DPR Buka Opsi Bentuk Pansus dan hak Angket Usai Putusan MK soal Ijazah Gibran
DPR membuka opsi Pansus dan Angket setelah putusan MK soal syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka.
Perguruan Tinggi - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, MAKASSAR—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menargetkan sekitar 19.000 artikel ilmiah Indonesia dapat terbit pada jurnal internasional bereputasi kuartil pertama atau Q1 sepanjang 2026.
Target tersebut ditempuh melalui berbagai program peningkatan kapasitas peneliti. Salah satunya Workshop Penulisan Artikel untuk Submit ke Jurnal Internasional Q1 yang digelar di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar pada 7–8 Oktober 2026.
Ketua Tim Kerja Ekosistem Peneliti Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Yoga Dwi Arianda, mengatakan target tersebut membutuhkan kontribusi peneliti dari berbagai perguruan tinggi.
“Tahun 2026 ini kami diberikan target oleh kementerian untuk mempublikasikan artikel pada Q1 sekitar 19.000 artikel. Ini cukup banyak dan cukup menantang bagi kita semua," ujarnya di Makassar, Kamis.
1.700 Usulan Masuk Seleksi
Workshop yang diselenggarakan Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemendiktisaintek tersebut diikuti sekitar 70 peneliti dan dosen dari berbagai perguruan tinggi.
Tingginya minat terhadap program tersebut terlihat dari sekitar 1.700 usulan yang masuk dalam proses seleksi. Setelah melalui proses tersebut, tim fasilitator merekomendasikan sekitar 550 peserta untuk mengikuti pelatihan.
Namun, kapasitas pelaksanaan membuat program tahun ini digelar di empat lokasi. Setiap kegiatan diikuti sekitar 70–75 orang, sehingga secara keseluruhan peserta yang dapat dijangkau sekitar 250 orang.
Tak Sekadar Mengejar Jumlah Publikasi
Yoga menegaskan program peningkatan kapasitas tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar kuantitas publikasi ilmiah.
Menurut dia, peningkatan jumlah artikel perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas. Dengan demikian, karya ilmiah peneliti Indonesia diharapkan tidak hanya terbit, tetapi juga dapat dibaca dan menjadi rujukan di tingkat nasional maupun internasional.
“Ini PR kita bersama, bagaimana meningkatkan publikasi kita agar publikasi ini bisa dibaca oleh peneliti, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Tidak hanya dibaca, tetapi artikel Bapak-Ibu menjadi rujukan,” katanya.
Peserta Mendapat Pendampingan Artikel
Dalam workshop tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai strategi publikasi ilmiah. Mereka juga mendapat pendampingan langsung untuk membedah dan menyempurnakan naskah artikel hingga diarahkan ke tahap submit jurnal.
Pendampingan dilakukan melalui sesi bedah artikel secara intensif. Naskah masing-masing peserta dikaji untuk melihat kekuatan substansi, metode, penyajian, hingga kesesuaiannya dengan jurnal internasional yang dituju.
Model pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemendiktisaintek meningkatkan kapasitas peneliti agar mampu menghasilkan artikel ilmiah berkualitas dan memiliki peluang untuk dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi Q1.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPR membuka opsi Pansus dan Angket setelah putusan MK soal syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka.
Bulog Jogja mencatat serapan gabah 212.000 ton atau 108,71% dari target. Stok beras kini mencapai 74.679 ton.
Gangguan layang-layang di jalur Whoosh turun 65 persen pada September 2026. KCIC mencatat 26 kejadian dan perkuat pengawasan.
Bareskrim menangkap Tatang Winata, buron kasus impor HP dan popok bayi ilegal senilai Rp253 miliar di Bandara Soekarno-Hatta.
4.845 titik panas terdeteksi di Sumatera. Kabut asap menyelimuti Riau dengan kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat.
Tim UGM mendampingi Griya Cokelat Nglanggeran memperkuat daya saing produk melalui inovasi kemasan, CRM, dan pengembangan kakao dari hulu hingga hilir.