Kementerian PU Bangun Lapangan Bola Berstandar Internasional di 25 SR

Newswire
Newswire Jum'at, 11 September 2026 08:47 WIB
Kementerian PU Bangun Lapangan Bola Berstandar Internasional di 25 SR

Ilustrasi percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II. Antara/HO-Kementerian PU\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menghadirkan lapangan sepak bola berstandar internasional di 25 Sekolah Rakyat (SR) sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM). Fasilitas tersebut dirancang tidak hanya untuk menunjang aktivitas olahraga, tetapi juga membangun pola hidup sehat, sportivitas, disiplin, dan karakter siswa.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memuliakan anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut diharapkan menjadi salah satu kunci untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Secara keseluruhan, dari Sabang sampai Merauke, mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah bisa sekolah. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan. Dikasih fasilitas yang megah, dikasih buku, seragam, sepatu, makan, sampai tempat tidur di asrama. Jadi Pak Presiden Prabowo Subianto memuliakan anak-anak dari kalangan prasejahtera,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

25 Sekolah Rakyat Dilengkapi Lapangan Bola

Kementerian PU memperkuat dukungan terhadap pengembangan SDM melalui penyediaan infrastruktur berkualitas, termasuk sarana olahraga di lingkungan Sekolah Rakyat. Kehadiran lapangan sepak bola standar internasional diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan prestasi di bidang olahraga.

Kementerian PU telah membangun 93 Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai wilayah Indonesia yang dilengkapi sarana dan prasarana pendukung, termasuk fasilitas olahraga. Dari jumlah tersebut, 32 sekolah memiliki lapangan sepak bola.

Sebanyak 25 sekolah dilengkapi lapangan sepak bola dan jogging track, sedangkan tujuh sekolah lainnya memiliki lapangan sepak bola tanpa jogging track.

Pembangunan 25 fasilitas olahraga yang dilengkapi jogging track dirancang dengan memperhatikan parameter teknis lapangan sepak bola internasional. Aspek yang diperhatikan antara lain dimensi lapangan, sistem drainase, kualitas permukaan lapangan berupa rumput, serta fasilitas pendukung aktivitas olahraga.

Ukuran Lapangan Mengacu Standar FIFA

Lapangan sepak bola yang dibangun memiliki ukuran 105 meter x 68 meter yang mengacu pada standar FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional). Di sekeliling lapangan, Kementerian PU membangun jogging track dengan lebar standar internasional yang dilengkapi lapisan karet atau rubber.

Fasilitas tersebut dapat digunakan siswa untuk berbagai aktivitas olahraga sehari-hari. Kegiatannya mulai dari berlari, latihan kebugaran, hingga berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

Untuk menjaga kualitas lapangan, konstruksinya juga memperhatikan sistem drainase berlapis agar air dapat dialirkan dengan baik. Sistem tersebut membantu menjaga kondisi permukaan lapangan tetap terawat.

Penggunaan sistem drainase yang tepat menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan lapangan sepak bola yang direkomendasikan FIFA.

Sementara itu, permukaan lapangan menggunakan rumput jenis Zoysia matrella yang dirancang untuk memberikan permukaan yang nyaman dan aman bagi aktivitas olahraga siswa.

Pemilihan jenis rumput, lapisan dasar, sistem drainase, serta pengelolaan permukaan lapangan menjadi bagian dari upaya Kementerian PU menghadirkan fasilitas olahraga yang tidak sekadar memenuhi fungsi dasar. Fasilitas tersebut juga dirancang memiliki kualitas konstruksi yang baik dan dapat digunakan secara berkelanjutan.

Fasilitas Olahraga di Sekolah Rakyat

Sejumlah Sekolah Rakyat telah dilengkapi lapangan sepak bola standar internasional dan jogging track. Di antaranya Sekolah Rakyat Jawa Timur IV di Banyuwangi, SR Jawa Timur III di Kediri, serta Sekolah Rakyat di Kabupaten Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Pembangunan infrastruktur olahraga tersebut merupakan bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas manusia Indonesia. Kehadiran lapangan sepak bola dan jogging track di Sekolah Rakyat diharapkan dapat membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini sekaligus membuka ruang bagi lahirnya bibit-bibit atlet dari berbagai daerah.

Sekolah Rakyat Tahap II dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5–10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah. Setiap kawasan dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu tingkat SD, SMP, dan SMA.

Fasilitas yang disiapkan meliputi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, asrama siswa dan guru, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Fasilitas penunjang tersebut antara lain kantin sehat, klinik, ruang ekstrakurikuler, ruang terbuka hijau, dan lapangan olahraga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online