Monyet Liar Masuk Permukiman Bantul, BKSDA Siapkan Perangkap
Monyet ekor panjang berkeliaran di permukiman Grojokan, Bantul selama 2 pekan. Warga resah dan BKSDA akan memasang perangkap.
Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali (kanan) didampingi sejumlah pejabat terkait saat memberikan keterangan kepada wartawan di acara talent fest goes to campus di ISI Jogja, Rabu (2/9/2026).
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah memperkuat Manajemen Talenta Nasional (MTN) sebagai strategi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul Indonesia. Program yang digagas Kementerian PPN/Bappenas tersebut diarahkan untuk mengembangkan talenta di bidang seni budaya, olahraga, serta riset dan inovasi agar mampu bersaing di tingkat global sekaligus memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, mengatakan MTN dirancang sebagai program berkelanjutan hingga 2045. Pengembangan talenta dilakukan sejak tahap pembibitan dan pembinaan sehingga potensi yang dimiliki masyarakat dapat diarahkan menjadi talenta unggul.
“Tujuan program ini melakukan pembibitan dan pembinaan talenta-talenta Indonesia supaya menjadi talenta unggul. Ada tiga bidang yang menjadi fokus, yaitu olahraga, seni budaya, serta riset dan inovasi,” kata Pungkas dalam Talent Fest MTN Goes to Campus yang digelar di ISI Jogja, Rabu (2/9/2026).
Menurut Pungkas, pengembangan talenta tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri oleh satu lembaga. Pemerintah karena itu melibatkan sedikitnya 17 kementerian dan lembaga untuk membangun sistem pembinaan yang lebih terintegrasi.
Salah satu fondasi yang tengah dibangun adalah basis data nasional talenta Indonesia. Database tersebut akan menjadi sumber informasi mengenai talenta Indonesia sejak tahap pra-pembibitan hingga perkembangan prestasi dan bidang keahliannya.
Data yang dihimpun nantinya mencakup identitas, lokasi, bidang keahlian, hingga capaian prestasi para talenta. Dengan basis data tersebut, pemerintah dapat mengetahui potensi yang tersebar di berbagai daerah sekaligus menentukan dukungan yang sesuai.
“Dari situ kami bisa mengidentifikasi siapa talenta-talenta ini, tinggal di mana, posisinya saat ini, dan apa prestasinya sehingga kementerian terkait bisa membantu pengembangannya,” ujarnya.
Menurut Pungkas, sistem tersebut diperlukan agar talenta yang memiliki potensi tidak berhenti pada tahap penemuan atau prestasi awal. Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu membawa talenta Indonesia berkembang hingga level internasional.
Selain membangun sumber daya manusia unggul, MTN juga melihat potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dari talenta di berbagai bidang. Pungkas menilai sektor seni budaya, olahraga, serta riset dan inovasi memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari penggerak ekonomi nasional.
Ia mencontohkan sejumlah negara yang telah berhasil mengembangkan kekuatan talenta menjadi bagian dari industri dan ekonomi. Korea Selatan, misalnya, mampu mengembangkan industri K-Pop, sementara sejumlah negara Eropa memiliki kekuatan ekonomi yang ditopang prestasi olahraga.
Pengembangan talenta dengan demikian tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi. Talenta yang memiliki kemampuan dan ekosistem pendukung juga dapat menciptakan nilai ekonomi sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
Rektor ISI Jogja, Irwandi, menyambut positif pelaksanaan program MTN di lingkungan kampusnya. Ia mengatakan ISI Jogja selama ini menjadi tempat berhimpunnya talenta seni budaya dari berbagai wilayah Indonesia.
Talenta tersebut datang dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua. Keberagaman tersebut menurutnya menjadi modal penting dalam pengembangan seni budaya Indonesia.
Irwandi menilai kehadiran MTN juga dapat memberikan arah yang lebih jelas bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan seni. Program tersebut sekaligus dinilai mampu menjawab keraguan sebagian masyarakat mengenai masa depan lulusan pendidikan seni budaya.
“Selama ini masih ada pertanyaan, ‘Mau kuliah seni, nanti jadi apa?’ Dengan adanya MTN, kami melihat ini sebagai dukungan yang sangat struktural bagi perkembangan seni budaya di Indonesia,” kata Irwandi.
Dukungan terhadap pengembangan talenta dinilai penting karena pendidikan seni tidak hanya menghasilkan pelaku seni, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif. Dengan adanya pembinaan, pendataan, dan dukungan lintas kementerian, talenta yang tumbuh di kampus maupun daerah diharapkan memiliki jalur pengembangan yang lebih terarah.
Pelaksanaan Talent Fest MTN Goes to Campus di ISI Jogja menjadi salah satu upaya memperkenalkan program tersebut kepada lingkungan perguruan tinggi. Kampus memiliki posisi strategis dalam menemukan sekaligus mengembangkan talenta karena menjadi ruang pendidikan, pembinaan, dan penciptaan karya.
Melalui MTN yang dirancang hingga 2045, pemerintah berupaya membangun ekosistem yang tidak hanya menemukan talenta unggul, tetapi juga menjaga kesinambungan pembinaannya. Fokus pada seni budaya, olahraga, serta riset dan inovasi diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang mampu membawa prestasi Indonesia sekaligus menciptakan kontribusi ekonomi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Monyet ekor panjang berkeliaran di permukiman Grojokan, Bantul selama 2 pekan. Warga resah dan BKSDA akan memasang perangkap.
Bencana Nepal-China menewaskan 1.130 orang. Pakar mengingatkan risiko pembangunan bendungan besar di kawasan pegunungan Himalaya.
Sebanyak 75 ribu orang mengikuti seleksi petugas haji 2026. Dari jumlah itu, kurang dari 1.000 orang akan diterima sebagai PPIH.
Peneliti Jepang mengembangkan program e-Bocchi untuk membantu anak menghadapi kesepian, meningkatkan kemampuan mencari bantuan, dan mencegah depresi.
Petisi penolakan proyek geothermal Gunung Ungaran menembus 7.000 dukungan. Pemprov Jateng memastikan perizinan dan amdal dikaji ketat.
Muhammadiyah meminta polisi tidak tebang pilih mengusut dugaan kekerasan yang melibatkan anggota maupun ormas berdasarkan bukti hukum.