Beasiswa Santri Baznas 2026 Dibuka untuk 2.500 Santri Dhuafa

Newswire
Newswire Minggu, 30 Agustus 2026 22:47 WIB
Beasiswa Santri Baznas 2026 Dibuka untuk 2.500 Santri Dhuafa

Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Beasiswa Santri Baznas 2026 resmi dibuka untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi di seluruh Indonesia. Program yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI tersebut ditujukan bagi santri kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) atau sederajat yang tengah mempersiapkan diri mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi.

Peluncuran Beasiswa Santri Baznas 2026 berlangsung di Pondok Pesantren Al-Wahabiyyah Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (29/8/2026). Program tersebut menjadi salah satu upaya Baznas memperluas kesempatan pendidikan bagi santri dari keluarga kurang mampu.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan program tersebut dirancang untuk membantu santri dhuafa berprestasi menghadapi proses seleksi perguruan tinggi. Menurutnya, dukungan pendidikan bagi santri juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Program Beasiswa Santri Baznas ini, kami telah bermitra dengan ribuan pesantren dan merangkul 32.418 santri dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia untuk melangkah ke perguruan tinggi," kata Sodik dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung program Astacita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam bidang penguatan sumber daya manusia dan pendidikan.

32.418 Santri Telah Terjangkau

Sodik menjelaskan, Beasiswa Santri Baznas telah memberikan manfaat kepada puluhan ribu santri melalui kerja sama dengan berbagai pesantren di Indonesia.

Pada 2025, program tersebut mencatat lebih dari 7.300 santri berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi. Mereka diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS) unggulan, hingga perguruan tinggi kedinasan.

Dari total 10.000 penerima manfaat pada tahun tersebut, sebanyak 4.779 santri merupakan generasi pertama dalam keluarganya yang memiliki kesempatan untuk memperoleh gelar sarjana.

Menurut Sodik, capaian tersebut menunjukkan pentingnya membuka akses pendidikan tinggi bagi santri yang memiliki kemampuan akademik tetapi terkendala kondisi ekonomi.

Baznas, lanjut dia, berkomitmen mendorong transformasi pesantren agar para santri mempunyai kesempatan yang setara dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Upaya tersebut diharapkan tetap berjalan tanpa menghilangkan karakter, jati diri, serta nilai-nilai keislaman yang menjadi bagian penting dari pendidikan pesantren.

"Dari pesantren, kami berharap lahir dokter, insinyur, akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, dan pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045," ujar Sodik.

Ia juga mengingatkan para santri agar tidak hanya memperdalam ilmu agama. Menurutnya, santri perlu memiliki keberanian untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, serta politik.

Ketiga bidang tersebut dinilai menjadi bagian penting dari perjuangan santri untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi bangsa.

Penerima Mendapat Bantuan Rp4 Juta

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad mengatakan setiap penerima Beasiswa Santri Baznas 2026 akan memperoleh bantuan dana sebesar Rp4 juta.

Dana tersebut bersumber dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Selain bantuan finansial, penerima juga mendapatkan pembinaan untuk mendukung persiapan memasuki perguruan tinggi.

Program tersebut juga mencakup peningkatan kapasitas pelaksanaan bagi pesantren yang menjadi pengelola program.

Idy mengatakan bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu santri dhuafa berprestasi masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan. Baznas juga ingin memperkuat peran pesantren dalam mendampingi perkembangan akademik para santri.

"Program ini kami hadirkan karena kesempatan para santri, khususnya di kawasan pelosok untuk mengakses perguruan tinggi negeri ternama masih sangat terbatas," tutur Idy.

Melalui program tersebut, Baznas memberikan pendampingan berupa bimbingan belajar sehingga santri memiliki peluang lebih besar untuk mengikuti seleksi perguruan tinggi negeri favorit, baik perguruan tinggi umum maupun perguruan tinggi berbasis keagamaan.

Kemenag Apresiasi Beasiswa Santri

Dukungan terhadap Beasiswa Santri Baznas 2026 juga disampaikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama RI Basnang Said.

Ia mengapresiasi langkah Baznas yang memberikan dukungan pembiayaan bagi santri, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.

Basnang mengatakan kondisi ekonomi keluarga santri masih menjadi salah satu tantangan dalam mengakses pendidikan tinggi.

"Kita tahu bersama bahwa sesungguhnya orang tua wali santri kita itu, kalau kita mau mengatakan, bisa dianggap 60 persen adalah Desil 1, 2, dan 3. Kalaupun ada Desil 6, 7, 8, biasanya pesantren-pesantren modern," ucap Basnang.

Dengan dibukanya Beasiswa Santri Baznas 2026, kesempatan bagi santri dhuafa berprestasi untuk mempersiapkan diri masuk perguruan tinggi diharapkan semakin terbuka. Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi santri dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online