Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Teror Rephaim Ancam Satu Kota
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Ilustrasi anak-anak tengah belajar membaca/magnific
Harianjogja.com, JOGJA—Hasil PISA 2025 menunjukkan Singapura menjadi sistem pendidikan dengan skor membaca tertinggi, yakni 535 poin. Sementara itu, skor membaca Indonesia berada di angka 365 poin, naik 6 poin dibandingkan PISA 2022.
PISA atau Programme for International Student Assessment merupakan asesmen yang diselenggarakan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun. Penilaian tersebut tidak hanya melihat kemampuan mengingat materi, tetapi juga kemampuan menggunakan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi persoalan dalam kehidupan nyata.
PISA 2025 melibatkan lebih dari 760.000 siswa dari 91 negara dan ekonomi, yang mewakili sekitar 33 juta anak berusia 15 tahun di dunia. Pada edisi kali ini, sains menjadi bidang utama penilaian, sementara membaca dan matematika tetap diukur sebagai domain tambahan.
Dalam kemampuan membaca, Singapura mencatat skor rata-rata 535 poin, diikuti B-S-J-Z (China) dengan 527 poin, Chinese Taipei 508 poin, dan Jepang 503 poin. Rata-rata skor membaca negara-negara OECD sendiri berada di angka 461 poin.
Berikut sejumlah sistem pendidikan dengan skor membaca tertinggi berdasarkan data PISA 2025:
| Posisi | Negara/Ekonomi | Skor Membaca |
|---|---|---|
| 1 | Singapura | 535 |
| 2 | B-S-J-Z (China) | 527 |
| 3 | Chinese Taipei | 508 |
| 4 | Jepang | 503 |
| 5 | Makau (China) | 501 |
| 6 | Korea | 501 |
| 7 | Irlandia | 500 |
| 8 | Estonia | 499 |
| 9 | Selandia Baru | 497 |
| 10 | Inggris | 494 |
| 11 | Australia | 491 |
| 12 | Kanada | 490 |
| 12 | Amerika Serikat | 490 |
| 14 | Polandia | 482 |
| 15 | Hong Kong (China) | 480 |
| 16 | Finlandia | 474 |
| 16 | Italia | 474 |
Perlu dicatat, tabel OECD menggunakan istilah “B-S-J-Z (China)” untuk wilayah Beijing, Shanghai, Jiangsu, dan Zhejiang, sedangkan Chinese Taipei dan Makau (China) juga dicatat sebagai entitas pendidikan tersendiri dalam PISA. Karena itu, daftar tersebut tidak sama dengan daftar peringkat 40 negara seperti yang tercantum dalam naskah awal.
Dominasi Asia terlihat jelas pada kelompok dengan performa membaca tertinggi. Singapura berada di posisi pertama, disusul B-S-J-Z (China), Chinese Taipei, Jepang, Makau, dan Korea.
OECD mencatat Singapura memperoleh skor membaca 535 poin dan menempati peringkat pertama dari 89 sistem pendidikan dengan data yang dapat dibandingkan untuk domain membaca. Sebanyak 86% siswa Singapura mencapai setidaknya Level 2 dalam membaca, sementara rata-rata OECD berada di 69%.
Kemampuan pada Level 2 atau lebih tinggi menunjukkan siswa setidaknya mampu menemukan gagasan utama dalam teks dengan tingkat kesulitan sedang, mencari informasi berdasarkan kriteria tertentu, serta merefleksikan tujuan dan bentuk teks ketika diarahkan.
Di tingkat yang lebih tinggi, sekitar 22% siswa Singapura mencapai Level 5 atau lebih dalam membaca, dibandingkan rata-rata OECD sebesar 6%. Siswa pada level tersebut mampu memahami teks panjang, menghadapi konsep abstrak atau berlawanan dengan intuisi, serta membedakan fakta dan opini berdasarkan petunjuk tersirat dalam isi atau sumber informasi.
Irlandia menjadi salah satu negara Eropa dengan skor membaca tertinggi, yakni 500 poin, hanya terpaut satu poin dari Estonia yang memperoleh 499 poin. Inggris berada berikutnya dengan 494 poin.
Finlandia dan Italia sama-sama mencatat 474 poin, sedangkan Polandia berada di angka 482 poin. Jerman memperoleh 465 poin, sementara Spanyol mencatat 447 poin dalam data OECD 2025.
Hasil tersebut berlangsung di tengah penurunan rata-rata kemampuan membaca di negara-negara OECD. OECD mencatat skor membaca rata-rata negara OECD turun 28 poin antara 2015 dan 2025, setara dengan sekitar satu setengah tahun pembelajaran.
OECD juga mencatat peningkatan digitalisasi, waktu penggunaan layar yang lebih panjang, serta menurunnya kebiasaan membaca untuk kesenangan berjalan beriringan dengan hasil literasi yang lebih lemah. Namun, OECD menekankan bahwa tren tersebut tidak terjadi secara tak terelakkan di semua sistem pendidikan.
Amerika Serikat dan Kanada sama-sama mencatat skor membaca 490 poin. Angka tersebut 29 poin lebih tinggi daripada rata-rata OECD sebesar 461.
Amerika Serikat berada di bawah Inggris, Australia, dan Irlandia dalam kelompok negara yang tercantum dalam tabel tersebut. Kanada juga mencatat 490 poin, dengan hasil membaca yang berada di atas rata-rata OECD.
Perbandingan ini memperlihatkan bahwa skor membaca tidak hanya menjadi gambaran kemampuan siswa dalam memahami teks, tetapi juga menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat perbedaan capaian antarsistem pendidikan.
Indonesia mencatat skor membaca 365 poin pada PISA 2025. Angka tersebut naik 6 poin dari 359 poin pada PISA 2022. Dalam data PISA 2025, Indonesia berada di peringkat 74 dari 90 negara dan ekonomi yang memiliki data membaca.
Kenaikan tersebut berlangsung ketika rata-rata skor membaca negara-negara OECD justru mengalami penurunan dalam jangka panjang. Karena itu, pemerintah Indonesia menilai kenaikan enam poin tersebut sebagai salah satu perkembangan dalam capaian literasi membaca nasional.
Ada faktor lain yang perlu diperhatikan ketika membaca hasil Indonesia. Coverage Index Indonesia meningkat dari 0,46 pada partisipasi PISA pertama pada 2003 menjadi 0,90 pada PISA 2025. Indeks tersebut menunjukkan proporsi anak berusia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal.
OECD juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan tersebut. Direktur Pendidikan dan Keterampilan OECD Andreas Schleicher menilai Indonesia berhasil memperluas akses pendidikan formal tanpa mengorbankan kualitas.
Selain skor membaca, data PISA 2025 menunjukkan sejumlah karakteristik lain pada siswa Indonesia. Menurut Kemendikdasmen, siswa Indonesia memiliki tingkat keingintahuan yang tinggi dan kemampuan belajar mandiri. Mereka juga menunjukkan keterlibatan yang relatif tinggi dalam pembelajaran untuk menilai kredibilitas konten yang dibuat menggunakan kecerdasan artifisial atau AI.
Dengan demikian, hasil PISA 2025 memperlihatkan dua gambaran yang berjalan bersamaan bagi Indonesia: skor membaca meningkat enam poin, sementara jarak dengan sistem pendidikan yang berada di kelompok teratas masih terlihat dari perbedaan skor. Data tersebut menjadi bagian dari gambaran capaian pendidikan Indonesia dalam asesmen internasional terbaru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Jadwal MotoGP Jepang 2026 lengkap dari latihan, kualifikasi, Sprint Race hingga balapan utama. Cek jam tayangnya dalam WIB.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.