Starting XI Dewa United vs PSS Sleman, Pedro Caracoci Debut
PSS Sleman menurunkan Pedro Caracoci sebagai starter melawan Dewa United. Fachruddin dan Kevin Gomes juga masuk starting XI Super Elja.
Salah satu lulusan UPNVY yang diwisuda akhir pekan ini ialah Dhea Ayu Nur\'ani merayakan kelulusan bersama orang tuanya pada Sabtu (26/9/2026)./Istimewa\r\n\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN— Sebanyak 1.436 lulusan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) resmi diwisuda dalam Wisuda Periode 1 Tahun Akademik 2026/2027. Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI), otomasi, dan transformasi digital yang cepat, Rektor UPNVY Mohamad Irhas Effendi meminta para lulusan tidak berhenti belajar dan terus memperbarui kompetensinya.
Wisuda tersebut digelar dalam dua hari. Dari total 1.436 wisudawan, sebanyak dua orang merupakan lulusan program doktor, 82 orang program magister, 1.326 orang program sarjana, dan 26 orang program diploma.
Di antara para wisudawan juga terdapat lulusan program internasional yang berasal dari Pakistan, Yaman, dan Timor Leste.
Irhas menyebut sebanyak 753 wisudawan atau 52,43% memperoleh predikat Dengan pujian atau cumlaude. Adapun IPK tertinggi dalam wisuda kali ini mencapai 4,00 untuk program doktor dan magister, 3,96 untuk program sarjana, serta 3,97 untuk program diploma.
"Angka-angka tersebut memang patut kita banggakan. Namun, tentu gelar, IPK, dan penghargaan baru memperoleh makna ketika ilmu yang dimiliki berubah menjadi sebuah karya, solusi, dan manfaat. Karena itu, wisuda bukan garis akhir, tetapi wisuda adalah titik untuk berangkat," kata Irhas dalam sambutannya pada Sabtu (26/9/2026).
Empat Bekal Lulusan UPNVY
Irhas mengingatkan para lulusan bahwa dunia yang mereka masuki setelah wisuda sedang mengalami perubahan cepat. Artificial Intelligence, otomasi, transformasi digital, transisi energi, perubahan iklim, serta pola kerja baru terus berkembang.
Kondisi tersebut membuat pengetahuan yang saat ini dianggap mutakhir dapat segera menjadi usang. Karena itu, menurut Irhas, kemampuan penting bagi lulusan bukan hanya menguasai pengetahuan yang dimiliki saat ini, tetapi juga mampu terus belajar, menyesuaikan diri, dan memperbarui kompetensi.
Kepada para wisudawan, Irhas menitipkan empat kemampuan utama sebagai bekal memasuki dunia kerja dan menghadapi perubahan, yakni kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi.
Selain kemampuan tersebut, para lulusan sebagai alumni Kampus Bela Negara diminta tetap membawa identitas khas UPNVY dalam perjalanan profesional mereka.
"Bela negara hari ini hadir dalam profesionalisme, kepatuhan pada etika, inovasi, kepedulian pada lingkungan, penciptaan lapangan kerja, dan kesediaan menggunakan ilmu untuk kepentingan yang lebih luas," tuturnya.
Kisah Dhea, Putri Penjual Koran yang Lulus dengan Pujian
Di antara 1.436 lulusan UPNVY terdapat Dhea Ayu Nur'ani, lulusan Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian. Putri penjual koran tersebut menyelesaikan pendidikan dalam waktu kurang dari 3 tahun 11 bulan dengan IPK 3,96 dan meraih predikat Dengan pujian.
Pencapaian Dhea tidak terlepas dari kebiasaan yang dibangun sejak kecil. Ia telah dididik untuk mandiri ketika kedua orang tuanya mulai berjualan koran sejak dini hari.
Selama kuliah di UPNVY, Dhea juga memperoleh beasiswa dan masuk dalam program UKT Nol. Kebiasaan belajar yang dibangun sejak sekolah dasar turut mendukung perjalanan akademiknya.
Dhea menceritakan ayahnya selalu memberikan hadiah ketika ia memperoleh nilai 100 sejak duduk di bangku SD. Kebiasaan tersebut terus berlanjut hingga kuliah, ketika nilai A yang diperoleh Dhea juga mendapat hadiah.
"Awalnya mungkin cuma pancingan lama-lama jadi kebiasaan agar saya rajin belajar," tuturnya.
Kini setelah resmi menyandang gelar sarjana dari UPNVY, Dhea ingin melanjutkan mimpi untuk bekerja maupun belajar di Jepang.
"Bapak, ibu, Dhea sudah lulus tapi masih harus berjuang untuk mengubah nasib. Ingin membgiakan kedua orang tua. Insyaallah saya ingin ke Jepang, kerja dulu, ambil S2 kalau dapat beasiswa," tandasnya.
Pendidikan untuk Memutus Kemiskinan
Ayah Dhea, Sodikun, mengaku bangga melihat pencapaian putrinya. Sehari-hari, Sodikun dan istrinya berjualan koran di tempat yang berbeda sehingga Dhea terbiasa mandiri ketika kedua orang tuanya bekerja.
Menurut Sodikun, kemampuan akademis Dhea sudah terlihat sejak kecil. Putrinya beberapa kali masuk sekolah terbaik sejak jenjang TK hingga SMA.
Bagi Sodikun, pendidikan memiliki arti penting untuk mengubah kehidupan keluarga. Ia berharap bekal pendidikan yang diperoleh Dhea dapat membawa hal-hal baik bagi masa depan putrinya.
"Saya meyakini bahwa yang namanya kemiskinan itu hanya dapat diputus, mata rantai kemiskinan itu hanya dapat diputus dengan pendidikan. Yang dapat memutus mata rantai. Makanya saya ibarat kata orang tua, kaki jadi kepala, kepala jadi kaki saya manut. Asal anak saya bisa sekolah," tegasnya.
Kisah Dhea menjadi salah satu cerita di balik Wisuda Periode 1 Tahun Akademik 2026/2027 UPNVY. Di tengah pesan rektor mengenai pentingnya adaptabilitas, perjalanan Dhea menunjukkan bagaimana pendidikan menjadi bagian dari upaya keluarga untuk membuka peluang masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman menurunkan Pedro Caracoci sebagai starter melawan Dewa United. Fachruddin dan Kevin Gomes juga masuk starting XI Super Elja.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.