Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Pancasila Lewat Deep Learning

Newswire
Newswire Rabu, 30 September 2026 20:57 WIB
Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Pancasila Lewat Deep Learning

Ilustrasi anak-anak tengah belajar membaca/magnific

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pendidikan Pancasila sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik. Penguatan dilakukan melalui pembelajaran mendalam atau deep learning di kelas serta pembentukan budaya sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pendidikan Pancasila tidak cukup diberikan melalui pembelajaran di ruang kelas. Nilai-nilai Pancasila juga perlu dihadirkan melalui budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Mu’ti, pendidikan Pancasila perlu dipahami melalui tiga aspek. Ketiganya meliputi pengetahuan mengenai Pancasila, pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata, serta internalisasi Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia.

Karena itu, pembelajaran Pancasila perlu dikembangkan agar tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan. Kemendikdasmen mendorong pendekatan deep learning sekaligus mengoptimalkan hidden curriculum agar nilai Pancasila hadir dalam berbagai aktivitas di lingkungan sekolah.

“Kami ingin perkuat lagi hidden curriculum. Jadi, kami sekarang ada kebijakan deep learning, pembelajaran mendalam yang kita berusaha untuk bagaimana konteks dan implementasi dari mata pelajaran itu menjadi lebih kuat lagi,” kata Mendikdasmen Mu’ti dalam pernyataan tertulis di Jakarta Pusat, Rabu.

Budaya Sekolah Jadi Ruang Praktik Nilai Pancasila

Melalui pendekatan tersebut, Kemendikdasmen berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat peserta didik memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mendapatkan pengalaman nyata dalam mempraktikkan nilai-nilai Pancasila.

Interaksi antara guru dan murid, hubungan antarpeserta didik, hingga berbagai kegiatan sekolah dinilai menjadi bagian penting dalam membangun budaya yang mencerminkan kehidupan kebangsaan.

Penguatan nasionalisme juga dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pembiasaan. Pramuka menjadi salah satu sarana penguatan karakter, sedangkan beragam pilihan ekstrakurikuler dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan keterampilan di luar pembelajaran formal.

“Kami punya prinsip bahwa pilihan ekstrakurikuler itu perlu kita perbanyak bagi. Para murid dapat memiliki keterampilan, memiliki kemampuan di luar mata pelajaran yang diajarkan di pelajaran formal,” katanya.

Kemendikdasmen turut memperkuat pelaksanaan upacara bendera dan kegiatan pada hari-hari besar nasional. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diajak menghayati nilai-nilai kebangsaan.

Salah satunya melalui Ikrar Pelajar Indonesia yang mencakup keimanan dan ketakwaan, penghormatan kepada orang tua dan guru, kesungguhan belajar, kerukunan dengan teman, serta kecintaan terhadap tanah air.

Nilai Pancasila Didorong Hadir dalam Kehidupan Sehari-hari

Mu’ti menilai penguatan pendidikan Pancasila semakin penting karena nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, bukan sekadar dipahami secara teori.

Kecintaan terhadap Indonesia, misalnya, dapat tercermin melalui kepedulian terhadap lingkungan, penghormatan terhadap keberagaman, kemampuan hidup bersama, serta sikap yang mencerminkan persatuan.

“Sikap-sikap seperti ini akan bisa ditumbuhkan kalau murid memiliki banyak pengalaman dalam lembaga pendidikan yang banyak mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” kata Mendikdasmen.

Dengan memperkuat pembelajaran, budaya sekolah, keteladanan, pembiasaan, dan kegiatan kolaboratif, pendidikan Pancasila diharapkan menjadi lebih bermakna bagi peserta didik.

Mu’ti mengatakan upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk membentuk generasi Indonesia yang berkarakter, menghargai keberagaman, mencintai tanah air, serta siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online