Gerbang Tol Trihanggo Rampung, Jadi Akses Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen
Struktur Gerbang Tol Trihanggo di Kronggahan, Sleman, rampung. GT ini menjadi akses penghubung Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen.
Pakar Vulkanologi UGM, Prof. Agung Harijoko (kanan) saat menghadiri diskusi Pojok Bolaksumur di UGM pada Rabu (9/9/2026)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Mantan Kepala BMKG Prof. Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa cuaca dan bencana alam memiliki hubungan timbal balik. Cuaca ekstrem dapat memicu bencana, sedangkan bencana tertentu juga dapat memengaruhi kondisi cuaca.
Hubungan tersebut, menurut Dwikorita, salah satunya terlihat pada bencana hidrometeorologi. Kondisi cuaca, khususnya hujan ekstrem, dapat menjadi pemicu terjadinya bencana yang berdampak terhadap masyarakat.
"Kalau yang terjadi sebetulnya cuaca itu kan bisa mengakibatkan bencana, makanya dikatakan bencanya hidrometeorologi. Cuaca hujan yang ekstrem itu menimbulkan bencana," terang Dwikorita.
Erupsi Gunung Api Bisa Memengaruhi Cuaca
Pengaruh antara cuaca dan bencana tidak hanya terjadi ketika cuaca memicu bencana. Dwikorita menyebut peristiwa bencana tertentu juga dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi cuaca.
Ia mencontohkan erupsi Gunung Anak Krakatau. Semburan abu dari erupsi dapat menutup sinar matahari sehingga kondisi cuaca menjadi mendung.
"Tapi apakah bencana bisa mempengaruhi cuaca? Bisa juga. Erupsi Gunung Anak Krakatau, itu abu semburan abu itu kan bisa menutup sinar matahari. Kan cuacanya kan menjadi mendung. Nah, seperti itu. Jadi bisa timbal balik seperti itu," jelasnya.
Fenomena gunung api juga menjadi perhatian ketika enam gunung api aktif secara bersamaan. Pakar Vulkanologi UGM, Prof. Agung Harijoko, memastikan kondisi tersebut merupakan fenomena alam dan menegaskan belum ada bukti ilmiah mengenai teknologi yang mampu memicu aktivitas vulkanik secara serentak.
Enam Gunung Api Aktif Bersamaan Bisa Terjadi Secara Alami
Berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya di bidang vulkanologi, Agung menjelaskan bahwa aktivitas erupsi gunung api merupakan bagian dari proses geologi.
"Kalau saya sampai saat ini masih percaya bahwa proses erupsi gunung api itu adalah proses geologi ya," kata Agung saat ditemui di UGM pada Rabu (9/9/2026).
Menurut Agung, erupsi terjadi ketika tekanan di dapur magma semakin tinggi hingga mampu menerobos keluar gunung. Proses tersebut merupakan mekanisme alami dalam aktivitas vulkanik.
"Jadi, artinya adalah proses alam di mana dapur magma itu membangun tekanan, dan tekanannya kemudian menjadi cukup tinggi sehingga kemudian bisa menerobos keluar," tutur Agung.
Atas dasar proses tersebut, Agung menyebut erupsi gunung api tidak memiliki kaitan dengan teknologi tertentu. Ia mengatakan sampai saat ini belum terdapat bukti yang menunjukkan suatu teknologi dapat memicu terjadinya erupsi.
"Jadi, tidak ada kaitannya dengan apa? Ada teknologi frekuensi atau apa itu. Jadi, itu belum ada buktinyalah kalau mau dikatakan seperti itu. Jadi, tetap saja kalau saya masih percaya bahwa itu adalah proses alami, proses geologi ," tegasnya.
Agung juga menilai aktivitas enam gunung api secara bersamaan sangat mungkin berlangsung secara natural tanpa campur tangan manusia.
"Tetapi sebenarnya secara natural, secara alami ada gunung api enam gunung api yang aktif bersamaan itu sangat mungkin sekali terjadi. Jadi, tidak ada campur tangan manusia," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Struktur Gerbang Tol Trihanggo di Kronggahan, Sleman, rampung. GT ini menjadi akses penghubung Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen.
AI frontier mempercepat eksploitasi celah keamanan. F5 menilai perusahaan perlu memperkuat deteksi dan perlindungan otomatis.
Filipina dan China kembali saling kritik soal sengketa Laut China Selatan. Menhan Gilberto Teodoro membalas pesan China terkait arbitrase.
Bernardo Tavares menyoroti kondisi pemain Persebaya jelang menghadapi PSIM pada pekan kedua BRI Super League, Minggu (13/9).
Komdigi menerbitkan SE No. 4/2026 yang melindungi sisa kuota internet pelanggan dan melarang operator mengenakan biaya tambahan.
GAC Indonesia menawarkan harga khusus mobil listrik AION dan HYPTEC selama GIIAS Bandung 2026 hingga 13 September.