Kemendikdasmen Revitalisasi 1.277 SMK, Ini Fasilitas yang Diperbaiki

Newswire
Newswire Jum'at, 06 November 2026 18:17 WIB
Kemendikdasmen Revitalisasi 1.277 SMK, Ini Fasilitas yang Diperbaiki

Foto ilustrasi sekolah rusak, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merevitalisasi 1.277 sekolah menengah kejuruan (SMK) di berbagai daerah melalui anggaran biaya tambahan (ABT) Tahun Anggaran (TA) 2026. Program ini ditujukan untuk memperkuat kualitas pembelajaran vokasi, terutama melalui penyediaan fasilitas belajar dan ruang praktik keterampilan yang lebih layak.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, mengatakan perbaikan sarana dan prasarana sekolah menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Fasilitas yang memadai diharapkan dapat membantu peserta didik mengembangkan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing.

“Perbaikan fasilitas sekolah, baik rehabilitasi maupun pembangunan fisik, sebenarnya salah satu muaranya adalah meningkatkan kualitas belajar di sekolah,” kata Fajar dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Dari total 1.277 SMK penerima bantuan, sebanyak 553 merupakan sekolah negeri dan 724 lainnya sekolah swasta.

Bantuan revitalisasi mencakup pembangunan baru, rehabilitasi, renovasi, pengadaan perabot, penataan lingkungan, hingga pengecatan bangunan sekolah.

Ruang Praktik hingga Toilet Aksesibel Jadi Sasaran

Sejumlah fasilitas yang menjadi sasaran revitalisasi meliputi ruang kelas, ruang praktik keterampilan, toilet aksesibel, serta sarana pendukung pembelajaran lainnya.

Fajar menjelaskan ketersediaan ruang belajar yang layak dan fasilitas sanitasi memadai turut memengaruhi kenyamanan serta motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar.

Karena itu, ia meminta pihak sekolah memastikan kualitas pekerjaan revitalisasi sejak tahap perencanaan hingga pembangunan selesai. Penggunaan material juga harus sesuai dengan spesifikasi teknis agar bangunan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Selain menjaga kualitas pembangunan, sekolah diminta merawat fasilitas yang telah diperbaiki melalui pemeliharaan rutin sesuai ketentuan pendanaan sekolah.

Kemendikdasmen Dampingi 519 SMK Calon Penerima Bantuan

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan kementeriannya memberikan pendampingan kepada sekolah penerima bantuan. Langkah tersebut dilakukan agar pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan.

Pendampingan diberikan melalui Bimtek Revitalisasi SMK ABT Tahap 2 Tahun 2026 pada 3-6 November 2026. Kegiatan tersebut diikuti 519 SMK calon penerima bantuan dari berbagai provinsi.

Peserta yang terdiri atas kepala sekolah, ketua tim perencana, dan penanggung jawab teknis mendapatkan pembekalan mengenai perencanaan, pekerjaan konstruksi, administrasi, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban.

Tatang menegaskan keberhasilan program revitalisasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran. Kesiapan sekolah dalam mengelola bantuan secara tertib dan akuntabel juga menjadi faktor penting.

"Keberhasilan penyaluran bantuan pemerintah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan sekaligus mengelola sarana dan prasarana dengan tertib, cermat, dan akuntabel," ujarnya.

Ia meminta seluruh sekolah penerima bantuan menjalankan proses revitalisasi secara transparan. Sekolah juga diminta menolak segala bentuk permintaan biaya di luar ketentuan.

Melalui program tersebut, Kemendikdasmen berharap sarana dan prasarana SMK semakin sesuai dengan kebutuhan pembelajaran vokasi. Dengan fasilitas yang lebih memadai, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan kompetensi dan keterampilan secara optimal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online