Kampus Berkelanjutan, UMY Kembangkan Energi Surya hingga Daur Ulang Air

Sunartono
Sunartono Kamis, 29 Oktober 2026 09:17 WIB
Kampus Berkelanjutan, UMY Kembangkan Energi Surya hingga Daur Ulang Air

Jajaran pimpinan UMY menyampaikan bahwa saat ini kampus memperkuat kampus berkelanjutan dengan 48 panel surya, rencana SPKLU, penambahan sepeda, perbaikan jalur pejalan kaki, dan daur ulang air. /Istimewa.

Harianjogja.com, BANTUL—Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyiapkan pengembangan infrastruktur ramah lingkungan melalui perluasan pemanfaatan energi surya, pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), dan penambahan fasilitas mobilitas di lingkungan kampus.

Sekretaris Universitas UMY, Bachtiar Dwi Kurniawan mengatakan saat ini terdapat sekitar 48 unit panel surya yang telah terpasang. Universitas berencana memperluas pemanfaatan energi tersebut pada tahun anggaran mendatang sebagai bagian dari komitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Panel surya sekarang sudah terpasang sekitar 48 unit dan tahun anggaran depan kami akan transformasi lebih radikal lagi supaya semakin banyak panel surya,” ujar Bachtiar, Rabu (28/10/2026).

Pengembangan kampus berkelanjutan itu tidak hanya berfokus pada energi terbarukan. UMY juga mengarahkan pembenahan infrastruktur pada penerapan bangunan hijau, efisiensi penggunaan air, pengelolaan sampah, serta penyediaan sarana transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Menurut Bachtiar, konsep green building telah diterapkan pada sejumlah bangunan baru UMY, termasuk laboratorium dan gedung pembelajaran.

UMY Siapkan SPKLU dan Kendaraan Listrik

UMY berencana membangun SPKLU untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik di lingkungan universitas. Fasilitas tersebut ditujukan bagi dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang menggunakan kendaraan listrik.

“Selain panel surya, karena transformasi energi listrik, tentu kami akan membangun SPKLU yang ada di lingkungan kampus,” katanya.

Bachtiar menyebut sejumlah lokasi telah dipersiapkan untuk pembangunan fasilitas pengisian daya tersebut, antara lain kawasan utara kampus dan area selatan di dekat UMY Mart. Kehadiran SPKLU diharapkan memudahkan pengguna kendaraan listrik mengisi daya selama beraktivitas di kampus.

Selain infrastruktur pengisian daya, UMY juga berencana menghadirkan sejumlah kendaraan listrik untuk menunjang kegiatan operasional universitas.

“Nanti beberapa saat lagi akan hadir beberapa kendaraan listrik untuk mengurangi emisi di lingkungan UMY,” ujarnya.

Sediakan 210 Sepeda dan Benahi Jalur Pejalan Kaki

Upaya mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor juga dilakukan melalui penyediaan sepeda. Saat ini, UMY memiliki 210 unit sepeda yang ditempatkan di sejumlah titik kampus.

Seiring perluasan kawasan universitas ke arah selatan dan utara, jumlah sepeda tersebut direncanakan bertambah agar dapat menjangkau lebih banyak lokasi.

“Sekarang ada 210 unit dan pengembangan UMY semakin ke selatan dan semakin ke utara, maka di titiknya akan kami tambah sepeda-sepedanya,” kata Bachtiar.

UMY juga merencanakan perbaikan jalur pejalan kaki untuk meningkatkan kenyamanan mobilitas di dalam kampus. Survei telah dilakukan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan akibat pertumbuhan akar pohon.

Perbaikan direncanakan melalui penataan dan pelebaran jalur di beberapa kawasan. Dengan penyediaan sepeda dan pembenahan fasilitas pejalan kaki, UMY berupaya menyediakan lebih banyak pilihan mobilitas yang ramah lingkungan bagi sivitas akademika.

Kembangkan Daur Ulang Air dan Pertahankan Vegetasi

Selain energi dan transportasi, pengelolaan air menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur berkelanjutan di UMY. Bachtiar mengatakan sebagian bangunan kampus diarahkan untuk memanfaatkan sistem daur ulang air atau recycle water.

“Bangunan-bangunan gedung kami sebagian kami transformasi memanfaatkan recycle water,” ujarnya.

Pemanfaatan kembali air tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. UMY juga mempertahankan ruang terbuka dan vegetasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penelitian, pembelajaran, serta pengabdian kepada masyarakat.

Keberadaan ruang terbuka hijau menjadi bagian dari upaya universitas mengelola lingkungan kampus seiring pengembangan kawasan dan fasilitas pendidikan.

Pengelolaan Sampah Jadi Bagian Transformasi

UMY turut memperkuat pengelolaan sampah dan limbah melalui kerja sama dengan pihak eksternal. Kolaborasi tersebut mencakup penanganan jenis sampah dan limbah tertentu yang membutuhkan pengelolaan khusus.

Langkah itu diarahkan untuk mengurangi dampak kegiatan operasional universitas terhadap lingkungan. Pengelolaan sampah melengkapi berbagai upaya lain yang telah direncanakan, mulai dari penggunaan energi terbarukan hingga penghematan air.

Bachtiar menegaskan pembenahan infrastruktur akan terus dilakukan secara bertahap. Perluasan panel surya, rencana pembangunan SPKLU, penyediaan kendaraan listrik, penambahan sepeda, serta peningkatan pengelolaan air dan limbah menjadi bagian dari upaya UMY membangun kampus yang lebih berkelanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online