Gunung Lawu Terbakar, Habitat Macan Tutul hingga Babi Hutan Terancam
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Foto ilustrasi siswa berangkat sekolah menaiki sepeda, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA— Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) pada jenjang pendidikan menengah tidak wajib diikuti siswa. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan kegiatan tersebut menjadi pilihan masing-masing siswa.
Abdul Mu'ti mengatakan sekolah menyediakan beragam kegiatan ekstrakurikuler. Dari berbagai kegiatan tersebut, ada yang bersifat wajib dan ada pula yang tidak wajib.
“Ekskul itu kan kami buka sebanyak-banyaknya. Tapi ada yang wajib, ada yang tidak wajib. Ekskul yang wajib hanya pramuka, selain pramuka tidak wajib,” katanya kepada awak media di Gedung DPR, Senin (21/9/2026).
Dengan demikian, keberadaan ekstrakurikuler Korps Kadet di sekolah tidak otomatis membuat seluruh siswa harus mengikutinya. Mu'ti menegaskan keputusan untuk mengikuti kegiatan tersebut berada pada siswa.
Pelaksanaan Korps Kadet di Sekolah
Mu'ti menjelaskan ekstrakurikuler Korps Kadet dilaksanakan di sekolah. Mengenai peserta, siswa dapat menentukan sendiri apakah ingin mengikuti kegiatan tersebut atau tidak.
“Ya muridnya, namanya pilihan,” jelasnya.
Selain peserta, materi pelaksanaan ekstrakurikuler juga ditentukan oleh masing-masing sekolah. Dengan demikian, bentuk kegiatan Korps Kadet yang dilaksanakan dapat menyesuaikan penyelenggaraan di sekolah masing-masing.
Ketentuan mengenai penyelenggaraan ekstrakurikuler Korps Kadet tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 136 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembinaan Kesadaran Bela Negara Melalui Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia pada Jenjang Pendidikan Menengah.
Keputusan tersebut ditetapkan pada 5 Mei 2026. Dalam ketentuan itu, pedoman pelaksanaan pembinaan kesadaran bela negara melalui ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia pada jenjang pendidikan menengah ditetapkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan menteri.
Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah memiliki beragam kelebihan serta kekurangan yang patut menjadi pertimbangan bagi siswa dan orang tua. Dari sisi kelebihan, ekstrakurikuler menjadi wadah efektif untuk mengasah soft skills, seperti jiwa kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, serta kerja sama tim.
Selain itu, kegiatan ini membantu siswa menyalurkan minat dan bakat di luar bidang akademik, memperluas jaringan pertemanan, serta membangun rasa percaya diri. Namun, di sisi lain, kegiatan ini juga memiliki kekurangan jika tidak dikelola dengan bijak. Keterlibatan yang berlebihan dalam ekstrakurikuler berisiko memicu masalah manajemen waktu, membuat siswa mengalami kelelahan fisik dan mental, hingga berpotensi menurunkan fokus serta prestasi akademik utama mereka di kelas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
Simak enam seri laptop gaming dari Lenovo, ASUS, Acer, MSI, dan HP. Cek pilihan GPU, RAM, layar, serta hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli.