumiputra Indonesia (YWBPI) akan diarahkan lebih fokus pada bidang kedokteran dan sains, teknologi, teknik, serta matematika atau STEM.
Ketua KIKT Garibaldi “Boy” Thohir mengatakan fokus tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan Indonesia terhadap sumber daya manusia di bidang kesehatan dan teknologi.
Menurut Boy, kebutuhan tenaga dokter di Indonesia masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Ia bahkan menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai masih kurangnya jumlah dokter di Indonesia.
“Kayak di Indonesia kan Pak Presiden Prabowo Subianto juga mengatakan kita kekurangan dokter,” kata Boy saat ditemui dalam agenda pelepasan penerima Beasiswa Dharma Bumiputra untuk Indonesia di Fairmont Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2026).
Karena itu, KIKT bersama YWBPI ke depan tidak hanya mempertimbangkan pemberian beasiswa kepada siswa yang baru akan memulai pendidikan. Program tersebut juga berpeluang menyasar mahasiswa yang sudah berada pada tahap akhir pendidikan tetapi menghadapi kendala biaya.
Boy mengatakan skema tersebut dapat menjadi salah satu cara membantu mahasiswa yang membutuhkan dukungan pembiayaan untuk menyelesaikan pendidikan mereka.
“Kita nanti coba mau cari, mungkin ada beberapa siswa-siswi yang sudah tahapannya akhir, tapi mungkin berat dari sisi pendanaan,” ujarnya.
Bidang kedokteran menjadi salah satu perhatian utama karena kebutuhan biaya pendidikan cenderung meningkat pada tahap akhir. Hal itu terutama terjadi ketika mahasiswa harus menyelesaikan pendidikan profesi atau melanjutkan ke jenjang spesialisasi.
“Karena mulai akhir tugas itu kan biasanya kalau kedokteran makin berat, mesti spesialisasi dan segala macam. Kita mau cobalah,” sambung Boy.
Meski demikian, Boy menegaskan pelaksanaan program beasiswa nantinya tetap akan disesuaikan dengan arahan Hendropriyono sebagai bagian dari YWBPI.
Sementara itu, KIKT akan tetap menjalankan perannya sebagai jembatan hubungan dunia usaha Indonesia dan China. Peran tersebut juga mencakup upaya membuka peluang kerja sama pendidikan antara kedua negara.
“Kalau dari KIKT sekali lagi memang tadi fungsi saya mencoba menjembatani antara Indonesia dengan China,” kata Boy.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan program beasiswa ke depan lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter sekaligus memperkuat bidang STEM, Boy membenarkannya.
“Ya, kita lebih fokus ke masalah STEM dan kedokteran,” tegasnya.
Tiga Penerima Beasiswa Sudah Dikirim ke China
Program beasiswa KIKT dan YWBPI sebelumnya telah memasuki tahap pelaksanaan dengan diberangkatkannya tiga penerima Beasiswa Dharma Bumiputra untuk menempuh pendidikan di Tianjin University, China.
Ketiga penerima tersebut mengambil bidang pendidikan yang berbeda. Dua bidang berkaitan dengan STEM, yakni teknik lingkungan dan teknik kimia, sementara satu penerima mengambil bidang farmasi.
Program tersebut menjadi langkah awal KIKT dan YWBPI dalam membuka akses pendidikan bagi pelajar Indonesia ke perguruan tinggi di China.
Boy sebelumnya mengatakan perkembangan pendidikan dan teknologi China menjadi salah satu alasan pihaknya melihat negara tersebut sebagai tujuan potensial bagi pelajar Indonesia, terutama untuk bidang STEM.
Kerja sama pendidikan itu juga tidak akan berhenti di Tianjin University. KIKT dan YWBPI berencana menjajaki peluang kerja sama dengan perguruan tinggi lain di China untuk memperluas pilihan pendidikan bagi penerima beasiswa.
Dengan fokus baru pada bidang kedokteran dan STEM, program beasiswa tersebut diharapkan tidak hanya membantu penerima dari sisi pembiayaan pendidikan. Program itu juga diarahkan untuk ikut menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan nasional, khususnya di bidang kesehatan, sains, dan teknologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan alasan kelereng dan karet loncat masuk dalam goodie bag HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Saham Unitree Robotics melonjak 629% saat debut di Shanghai dan membuat kekayaan Wang Xingxing mencapai US$16 miliar. Namun, sahamnya kemudian anjlok.
Meta sepakat membayar hingga US$18 miliar dalam kasus kecanduan media sosial. Instagram dan Facebook kini wajib memperketat aturan bagi remaja.
Ford menarik kembali 4.955 unit Mustang produksi 2024-2026 karena masalah wiper dan windshield washer. Cek penyebab dan cara perbaikannya.
Pekerja China menang di pengadilan setelah dipecat karena pekerjaannya dinilai bisa digantikan AI. Perusahaan diwajibkan membayar kompensasi Rp686 juta.
Daftar 19 operasi yang ditanggung BPJS Kesehatan serta lima kondisi operasi yang tidak dijamin. Simak syarat dan prosedur mendapatkan tanggungan operasi.